Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Taji Tumit, Penyebab Tumit Sakit Saat Bangkit Berdiri

Taji Tumit, Penyebab Tumit Sakit Saat Bangkit Berdiri

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan tumitnya terasa sakit setelah bangkit berdiri dari lama duduk atau berbaring. Tumit sakit setelah kaki beristirahat dalam waktu cukup lama adalah ciri dari taji tumit. Apa itu taji tumit? Bagaimana cara mengobatinya? Cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.

Apa itu taji tumit?

Taji tumit adalah tonjolan tulang memanjang berbentuk runcing atau bengkok di bagian bawah tumit yang terbentuk dari endapan kalsium.

Selain dikenal sebagai taji tumit, gangguan muskuloskeletal ini disebut juga dengan taji calcaneal, osteofit, atau heel spurs.

Tonjolan tulang ini umumnya berukuran sekitar 1,5 cm dan hanya bisa dilihat dengan foto Rontgen.

Bila kondisi ini tidak dapat dibuktikan dengan bantuan sinar X, maka dokter akan merujuk kondisi tersebut pada sindrom taji tumit.

Gejala yang timbul akibat taji tumit

tumit kaki sakit

Dilansir dari Cleveland Clinic, taji tulang pada tumit bisa mengakibatkan tumit sakit yang amat sangat ketika baru saja berdiri setelah duduk dalam waktu yang lama, terutama pada pagi hari.

Rasa sakit tersebut biasanya akan terasa tumpul pada siang hari. Namun, kondisi ini tidak selalu langsung menyebabkan nyeri tumit.

Beberapa orang awalnya bisa tidak merasakan apapun, tetapi rasa sakitnya akan muncul perlahan seiring dengan pertumbuhan tulang berlebih.

Gejala taji tumit yang mungkin muncul, meliputi berikut ini.

  • Nyeri tajam seperti tumit tertusuk pisau.
  • Nyeri tumpul di tumit.
  • Peradangan dan pembengkakan di bagian depan tumit.
  • Timbul rasa panas yang menyebar di sekitar tumit.
  • Terasa ada tonjolan tulang kecil di bawah tumit.

Apa penyebab taji tumit?

Taji tulang pada tumit disebabkan oleh endapan kalsium yang mengeras di bawah tumit. Seiring waktu, endapan ini membentuk tonjolan tulang baru.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat adanya tekanan pada otot dan ligamen kaki, cedera robekan berulang pada selaput yang menutupi tulang tumit, dan juga peregangan pada fascia plantar.

Siapa yang berisiko mengalami kondisi ini?

Taji tumit lebih berisiko terjadi pada kelompok berikut ini.

  • Atlet dengan aktivitas seperti sering berlari atau melompat.
  • Orang yang memiliki lengkungan kaki tinggi.
  • Pertambahan usia, sehingga fleksibilitas plantar fascia menurun dan membran penutup tulang tumit menipis.
  • Menggunakan sepatu yang tidak pas dengan ukuran kaki.
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Memiliki kelainan gaya berjalan sehingga terjadi tekanan pada tulang tumit, ligamen, atau saraf yang berada di sekitarnya.

Selain itu, kondisi medis di bawah ini juga bisa menjadi penyebab gangguan pada tumit ini.

Pengobatan dan perawatan taji tumit

tumit sakit

Ada banyak pengobatan yang dilakukan untuk meringankan kondisi ini, seperti perawatan di rumah, mengonsumsi obat, dan proses pembedahan.

Di bawah ini beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah.

  • Istirahat supaya tekanan dan bengkak pada kaki berkurang.
  • Kompres dengan es untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
  • Menggunakan sisipan sepatu (orthotics custom-made) yang diletakkan di bawah tumit.
  • Menggunakan sepatu yang empuk untuk mengurangi tekanan dan rasa sakit yang timbul.

Orang yang menderita taji tumit sekaligus plantar fasciitis mungkin tidak akan membaik hanya dengan beristirahat.

Sebab, rasa sakit yang mungkin dialami umumnya bersifat kambuhan dan akan lebih buruk setelah Anda bangun dari tidur dan saat berdiri atau berjalan.

Rasa sakit semakin berkurang ketika Anda terus berjalan, tapi akan muncul kembali setelah Anda beristirahat.

Jika Anda mengalami sakit pada tumit akibat taji tumit yang menetap selama lebih dari satu bulan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter.

Untuk memastikan kondisi yang dialami, dokter akan menanyakan terkait gejala yang dialami dan aktivitas yang dilakukan.

Lalu, dokter akan melakukan foto Rontgen untuk melihat pertumbuhan tulang melalui gambar.

Jika kondisi sudah dipastikan, biasanya dokter akan mengajukan perawatan rutin nonbedah selama 9-12 bulan seperti di bawah ini.

  • Latihan peregangan.
  • Melakukan taping (kaki tegap) untuk mengistirahatkan otot dan tendon yang tertekan.
  • Mengikuti terapi fisik.
  • Membidai kaki pada malam hari.

Ada beberapa obat yang bisa meringankan gejala kondisi ini, seperti paracetamol atau ibuprofen yang mudah dibeli di apotek.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan pemberian suntikan kortikosteroid untuk meredakan peradangan pada area tumit.

Lebih dari 90% orang yang menderita kondisi ini dapat sembuh dengan perawatan nonbedah.

Namun, bila tidak berhasil, maka akan dilakukan pembedahan, seperti pelepasan fascia plantar dan menghilangkan tulang yang tumbuh di tumit.

Setelah operasi tersebut selesai dilakukan, Anda mungkin akan diminta untuk beristirahat serta menggunakan perban, splint, gips, atau kruk sementara.

Bagaimana cara mencegah taji tumit?

gerak jalan saat pandemi

Untuk mencegah tumit sakit akibat taji tumit, maka mulailah perhatikan apa saja yang Anda lakukan, khususnya pada kaki Anda.

Berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan.

  • Gunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas dan ukuran kaki Anda.
  • Lari pada permukaan yang lunak, seperti rerumputan atau lintasan lari, dan hindari permukaan yang keras, seperti jalan raya atau jalur pejalan kaki.
  • Gunakan alas kaki, baik sandal atau sepatu, saat berjalan di permukaan yang keras.
  • Atur gaya berjalan yang baik untuk menghindari tekanan berlebihan pada tumit.

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pemanasan dan pendinginan baik sebelum dan setelah olahraga.

Kemudian, jaga berat badan Anda dengan menjaga asupan makanan dan rutin olahraga untuk mengurangi adanya tekanan pada kaki Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kirkpatrick, J., Yassaie, O., & Mirjalili, S. A. (2017). The plantar calcaneal spur: a review of anatomy, histology, etiology and key associations. Journal of anatomy230(6), 743–751. https://doi.org/10.1111/joa.12607

Bone spurs – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bone-spurs/symptoms-causes/syc-20370212

Foot problems – heel pain – Better Health Channel. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/foot-problems-heel-pain

Heel Spurs. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/bones-joints-and-muscles/heel-spurs.html

Heel Spurs: Symptoms, Causes, and Treatment. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21965-heel-spurs

Plantar Fasciitis and Bone Spurs – OrthoInfo – AAOS. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/plantar-fasciitis-and-bone-spurs

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr.Ratna Annisa Noor Fitria, MARS, Sp.KO