4 Jenis Cedera Lutut yang Sering Terjadi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cedera lutut adalah salah satu jenis cedera yang paling sering terjadi. Pada kelompok atlet saja, diperkirakan sebanyak 2,5 juta atlet mengalami cedera lutut setiap tahunnya. Penanganan cedera lutut bisa dilakukan dengan perawatan yang sederhana hingga harus melakukan operasi, hal ini tergantung dengan seberapa parah cedera lutut yang dialami.

Lutut bisa mengalami cedera akibat berbagai hal, biasanya karena melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan kemudian terjatuh atau terbentur sesuatu. Cedera lutut terdiri dari beberapa macam dan dengan mengetahui jenis dari cedera lutut yang terjadi, maka memudahkan proses pengobatan. Apa saja jenis cedera lutut yang paling sering terjadi?

1. Keseleo atau terkilir

Keseleo atau terkilir di bagian lutut sering kali terjadi ketika Anda mengalami cedera lutut. Bagian lutut yang terkilir adalah ligamen atau jaringan ikat yang ada di lutut. Jaringan ikat ini berfungsi untuk melindungi tulang dan sendi serta menentukan ruang gerak dari tulang, karena itu ligamen atau jaringan ikat bersifat lentur dan fleksibel.

Lutut yang keseleo atau terkilir biasanya terjadi akibat melakukan beberapa olahraga seperti sepak bola dan bola basket, di mana dalam olahraga ini sering kali atlet mengalami ‘pendaratan’ yang salah ketika melompat dan kaki bergerak dengan cepat. Gejala yang ditimbulkan adalah sakit dan nyeri ketika berjalan serta kemerahan di sekitar daerah yang terkilir.

BACA JUGA: 10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

2. Cedera meniskus (bantalan sendi lutut)

Meniskus adalah bantalan sendi lutut yang berbentuk seperti cincin dan berperan untuk mencegah lutut mengalami benturan dan menghindari tulang lutut bergesekan dengan tulang lainnya. Cedera meniskus ditandai dengan robeknya meniskus dan menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan, serta lutut menjadi kaku. Hal ini terjadi akibat melakukan olahraga, di mana lutut terbentur sesuatu.  

3. Patah tulang

Patah tulang lutut terjadi akibat trauma, seperti jatuh, mengalami kecelakaan, atau cedera saat olahraga. Tulang yang patah adalah tulang tempurung lutut. Jika mengalami patah tulang, maka pasien dianjurkan untuk melakukan tindakan medis seperti operasi.

BACA JUGA: 6 Cedera Saat Berlari yang Paling Sering Terjadi

4. Overuse

Overuse terjadi ketika lutut terlalu sering digunakan dan kemudian timbul gangguan dan masalah seperti patellofemoral pain syndrome yang lebih banyak dialami pada atlet lari dan sepeda. Nyeri yang muncul biasanya terasa di sekitar lutut atau bagian belakang lutut dan keparahan sakitnya berbeda-beda. Rasa sakit ini akan diperparah dengan melakukan aktivitas berat dan sebaliknya, akan sembuh jika beristirahat yang cukup.

Bagaimana cara menghindari cedera lutut?

Sebenarnya, cedera lutut bisa dihindari dan dicegah, berikut adalah cara untuk mencegah cedera pada lutut:

  • Melakukan pemanasan dan peregangan sebelum serta sesudah melakukan olahraga
  • Membiasakan diri untuk menggunakan tangga dibandingkan lift, mengendarai sepeda, serta mengangkat beban berat ketika berolahraga. Hal ini akan melatih kekuatan kaki.
  • Hindari perubahan intensitas olahraga yang tiba-tiba
  • Pakailah sepatu yang sesuai
  • Menjaga berat badan agar tekanan pada lutut tidak bertambah
  • Memakai pelindung lutut ketika melakukan beberapa olahraga seperti bersepeda.

BACA JUGA: Tips untuk Mencegah Cedera di Tempat Kerja

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit