home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Makanan yang Dibakar Menjadi Penyebab Kanker?

Benarkah Makanan yang Dibakar Menjadi Penyebab Kanker?

Kanker merupakan salah satu penyakit serius yang dapat menyerang siapa saja. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kanker, termasuk faktor genetik hingga faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kanker adalah makanan yang Anda konsumsi. Ya, jenis makanan tertentu bisa menjadi penyebab kanker, seperti makanan yang dibakar. Nah, untuk memahaminya, simak penjelasan berikut ini, yuk!

Alasan makanan yang dibakar dapat meningkatkan risiko kanker

Anda pasti pernah mengonsumsi makanan yang diolah dengan pembakaran, contohnya, sate, barbeque (BBQ), atau ikan dan ayam bakar. Nah, tidak sedikit orang yang suka dengan jenis makanan ini.

Biasanya, makanan ini memiliki rasa khasnya tersendiri. Namun, tahukah Anda ternyata makanan yang dibakar tergolong makanan yang kurang sehat? Ya, makanan yang dibakar diduga dapat menjadi penyebab kanker.

Bagaimana bisa? Membakar makanan seperti daging, ayam, atau ikan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Senyawa protein dalam otot yang ada dalam daging, ayam, atau ikan dapat bereaksi dengan suhu tinggi dari pembakaran dan membentuk senyawa karsinogenik.

Senyawa karsinogenik ini bernama heterocyclic amines (HCA). Selain itu, senyawa lain, polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) juga bisa terbentuk dan meningkatkan risiko kanker.

Senyawa PAH terbentuk saat lemak daging, ayam, atau ikan menetes ke bara panas dan menimbulkan asap yang mengendap dalam makanan.

HCA dan PAH mulai terbentuk ketika suhu pembakaran mencapai 100C dan bisa menjadi lebih berbahaya saat suhu mencapai 300C. HCA dan PAH dapat merusak komposisi DNA dalam gen Anda, sehingga dapat memicu perkembangan sel kanker.

Sel-sel kanker ini dapat berkembang menjadi kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, kanker prostat, sampai kanker getah bening.

Hal ini mungkin terjadi karena senyawa karsinogenik HCA dapat menyebar ke jaringan lain ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Oleh sebab itu, makanan yang dibakar diduga salah satu faktor penyebab kanker.

Apa harus berhenti mengonsumsi makanan yang dibakar?

Tampaknya, Anda tidak harus berhenti mengonsumsi makanan yang dibakar untuk mencegah kanker. Pasalnya, penyebab kanker bukan hanya semata makanan saja.

Masih banyak penyebab kanker lainnya yang lebih berbahaya. Namun, ada baiknya Anda membatasi, jangan terlalu banyak atau sering makan makanan dengan proses bakar, terutama daging.

Mengapa? Daging atau ayam memiliki kandungan protein dan lemak yang lebih banyak daripada ikan. Alhasil, senyawa HCA yang terbentuk dari pembakaran daging bisa lebih banyak daripada ikan bakar.

Itu artinya, mengonsumsi makanan yang dibakar tersebut dapat meningkatkan risiko penyebab kanker. Selain itu, daging atau ayam membutuhkan waktu lebih lama saat dibakar.

Semakin lama makanan proses pembakaran, maka semakin berbahaya bagi kesehatan. Jadi, risiko ikan bakar dalam menyebabkan kanker sebenarnya lebih kecil dibandingkan jika Anda makan daging atau ayam bakar.

Tips meminimalkan risiko konsumsi makanan yang dibakar

Agar makanan dengan proses bakar tidak menjadi penyebab kanker, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti saat hendak membakar makanan atau melakukan pesta barbeque bersama teman dan keluarga.

1. Hindari membakar daging olahan

Anda boleh saja membakar makanan atau daging, tetapi hindari membakar daging olahan. Contoh daging olahan adalah, sosis, hot dogs, dan masih banyak lagi.

Daging olahan melalui proses yang sudah memberikan Anda risiko kanker saat mengonsumsinya. Risiko tersebut akan semakin meningkat jika Anda membakar daging tersebut.

Selain itu, daging olahan ini dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko Anda mengalami kanker kolorektal. Oleh sebab itu, lebih baik hindari untuk membakar jenis daging tersebut.

2. Batasi jumlah daging merah

Selanjutnya, jika Anda ingin membakar makanan, batasi jumlah daging merah seperti daging sapi, daging domba, atau daging babi. Pasalnya, mengonsumsi makanan yang dibakar dapat menjadi penyebab kanker.

Lebih baik, pilih daging atau makanan yang lebih aman untuk Anda bakar, seperti daging ayam tanpa kulit atau daging ikan. Keduanya tergolong daging yang relatif lebih aman untuk Anda bakar dan konsumsi.

Jika memang ingin mengonsumsi daging merah, batasi jumlahnya. Contohnya, tiga hingga enam ons daging setiap minggunya. Dengan begitu, Anda bisa menghindari atau mengurangi risiko kanker yang berasal dari makanan ini.

3. Marinasi daging dengan bahan asam atau rempah

Sebelum Anda membakar daging sapi, ayam, ikan, dan berbagai daging lainnya, sebaiknya marinasi terlebih dahulu. Marinasi dapat menurunkan kadar pembentukan HCA hingga 99 persen.

Jika Anda ingin marinasi, gunakan dengan bahan-bahan asam. Anda dapat menggunakan cuka, perasan lemon, atau tumbuhan herbal seperti daun mint, rosemary, tarragon atau sage.

Berbagai bahan tersebut dapat mengurangi HCA hingga 96 persen. Setidaknya, marinasi selama 30 menit sudah dapat memberikan efek tersebut. Alhasil, makanan ini lebih aman dan mengurangi risiko penyebab kanker.

4. Buang lemak pada daging

Menurut MD Anderson Cancer Center, PAH dapat terbentuk pada asap pembakaran saat lemak yang terdapat pada daging sapi, daging ayam, daging ikan dan berbagai daging lainnya jatuh pada sumber pembakaran.

Asap yang mengandung PAH tersebut dapat menempel pada makanan yang Anda bakar. Oleh sebab itu, untuk menghindari risiko ini, lebih baik buang terlebih dahulu lemak yang terdapat pada daging sebelum membakarnya.

5. Sediakan sayur dan buah

Saat mengadakan pesta barbeque, jangan hanya membakar daging saja. Pastikan bahwa Anda juga menyediakan buah dan sayur sebagai pelengkap. Anda dapat mengonsumsi bayam, apel, semangka, blueberry, dan anggur.

Membakar buah dan sayur adalah cara terbaik untuk menambah asupan nutrisi dan vitamin yang dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit seperti kanker.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Keep Cancer Off the BBQ Grill. Retrieved 11 May 2021, from https://www.mdanderson.org/newsroom/does-eating-meat-cause-cancer—meat–cancer.h00-158672634.html

Five Steps for Cancer-Safe Grilling. Retrieved 11 May 2021, from https://www.aicr.org/news/five-steps-for-cancer-safe-grilling/

Exposure to Chemicals When Food is Grilled. Retrieved 11 May 2021, from https://www.breastcancer.org/risk/factors/grilled_food

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 08/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x