home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Sembarangan Adu Panco! Ini Bahayanya

Jangan Sembarangan Adu Panco! Ini Bahayanya

Bagi orang-orang tertentu, ada kepuasan tersendiri kalau bisa membuktikan kekuatan fisiknya di hadapan orang lain. Salah satu cara yang paling umum untuk menunjukkan kekuatan adalah lewat adu panco. Saking umumnya, Anda sendiri mungkin pernah melakukannya sewaktu masih kanak-kanak. Hati-hati, meskipun tampaknya sederhana, ternyata adu panco termasuk salah satu olahraga yang paling berbahaya. Bagaimana bisa? Ini dia ulasan lengkap soal panco dan berbagai bahayanya.

Mengenal olahraga panco

Panco adalah olahraga berbahaya yang sebaiknya tidak dilakukan tanpa latihan atau pengawasan dari orang yang sudah berpengalaman. Sama seperti gulat, tinju, atau bela diri, olahraga panco sangat rawan cedera. Anda harus menguasai teknik tertentu supaya bisa meminimalisir kemungkinan cedera.

Dalam sebuah kompetisi panco, Anda dan lawan harus berdiri saling berhadapan dengan lengan yang terjalin. Untuk memenangkan kompetisi, Anda harus menjatuhkan tangan lawan hingga menyentuh permukaan papan atau meja panco.

Olahraga ini tak hanya untuk pamer lengan besar saja. Pasalnya, faktor-faktor yang sangat menentukan kemenangan Anda dalam olahraga berbahaya ini ada banyak. Di antaranya adalah kekuatan lengan, teknik bertanding, kepadatan otot, ukuran kepalan tangan, kelenturan pergelangan tangan, serta ketahanan tubuh terutama bagian atas.

Risiko adu panco sembarangan

Ketika dilihat secara kasat mata, olahraga ini memang tampaknya begitu mudah. Pokoknya tinggal mengaitkan lengan dan adu cepat menjatuhkan tangan lawan. Akibatnya banyak orang, termasuk anak-anak, sering mencoba adu panco tanpa pehamaman yang memadai soal olahraga ini.

Jika dilakukan tanpa pengawasan ahli atau teknik yang benar, adu panco rentan mengakibatkan cedera, nyeri siku, nyeri lengan, dan nyeri pundak. Ini karena saat adu panco, otot-otot Anda dipaksa untuk bekerja sangat keras.

Cedera yang paling sering terjadi akibat adu panco

Atlet panco sekalipun tetap berisiko tinggi mengalami cedera saat adu panco. Berikut adalah beberapa jenis cedera yang kerap terjadi saat panco.

1. Patah tulang lengan atas

Menurut dr. John Arnold, seorang profesor ilmu olahraga di University of South Australia, patah tulang lengan atas sangat mungkin terjadi. Pasalnya, bahu Anda membungkuk dan berputar sementara siku harus tetap kaku dan tegak pada posisinya semula. Seluruh tekanan pun ditopang oleh tulang lengan atas. Sementara itu, Anda juga harus menahan dorongan dari lengan lawan. Akibatnya, tulang lengan atas jadi terpuntir dan patah.

2. Tendinitis

Cedera tendinitis terjadi ketika ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya mengalami peradangan dan pembengkakan. Biasanya tendinitis terjadi pada area siku dan lengan. Peradangan ini terjadi karena jaringan-jaringan pada bisep, trisep, dan siku menerima tekanan yang luar biasa kuat. Gejalanya antara lain bagian tubuh yang kena tendinitis terasa nyeri, panas, dan sulit digerakkan.

3. Otot terkilir

Mirip seperti tendinitis yang terjadi pada ligamen, otot Anda juga bisa mengalami cedera jika dipaksa bekerja terlalu keras. Otot akan terkilir ketika serat-serat otot pada bahu, lengan, siku, atau pergelangan tangan Anda sobek atau meregang. Biasanya Anda akan mengalami gejala seperti pembengkakan, kulit kemerahan, nyeri luar biasa, dan terasa panas.

Mencegah cedera saat adu panco

Untuk mencegah cedera atau nyeri karena panco, sebaiknya cermati dulu berbagai teknik dan cara aman melakukan adu panco. Hindari adu panco sembarangan jika Anda atau lawan Anda belum benar-benar berpengalaman. Selain itu, melakukan pemanasan otot dengan senam atau gerakan jumping jack selama paling tidak 10 menit juga bisa membantu mencegah cedera.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Arm wrestling: How easy is it to break an arm? This explainer should put you off. http://www.abc.net.au/news/2015-06-12/arm-wrestling-how-easy-is-it-to-break-an-arm-explainer/6540898 Diakses pada 8 Februari 2017.

Dangers of Arm Wrestling. http://www.medicaldaily.com/pulse/dangers-arm-wrestling-pro-rugby-player-ben-ross-suffers-excruciating-injury-while-arm-337880 Diakses pada 8 Februari 2017.

Arm Wrestling and Elbow Pain. http://www.livestrong.com/article/131341-arm-wrestling-elbow-pain/ Diakses pada 8 Februari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 11/02/2017
x