home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Cat Rambut Bisa Menyebabkan Kanker? Cari Tahu di Sini

Benarkah Cat Rambut Bisa Menyebabkan Kanker? Cari Tahu di Sini

Mewarnai rambut sudah menjadi bagian dari tren di kalangan anak muda saat ini. Namun, apakah mewarnai rambut itu sebenarnya aman untuk kesehatan? Anda mungkin sudah pernah mendengar rumor yang berkaitan dengan cat rambut dan kanker. Bahkan, para ahli telah melakukan penelitian mengenai potensi cat rambut sebagai faktor risiko yang memicu berbagai jenis kanker. Untuk mengetahui apakah cat rambut dapat menyebabkan kanker atau tidak, simak penjelasannya berikut ini.

Tipe-tipe cat rambut

Sebelum memahami apakah cat rambut memang dapat menyebabkan kanker, pahami terlebih dahulu mengenai tipe-tipe cat rambut yang paling banyak beredar di pasaran.

Menurut American Cancer Society, pewarna rambut umumnya mengandung beragam bahan kimia. Biasanya, orang akan terkena bahan kimia dari pewarna rambut melalui kontak kulit. Ada tiga tipe utama dari cat rambut, yaitu:

  • Pewarna temporer. Pewarna ini menutupi permukaan rambut, namun tidak menembus ke dalam batang rambut. Biasanya, pewarna ini hanya bertahan selama 1-2 kali keramas.
  • Pewarna semi-permanen. Pewarna ini tidak menembus ke dalam batang rambut. Biasanya, pewarna ini bertahan selama 5-10 kali keramas.
  • Pewarna permanen (oksidatif). Pewarna ini menyebabkan perubahan kimia permanen pada batang rambut. Ini adalah jenis pewarna yang paling populer di pasaran, karena warnanya tidak akan berubah hingga muncul rambut baru.

Mengapa cat rambut diduga berpotensi menyebabkan kanker?

Menurut National Cancer Institute, ada lebih dari 5.000 macam zat kimia yang ada dalam pewarna rambut. Nah, beberapa dari macam-macam zat kimia tersebut dapat menjadi penyebab kanker pada binatang.

Biasanya, Anda akan terpapar oleh zat kimia pada cat rambut jika menyentuhnya secara langsung atau tak sengaja menghirup bau dari zat kimia tersebut selama proses pewarnaan rambut.

Bagi Anda yang bekerja sebagai penata rambut, risiko terpapar oleh zat kimia pada cat rambut tentu sangat besar. Oleh sebab itu, risiko mengalami kanker akibat cat rambut juga tak kalah besarnya.

Namun, risiko kanker bagi orang yang mengecat rambutnya, baik secara mandiri atau dengan bantuan penata rambut, masih belum pasti. Apalagi, berbagai penelitian terkait masih belum memberikan hasil yang konsisten.

American Cancer Society menambahkan bahwa penelitian mengenai apakah cat rambut dapat menyebabkan kanker telah terfokus pada beberapa kanker tertentu, seperti kanker kandung kemih, non-Hodgkin lymphoma (NHL), leukimia akut, dan kanker payudara.

Berikut paparan lebih lanjut:

Risiko mengalami kanker kandung kemih

Kebanyakan penelitian menemukan risiko yang tidak terlalu tinggi terhadap penyakit kanker kandung kemih. Akan tetapi, jika terus-menerus terpapar oleh zat kimia dari cat rambut, risiko akan konsisten meningkat.

Hal ini sangat mungkin terjadi pada orang yang bekerja mewarnai rambut seperti penata rambut dan tukang cukur. Akan tetapi, belum ada hasil penelitian yang menyatakan peningkatan risiko kanker kandung kemih pada orang yang menggunakan cat rambut.

Risiko kanker leukemia dan lymphoma

Selain kanker kandung kemih, ada pula risiko mengalami kanker leukimia dan lymphoma akibat penggunaan cat rambut. Kedua kanker tersebut berkaitan dengan darah.

Namun, hasil penelitian mengenai cat rambut dapat menyebabkan kanker leukimia dan lymphoma ternyata masih sangat beragam. Artinya, para ahli masih belum berhasil membuktikan risiko tersebut.

Risiko kanker payudara

Menurut National Institute of Health, penggunaan cat rambut ternyata juga memiliki risiko menyebabkan kanker payudara. Namun, berbagai penelitian masih belum menunjukkan hasil yang konsisten.

Alhasil, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya.

Perhatikan jenis-jenis cat rambut yang berbahaya

Beberapa lembaga ahli ini telah mengklasifikasikan cat rambut atau bahan-bahan cat rambut apa yang dapat menyebabkan kanker.

The International Agency of Research on Cancer (IARC) merupakan bagian dari World Health Organization (WHO) yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kanker.

IARC menyimpulkan bahwa pekerjaan seperti tukang cukur atau penata rambut merupakan profesi yang berisiko tinggi untuk kanker. Namun, mewarnai rambut sendiri belum bisa menunjukkan adanya risiko kanker.

Pasalnya, aktivitas tersebut tidak atau belum bisa diklasifikasikan sebagai karsinogenik untuk manusia. Apalagi, masih belum ada cukup penelitian yang dapat menunjang dugaan tersebut.

The National Toxicology Program (NTP) yang terbentuk dari bagian beberapa lembaga pemerintah AS menyatakan para ahli belum berhasil menemukan kaitan antara cat rambut dan kanker.

Namun, beberapa bahan kimia yang terdapat dalam pewarna rambut termasuk ke dalam klasifikasi bahan kimia yang bisa menjadi karsinogen manusia.

Bagaimana cara mewarnai rambut agar tetap aman?

Ketika cat rambut pertama kali muncul, bahan utamanya adalah coal-tar dyes yang dapat menyebabkan reaksi alergi cat rambut pada beberapa orang. Akan tetapi, pewarna rambut masa kini telah menggunakan sumber minyak bumi.

Namun, FDA menganggap bahwa pewarna rambut masih mengandung coal-tar dyes. Hal ini terjadi karena pewarna rambut sekarang masih mengandung bahan-bahan yang terdapat pada cat rambut zaman dahulu.

Oleh karena itu, ikutilah langkah-langkah berikut ketika mewarnai rambut:

  1. Jangan meninggalkan pewarna di kepala lebih dari yang Anda perlukan.
  2. Bilas kulit kepala secara menyeluruh dengan air setelah menggunakan cat rambut.
  3. Pakailah sarung tangan ketika menerapkan cat rambut.
  4. Ikuti petunjuk pada produk pewarna rambut dengan seksama.
  5. Jangan pernah mencampur produk pewarna rambut yang berbeda.
  6. Pastikan untuk melakukan patch test untuk mengetahui reaksi alergi sebelum menggunakan pewarna rambut. Untuk mengujinya, teteskan pewarna ke belakang telinga Anda dan diamkan selama 2 hari.
  7. Jika Anda tidak memiliki tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal, panas, atau kemerahan, maka Anda tidak akan memiliki reaksi alergi ketika cat rambut tersebut diterapkan pada rambut Anda. Selalu lakukan hal ini pada setiap produk yang berbeda.
  8. Jangan pernah mewarnai alis atau bulu mata.
  9. Reaksi alergi terhadap pewarna dapat menyebabkan pembengkakan dan meningkatkan risiko infeksi di sekitar mata atau di mata Anda. Hal ini dapat membahayakan mata Anda dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hair Dyes. Retrieved 11 May 2021, from http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/othercarcinogens/intheworkplace/hair-dyes

Hair Dyes and Cancer Risk. Retrieved 11 May 2021, from http://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths/hair-dyes-fact-sheet

Do Hair Dyes Increase Cancer Risks? Retrieved 11 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/do-hair-dyes-increase-cancer-risk-2021012021767

Permanent hair dye and straighteners may increase breast cancer risk. Retrieved 11 May 2021, from https://www.nih.gov/news-events/news-releases/permanent-hair-dye-straighteners-may-increase-breast-cancer-risk

True or False: Hair Dye Cause Cancer. Retrieved 11 May 2021, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=156988

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x