Tumor Otak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tumor otak?

Pengertian tumor otak adalah penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan abnormal di otak. Umumnya, hal ini terjadi karena sel-sel yang tumbuh secara tidak normal dan tak terkendali, yang dapat mengganggu fungsi otak.

Tumor otak dapat berasal dari pertumbuhan sel abnormal di otak itu sendiri atau disebut primer. Namun, tumor otak juga dapat terjadi karena penyebaran dari kanker pada bagian lain dari tubuh atau disebut sekunder (metastasis).

Meski demikian, tumor di bagian sistem saraf pusat ini tidak selalu menyebabkan kanker. Beberapa jenis tumor otak bersifat jinak, yaitu berada di stadium 1 dan 2.  Sementara tipe tumor otak lainnya bersifat ganas, yang berada di stadium 3 dan 4. Tumor yang ganas inilah yang kemudian tergolong ke dalam kanker otak.

Jenis-jenis tumor otak

Berdasarkan klasifikasi yang disebutkan di atas, ada beberapa jenis tumor otak yang sering terjadi, yaitu:

  • Glioma: Tumor ini muncul dari sel-sel glia, yang terdiri dari sel astrosit, epyndemal, oligodendrosit, dan lainnya.
  • Meningioma: Meningioma menyerang jaringan selaput otak, yang umumnya pada otak kecil dan otak besar.
  • Adenoma pituitari: Tumor jenis ini tumbuh dan berkembang pada permukaan kelenjar pituitari atau hipofisis.
  • Neuroma akustik: Tumor dapat berasal dari sel Schwann, yang umumnya berada di bagian luar saraf yang menghubungkan otak dan telinga.
  • Limfoma sistem saraf pusat: Tumor ini terjadi pada sistem limfatik yang berada di sistem saraf pusat, yaitu otak.
  • Craniopharyngioma: Terjadi pada area otak yang berdekatan dengan mata atau sekitar bagian bawah otak yang berdekatan dengan kelenjar pituitari.
  • Tumor kelenjar pineal: Jenis tumor ini bermula pada kelenjar pineal yang berdekatan dengan pusat otak.
  • Tumor metastasis: Tumor ini berasal dari bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru, payudara, usus, ginjal, ataupun kulit.

Apakah tumor otak bisa disembuhkan?

Penderita tumor otak masih bisa sembuh bila ditemukan lebih dini dan berada di stadium awal. Tumor yang bersifat jinak, terutama di stadium 1, masih bisa sembuh bila dilakukan operasi pengangkatan tumor seluruhnya.

Namun, pada stadium yang lebih tinggi, tumor mungkin saja menyebar ke jaringan lain yang terdekat atau bahkan kembali lagi meski pengobatan telah dilakukan. Pada kondisi ini, penderita tumor sulit sembuh secara total.

Adapun pengobatan yang diberikan hanya untuk mengurangi gejala, memperlambat perkembangan tumor, serta memperpanjang angka harapan hidup.

Seberapa umum tumor otak terjadi?

Tumor otak adalah salah satu penyakit yang dapat dialami oleh penderita pada usia berapapun. Namun, Yayasan Kanker Indonesia menyebut penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak berusia 3-12 tahun dan orang dewasa berusia 40-70 tahun.

Adapun dilihat dari jenisnya, tumor sekunder lebih sering terjadi daripada tumor primer pada orang dewasa.

Anda dapat terhindar dari penyakit satu ini dengan mengurangi fator-faktor risiko yang dapat menyebabkannya. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tumor otak?

Gejala, tanda-tanda, dan ciri-ciri penyakit tumor otak bisa bervariasi, tergantung pada lokasi, ukuran, dan kecepatan pertumbuhannya (jinak atau ganas). Namun secara umum, ciri-ciri dan gejala tumor otak pada orang dewasa yang biasanya muncul pada stadium awal hingga akhir adalah:

  • Sakit kepala yang sering dan parah.
  • Kejang, yang bisa terjadi seperti sentakan pada tangan, lengan, kaki, atau mungkin seluruh tubuh Anda, terutama bila Anda tidak pernah mengalami kejang sebelumnya.
  • Sering mual dan muntah tanpa alasan yang jelas.
  • Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan secara bertahap.
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara.
  • Kebingungan melakukan hal sehari-hari.
  • Kehilangan kesimbangan.
  • Masalah pendengaran, seperti sensasi telinga berdenging yang konstan (tinnitus).
  • Masalah dengan ingatan.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan dengan dokter Anda bila Anda khawatir akan suatu gejala tertentu.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki ciri-ciri atau gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, terutama bila terjadi secara terus menerus dan tak kunjung sembuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Gejala di atas memang mirip dengan penyakit lain yang lebih ringan, tetapi tidak ada salahnya untuk memastikan penyebab dari kondisi yang Anda alami ke dokter.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab & faktor risiko

Apa penyebab tumor otak?

Tumor otak dapat muncul akibat pertumbuhan sel abnormal pada otak itu sendiri (primer) atau disebabkan oleh penyebaran kanker dari organ tubuh lainnya (sekunder).

Pada jenis primer, sel atau jaringan abnormal bisa berasal dari sel glia, meninges, kelenjar pituitari, kelenjar pineal, atau sel dan jaringan lainnya. Sementara pada jenis sekunder atau metastatis, sel tumor bisa berasal dari bagian tubuh lainnya, seperti payudara, usus besar, paru-paru, ginjal, dan kulit.

Penyebab munculnya penyakit tumor otak tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, para peneliti menemukan adanya perubahan pada sel yang normal atau sehat menjadi sel tumor (abnormal) pada penderitanya.

Adapun perubahan ini disebabkan oleh mutasi DNA pada sel. Bila terjadi mutasi DNA, sel yang seharusnya tumbuh dan mati pada suatu waktu justru tetap hidup dan berkembang biak secara tidak terkendali hingga menjadi tumor.

Meski demikian, penyebab mutasi DNA tersebut belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut.

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini?

Beberapa faktor diyakini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Meski demikian, memiliki satu atau lebih faktor risiko bukan berarti Anda akan pasti terkena tumor.

Di sisi lain, seseorang yang terkena tumor pun bisa saja memiliki faktor risiko yang tidak diketahui. Faktor risiko tersebut, yaitu:

1. Pertambahan usia

Risiko penyakit ini meningkat seiring dengan pertambahan usia. Pasalnya, penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua, meski anak-anak atau dewasa yang muda pun bisa mengalaminya.

2. Paparan radiasi

Jika Anda pernah terkena radiasi ionisasi, seperti terapi radiasi untuk mengatasi kanker atau radiasi dari bom atom, Anda dapat memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit ini.

3. Riwayat keluarga

Sebagian kecil penyakit tumor ini terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit sama atau kelainan genetik tertentu, seperti neurofibrimatosis tipe 1 (NF1) dan tipe 2 (NF2), tuberous sclerosis, sindrom Von Hippel-Lindau, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Turcot, dan lainnya.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit tumor otak?

Dalam membuat diagnosis tumor otak, dokter akan mengajukan pertanyaan tentang gejala yang Anda rasakan serta melihat riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan neurologis.

Jika dokter mencurigai adanya kemungkinan jaringan abnormal di otak, maka dokter akan melakukan satu atau lebih dari tes berikut :

  • Pemindaian otak: Anda dapat diminta untuk melakukan CT (CAT) scan atau MRI untuk melihat gambar otak Anda dengan lebih jelas. PET scan pun mungkin perlu dijalani bila tumor yang Anda miliki diketahui berasal dari organ tubuh lain, seperti paru-paru.
  • Angiogram otak: Tes ini melibatkan penggunaan pewarna dan sinar X dari pembuluh darah di otak. Hal ini untuk mencari tanda-tanda tumor atau pembuluh darah abnormal.
  • Biopsi: Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tumor untuk kemudian diteliti di bawah mikroskop. Tes ini dilakukan untuk menentukan apakah tumor bersifat jinak atau ganas (kanker).

Beberapa tes lain mungkin juga diperlukan, tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis tes pemeriksaan yang tepat.

Bagaimana cara mengobati tumor otak?

Pengobatan untuk penyakit ini tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa obat dan pengobatan untuk tumor otak yang umumnya direkomendasikan dokter, yaitu:

1. Operasi

Operasi merupakan cara utama untuk mengobati tumor otak. Pada jenis pengobatan ini, dokter akan mengangkat seluruh atau sebagian jaringan tumor yang mungkin bisa diangkat, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

2. Radioterapi

Bila seluruh jaringan tumor sulit diangkat atau pembedahan tidak mungkin dilakukan, cara lain untuk menyembuhkan tumor otak adalah dengan melakukan terapi radiasi. Terapi radiasi atau radioterapi dilakukan dengan memancarkan radiasi berkekuatan tinggi, seperti sinar X atau proton, atau brakiterapi untuk membunuh sel tumor.

3. Kemoterapi

Sama seperti radioterapi, kemoterapi juga umumnya dilakukan setelah operasi untuk membunuh sisa sel tumor yang tidak terangkat. Jenis pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, baik dalam bentuk pil minum atau intravena. Obat kemoterapi yang biasanya digunakan untuk penyembuhan tumor otak, yaitu temozolomide (Temodar).

4. Obat-obatan

Dokter juga mungkin akan meresepkan beberapa obat-obatan, seperti steroid untuk mengurangi pembengkakan di sekitar tumor, pereda nyeri, dan antikonvulsan (antikejang) yang diberikan sebelum dan sesudah operasi. Obat-obatan lain juga mungkin diresepkan untuk membantu mengatasi gejala yang muncul.

5. Rehabilitasi setelah pengobatan

Berbagai jenis pengobatan untuk otak dapat memengaruhi kemampuan motorik, bicara, melihat, dan berpikir Anda. Oleh karena itu, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menjalani rehabilitasi setelah pengobatan.

Sebagai contoh, ahli terapis fisik untuk melatih kekuatan dan keseimbangan, ahli terapis bicara untuk menangani masalah dalam berbicara, mengekspresikan pikiran, atau menelan.

Jenis pengobatan lainnya mungkin dibutuhkan oleh Anda. Konsultasikan selalu dengan dokter mengenai jenis pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Perawatan di rumah

Apa saja gaya hidup dan perawatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan atau alternatif tertentu diyakini dapat menjadi cara untuk mengobati tumor otak secara alami. Beberapa cara tersebut adalah:

  • Akupunktur, meditasi, terapi musik, atau latihan relaksasi sebagai obat alami tumor otak.
  • Konsumsi makanan yang baik untuk penderita tumor otak, yaitu perbanyak makan sayuran dan buah-buahan serta yang mengandung lemak baik.
  • Rutin olahraga sesuai saran dari dokter.
  • Berhenti merokok.
  • Rutin minum obat yang diresepkan dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah tumor otak?

Penyebab penyakit ini memang belum diketahui pasti. Oleh karena itu, tidak ada cara khusus untuk mencegah tumor otak pada diri Anda. Meski demikian, Anda bisa menurunkan risiko penyakit ini dengan menghindari berbagai faktor risiko yang mungkin bisa menyebabkannya, seperti menghindari paparan radiasi yang tidak perlu.

Selain itu, Anda pun perlu tetap menerapkan pola hidup sehat agar badan tetap bugar sebagai bentuk pencegahan terhadap berbagai penyakit, termasuk tumor otak, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta berhenti merokok dan menghindari asap rokok.  Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Kanker Otak yang Penting Diketahui

Penyebab kanker otak yaitu perubahan sel normal di otak menjadi sel tumor karena adanya mutasi DNA. Selain itu, ada pula berbagai faktor risiko kanker otak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 15 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Bedanya Sakit Kepala Akibat Tumor dengan Sakit Kepala Biasa?

Salah satu gejala dari tumor otak adalah sakit kepala. Tapi, sakit kepala ini sering dianggap sakit kepala biasa. Memang, apa sih bedanya?

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2019 . Waktu baca 6 menit

Peluang Sembuh dan Angka Harapan Hidup Kanker Otak

Kanker otak adalah tumor ganas yang bersarang di dalam otak sehingga menyebabkan kematian. Lalu, apakah penderita kanker otak masih memiliki harapan hidup?

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit

Sering Luput dari Perhatian, Gejala Kanker Otak Ini Harus Anda Waspadai

Pertumbuhan sel abnormal di otak atau kanker otak akan menimbulkan berbagai tanda pada tubuh. Berikut berbagai gejala kanker otak yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 28 September 2018 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat dan cara mengobati kanker otak

Berbagai Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
makanan yang dapat menyembuhkan kanker otak

Jenis Makanan Sehat untuk Membantu Menyembuhkan Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
obat tradisional dan herbal kanker otak

Pilihan Obat Tradisional (Herbal) untuk Membantu Mengatasi Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit
stadium kanker otak

Mengenali Stadium Kanker Otak, Mulai dari Awal Hingga Akhir

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 6 menit