8 Jenis Tumor Otak, Mulai dari yang Jinak Hingga yang Paling Ganas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Tumor otak memiliki beragam jenis. Setiap jenis tumor bisa menimbulkan gejala dan membutuhkan pengobatan yang berbeda. Oleh karena itu, mengenali jenis-jenis tumor otak ini dapat membantu Anda memahami kondisi Anda serta menentukan pengobatan yang tepat. Lantas, apa saja jenis tumor otak yang sering terjadi?

Klasifikasi atau pembagian jenis tumor otak

Tumor otak adalah sekumpulan massa yang dibentuk oleh sel abnormal yang terjadi pada otak, baik yang tumbuh dengan sendirinya (primer) maupun hasil dari metastasis atau penyebaran sel kanker dari organ lainnya (sekunder). Pada tumor otak primer, WHO mengklasifikasikan kondisi ini berdasarkan asal sel tumor dan tingkat keganasan tumor pada otak. 

Berdasarkan asalnya, tumor dapat tumbuh dan terbentuk di hampir seluruh jenis jaringan atau sel di otak. Namun, sebagian besar tumor otak primer terjadi pada sel glial, yaitu sel yang menghubungkan sel saraf pada otak. 

Sementara itu, berdasarkan tingkat keganasannya, tumor otak dibedakan menjadi jinak dan ganas. Tumor otak jinak cenderung berkembang lambat dan tidak menyebar ke bagian otak lainnya. Sebaliknya, tumor otak ganas atau juga disebut kanker otak cenderung tumbuh dan menyebar dengan cepat, sehingga membutuhkan perawatan yang lebih intensif. 

Jenis tumor otak yang sering terjadi

Berdasarkan klasifikasi atau pembagian di atas, WHO menyebut terdapat lebih dari 130 tipe tumor otak yang telah teridentifikasi. Dari ratusan jenis tersebut, ada beberapa yang sering terjadi pada manusia. Berikut adalah beberapa jenis tumor otak yang umumnya ditemukan: 

1. Meningioma

Meningioma adalah jenis tumor otak yang terjadi di meninges, yaitu lapisan jaringan yang mengelilingi bagian luar otak dan sumsum tulang belakang. Jenis tumor ini dapat bermula di bagian otak manapun, tetapi umumnya di otak besar dan otak kecil.

Penyakit meningioma merupakan tumor otak primer yang paling umum terjadi pada orang dewasa, terutama berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar kasus tumor meningioma adalah bersifat jinak atau berada di level rendah (I). Namun, pada kasus yang jarang, penyakit ini bisa tumbuh dan berkembang secara cepat hingga mencapai level III atau bahkan bisa menyebar ke wajah dan tulang belakang.

Tumor meningioma dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti mual dan muntah, kejang, sakit kepala, perubahan perilaku dan kognitif, hingga gangguan penglihatan. Adapun pengobatan penyakit tumor meningioma adalah operasi atau radioterapi. Bila bersifat jinak atau berada di level rendah, pengobatan umumnya belum dibutuhkan, tetapi dokter tetap akan melakukan pengawasan dengan rutin tes MRI. 

2. Adenoma pituitari

Adenoma pituitari atau tumor hipofisis adalah jenis tumor otak yang tumbuh pada kelenjar pituitari, yaitu kelenjar yang mengontrol berbagai fungsi tubuh serta melepaskan hormon ke dalam aliran darah. Jenis tumor ini biasanya ditemukan pada orang dewasa, dan umumnya memiliki tingkat keganasan yang rendah (jinak).

Gejala yang ditimbulkan pada tumor hipofisis tergantung pada aktivitas tumor, yaitu apakah menghasilkan hormon atau tidak. Beberapa gejala yang umum terjadi, yaitu: 

  • Sakit kepala dan gangguan penglihatan akibat tekanan dari tumor.
  • Mual dan muntah. 
  • Perubahan kognitif.
  • Berhenti menstruasi.
  • Timbul rambut abnormal pada perempuan.
  • Keluar cairan dari payudara. 
  • Impotensi pada pria.
  • Kenaikan berat badan dan pertumbuhan tangan dan kaki yang tidak wajar.

Adapun pengobatan adenoma pituitari atau tumor hipofisis diantaranya pengawasan dokter (terutama bila tidak menimbulkan gejala), operasi, radioterapi, obat untuk menurunkan kadar hormon, atau obat untuk pengganti hormon.

3. Neuroma akustik

telinga berdenging atau tinnitus adalah

Neuroma akustik atau schwannoma vestibular adalah jenis tumor otak jinak yang bermula di sel Schwann. Penyakit neuroma akustik umumnya terjadi di sel Schwann yang berada di bagian luar saraf vestibulocochlear, yaitu saraf yang menghubungkan otak ke telinga dan berfungsi mengontrol pendengaran dan keseimbangan.

Tumor neuroma akustik umumnya tumbuh secara lambat dan bersifat jinak. Oleh karena itu, penderitanya mungkin tidak memiliki gejala dalam beberapa waktu. Meski demikian, beberapa gejala neuroma akustik atau schwannoma vestibular yang mungkin timbul adalah gangguan pendengaran dan keseimbangan, dering atau suara berdengung di satu atau kedua telinga, pusing atau vertigo, serta mati rasa pada wajah.

Adapun pengobatan neuroma akustik diantaranya pengawasan dokter (bila tanpa gejala), operasi, atau radioterapi.

4. Craniopharyngioma

Craniopharyngioma atau kraniofaringioma adalah jenis tumor otak yang terjadi di area otak yang berdekatan dengan mata atau sekitar bagian bawah otak yang berdekatan dengan kelenjar pitutari. Jenis tumor ini bisa terjadi pada anak-anak dan lansia serta bersifat jinak (non-kanker). 

Adapun gejala yang ditimbulkan dari tumor craniopharyngioma adalah gangguan penglihatan, sakit kepala, perubahan hormon pada orang dewasa, atau gangguan pertumbuhan pada anak. Sementara pengobatan penyakit ini diantaranya operasi, radioterapi, atau terapi pengganti hormon. 

5. Tumor kelenjar pineal

Jenis tumor otak ini bermula di kelenjar pineal atau jaringan di sekitarnya. Kelenjar pineal berada di tengah otak, tepat di belakang batang otak, serta berfungsi memproduksi hormon melatonin yang mengontrol tidur. Tingkat keganasan tumor kelenjar pineal bisa bervariasi, dari rendah hingga ke tinggi, dan umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. 

Sementara gejala utama dari tumor kelenjar pineal, yaitu kelelahan, sakit kepala, lemas, kesulitan mengingat, mual dan muntah, serta berpotensi menyebabkan hidrosefalus.

6. Tumor otak glioma 

penyakit tumor otak adalah

Glioma merupakan tipe tumor otak ganas yang paling sering terjadi pada orang dewasa. American Association of Neurological menyebut, sekitar 78 persen dari total kasus tumor otak ganas tergolong sebagai glioma. 

Tumor otak glioma dimulai di sel-sel glial. Tipe ini terbagi lagi ke dalam beberapa subtipe berdasarkan jenis sel glial yang terkena. Beberapa subtipe tumor otak glioma, yaitu: 

Astrositoma

Tumor astrositoma terjadi di sel glial yang disebut astrosit. Jenis tumor ini memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Pada tingkat rendah (level I atau II), astrositoma paling sering ditemukan pada anak-anak, tetapi pada tingkat tinggi (level III atau IV) penyakit ini lebih sering terjadi pada orang dewasa. Adapun astrositoma pada level IV atau dengan keganasan paling tinggi dikenal juga dengan nama glioblastoma.

Oligodendroglioma

Tumor otak ini bermula di sel glial bernama oligodendrosit. Jenis ini biasanya terjadi pada otak besar sisi depan dan pinggir serta mengganggu pembentukan selaput myelin yang berfungsi dalam menghantarkan impuls pada sel saraf. Sebagian besar penyakit ini ditemukan pada usia dewasa, tetapi anak-anak juga dapat mengalaminya. 

Ependymoma

Tumor ependymoma bermula di sel-sel glial bernama ependymal, yaitu sel yang melapisi bagian otak di mana cairan serebrospinal (CSF) diproduksi. Jenis tumor ini dapat terjadi di bagian otak tersebut atau di sumsum tulang belakang. Umumnya, ependymoma ditemukan pada anak-anak atau usia remaja, tetapi penyakit ini juga bisa terjadi pada orang dewasa. Adapun tumor ini dapat menyebabkan pembesaran kepala akibat cairan (hidrosefalus).

Glioma batang otak

Hampir sebagian besar kasus glioma batang otak terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Tumor ini menyerang bagian bawah otak dan dapat terjadi dengan tingkat keganasan rendah hingga tinggi. 

Glioma saraf optik

Jenis tumor otak ini sebagian besar ditemukan pada bayi dan anak-anak, tetapi juga dapat dialami oleh orang dewasa. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan tumor di sekitar saraf yang menghubungkan mata dan otak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan progresif.

Glioma campuran

Sebagaimana namanya, jenis glioma ini merupakan campuran dari beberapa jenis glioma dengan tingkat keganasan yang cenderung tinggi.

Penderita tumor otak jenis glioma umumnya merasakan berbagai gejala, seperti kejang, sakit kepala, perubahan perilaku, perubahan kemampuan kognitif, dan/atau mengalami kesulitan berjalan atau kelumpuhan. Adapun pengobatan untuk tumor otak glioma diantaranya operasi, radioterapi, dan kemoterapi

7. Limfoma sistem saraf pusat 

Limfoma adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di sistem limfatik, yang tersebar di seluruh tubuh termasuk sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Kanker limfoma yang tumbuh di otak umumnya bermula di bagian depan otak atau disebut otak besar.

Jenis tumor ini biasanya terjadi pada lansia dan bersifat sangat ganas (agresif), sehingga cenderung sulit diobati. Adapun gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini, seperti sakit kepala, penglihatan buram, kejang, perubahan perilaku, atau kesulitan berjalan dan keseimbangan. 

8. Tumor otak metastasis

Selain berbagai jenis tumor otak primer, tumor otak juga bisa terjadi secara sekunder atau disebut metastasis. Jenis tumor ini umumnya berasal dari organ lain dari tubuh, seperti paru-paru, payudara, ginjal, usus besar, atau kulit.

Sebagian besar tumor otak ini terletak di otak besar, tetapi dapat pula menyerang atau meyebar ke otak kecil dan batang otak. Adapun gejala yang ditimbulkan diantaranya, sakit kepala, kejang, perubahan perilaku dan kognitif, sert penurunan koordinasi tubuh. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Mengenali Stadium Kanker Otak, Mulai dari Awal Hingga Akhir

Kanker otak memiliki empat tingkatan atau stadium. Kenali stadium kanker otak, dari 1, 2, 3, hingga 4, beserta gejala dan pengobatan yang umum diberikan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 15 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Kanker Otak yang Penting Diketahui

Penyebab kanker otak yaitu perubahan sel normal di otak menjadi sel tumor karena adanya mutasi DNA. Selain itu, ada pula berbagai faktor risiko kanker otak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 15 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gejala kanker lidah

Kanker Lidah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker mulut gusi gigi bibir

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit