Informasi Lengkap Seputar Pemeriksaan Pap Smear yang Penting Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/08/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Papsmear merupakan salah satu prosedur pemeriksaan pada leher rahim pada wanita. Leher rahim atau disebut juga serviks adalah bagian paling rendah dari rahim. Fungsi utama dari pemeriksaan pap smear adalah sebagai salah satu deteksi dini kanker serviks (kanker leher rahim). Supaya lebih jelas lagi, mari ketahui lebih lanjut tentang pemeriksaan pap smear melalui penjelasan berikut ini.

Apa itu pemeriksan pap smear?

pemeriksaan pap smear tes pap smear

Pemeriksaan pap smear adalah tes yang dilakukan dengan mengumpulkan sampel sel dari leher rahim untuk kemudian dites lebih lanjut di laboratorium.

Prosedur ini dilakukan sebagai pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks (kanker leher rahim) sejak dini.

Pemeriksaan ini akan memperlihatkan keberadaan sel-sel prakanker atau kanker pada leher rahim Anda. Tes ini juga dapat membantu menunjukkan bila ada perubahan mencurigakan pada sel serviks, yang berisiko mengarah pada perkembangan kanker di kemudian hari.

Melakukan deteksi dini (screening), seperti menjalani tes IVA dan tes pap dengan pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan kanker serviks, dan bisa memberikan peluang kesembuhan yang lebih besar bagi pasien yang didiagnosis mengalami kanker leher rahim.

Pasalnya, semakin dini sel kanker ditemukan saat melakukan pemeriksaan pap smear, semakin cepat pula pengobatan kanker serviks bisa dilakukan. Dengan begitu, semakin besar pula peluang pasien untuk segera pulih.

Dengan melakukan tes ini secara dini, Anda juga mencegah terjadinya penyebaran sel kanker ke berbagai organ tubuh lain, seperti rahim, ovarium, paru-paru, dan hati.

Siapa saja yang wajib melakukan pemeriksaan pap smear?

masalah kesehatan wanita

Idealnya, semua wanita wajib menjalani tes untuk mendeteksi kanker serviks yang satu ini. Dokter umumnya akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes ini pertama kali pada usia 21 tahun, atau setidaknya saat Anda mulai aktif melakukan hubungan seksual. Apalagi jika Anda telah merasakan berbagai gejala kanker serviks.

Setelah itu, waktu yang tepat untuk mengulang pap smear secara rutin adalah setiap tiga tahun sekali sampai usia 65 tahun.

Pemeriksaan untuk wanita berusia di atas 30 tahun idealnya adalah setiap 5 tahun sekali, apabila pemeriksaannya dibarengi dengan tes HPV (Human papillomavirus).

Akan tetapi, jika tergolong berisiko tinggi, Anda mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan tes ini lebih sering sesuai usia Anda.

Seorang wanita dikatakan berpeluang tinggi terkena kanker serviks jika memiliki faktor risikonya. Berbagai faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker serviks  adalah:

  • Pernah didiagnosis kanker serviks, atau hasil tes screening sebelumnya menunjukkan adanya perkembangan sel prakanker.
  • Terpapar dengan dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir.
  • Terinfeksi virus HPV.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah karena transplantasi organ, kemoterapi, atau sedang menggunakan obat kostikosteroid dalam waktu lama.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang juga disarankan untuk lebih sering melakukan tes screening yang satu ini. Kondisi kesehatan yang perlu melakukan pap smear rutin adalah wanita yang positif memiliki HIV, dan wanita dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Namun, penyakit seperti kanker ovarium, klamidia, gonore, trikomoniasis, sipilis, herpes genital, dan PCOS tidak bisa dideteksi melalui tes ini.

Belum terlambat untuk melakukan tes pap meski usia Anda sudah di atas 30 tahun. Jika Anda seorang wanita, berusia di atas 30 tahun, dan belum pernah melakukan tes pap sebelumnya, coba konsultasikan dengan dokter.

Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan tes HPV. Keduanya merupakan tes deteksi dini (skrining) untuk kanker serviks.

Tahapan pemeriksaan pap smear

gejala efek samping obat hiv

Berikut ini adalah beberapa tahapan pemeriksaan pap smear yang perlu Anda ketahui.

Sebelum pemeriksaan

Salah satu persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum menjalani pemeriksaan ini adalah memastikan Anda sedang tidak menstruasi atau akan mendapatkannya dalam waktu dekat.

Pasalnya, menjalankan pap smear saat haid bisa membuat hasilnya menjadi kurang akurat. Beberapa persiapan penting lainnya sebelum melaksanakan tes ini adalah sebagai berikut:

  • Hindari berhubungan seksual 1-2 hari sebelum tes dilakukan.
  • Hindari membersihkan vagina dengan douche 1-2 hari sebelum tes. Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat.
  • Hindari memasang kontrasepsi vagina, seperti busa, krim, atau jeli yang diletakkan di dalam vagina sekitar 1-2 hari sebelum tes.
  • Hindari penggunaan obat-obatan untuk vagina (kecuali yang diresepkan dokter Anda) dua hari sebelum tes.
  • Pastikan Anda telah mengosongkan kandung kemih tepat sebelum melakukan tes.

Selain itu, beberapa hal di bawah ini adalah kondisi yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan screening. Sebaiknya Anda menginformasikan kepada dokter sebelum menjalani tes ini.

  • Mengonsumi obat-obatan, misalnya pil KB yang mengandung estrogen atau progestin. Hal ini karena obat ini dapat memengaruhi hasil tes.
  • Pernah melakukan tes yang sama sebelumnya, dan hasilnya adalah tidak normal.
  • Sedang hamil.

Dalam kebanyakan kasus, tes pap kemungkinan bisa dan aman dilakukan sebelum usia kehamilan menginjak 24 minggu. Lewat dari usia kehamilan tersebut, tes ini mungkin akan terasa sakit dan kurang nyaman.

Apabila Anda ingin melakukannya, tunggulah sampai sekitar 12 minggu setelah melahirkan agar hasil pemeriksaan pap lebih akurat.

Selama pemeriksaan

tahap pemeriksaan pap smear

Tes pap smear merupakan proses yang umumnya berjalan cepat dan sederhana. Selama pemeriksaan, dokter akan meminta Anda berbaring dengan membuka kaki lebar-lebar (seperti posisi mengangkang) di atas tempat tidur khusus, seperti gambar di atas.

Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat bernama spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi untuk membuka dan melebarkan lubang vagina.

Langkah selanjutnya dalam tes ini, dokter akan mengeruk sampel sel di leher rahim Anda dengan alat khusus berupa spatula, sikat halus, atau kombinasi dari keduanya (cytobrush).

Setelah berhasil diambil, sampel sel dari serviks akan diletakkan dan dikumpulkan dalam wadah yang berisi cairan khusus untuk menyimpan sampel sel. Sampel juga bisa diletakkan di atas slide kaca khusus.

Proses terakhir dari pap smear adalah mengirim sampel sel ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut dan hasilnya didapat.

Setelah pemeriksaan

dideteksi lewat pap smear

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pap smear adalah pemeriksaan medis yang biasanya tidak terasa menyakitkan. Namun terkadang, area perut Anda mungkin saja akan merasa sedikit sakit atau kram seperti saat sedang menstruasi.

Setelah tes selesai dilakukan, beberapa efek yang muncul adalah vagina terasa sedikit tertekan dan mengeluarkan sedikit darah. Tak perlu panik, ini adalah hal yang normal terjadi setelah pap smear dan dapat membaik dengan sendirinya.

Salah satu penyebab hal tersebut terjadi adalah adanya ketegangan otot-otot vagina selama tes ini berlangsung. Apabila otot vagina lebih rileks, rasa tidak nyaman setelah tes ini dapat lebih minim.

Beberapa orang dengan kondisi vagina kering juga mungkin mengeluhkan rasa tidak nyaman, karena itu bicarakan dulu dengan dokter sebelum menjalani tes screening ini bila Anda memang punya keluhan ini.

Hasil dari tes ini biasanya keluar 1-3 minggu setelahnya. Jika negatif, artinya leher rahim Anda dalam kondisi normal. Namun, hasil yang positif bukan berarti Anda langsung didiagnosis memiliki kanker serviks.

Hasil tes hanya menunjukkan adanya sel abnormal dalam leher rahim. Biasanya, melakukan ulang tes ini beberapa bulan kemudian adalah langkah penting untuk memastikan adanya kanker.

Cara membaca hasil tes pap smear

tes pap smear

Ada dua kemungkinan hasil dari tes ini, yakni normal atau tidak. Berikut penjelasan masing-masing hasilnya.

  • Negatif (normal)

Hasil pap smear yang negatif adalah sebuah kabar baik. Artinya, Anda tidak memiliki pertumbuhan sel abnormal di dalam serviks, alias negatif dari kanker serviks.

Itulah sebabnya hasil tes negatif ini disebut juga dengan hasil tes normal. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak harus melakukan pemeriksaan lagi.

Anda tetap perlu melakukan tes screening ini sekitar tiga tahun kemudian. Ini karena sel kanker dapat tumbuh sangat lambat.

Itu sebabnya tes ini yang perlu diulang secara rutin untuk memantau perkembangan sel kanker.

  • Positif (tidak normal)

Jika hasil tes ini positif, alias tidak normal, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.

Pertama, bisa jadi Anda terdiagnosis positif menderita kanker serviks. Kemungkinan kedua yaitu terjadi hanya sekadar peradangan atau perubahan sel kecil (displasia).

Untuk memastikan Anda memiliki kanker atau tidak, biasanya dokter akan melakukan tes pap sekali lagi beberapa bulan kemudian. Butuh atau tidaknya Anda untuk melakukan tes lainnya akan ditentukan oleh hasil pap smear yang lakukan ini.

Bila hasilnya ternyata masih abnormal, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tahapan stadium kanker serviks.

Salah satu pemeriksaan lanjutan adalah kolposkopi, tes lanjutan untuk melihat area vulva, vagina, dan serviks dengan menggunakan alat pembesar khusus.

Seberapa akurat hasil pemeriksaan pap smear?

medical checkup

Pap smear adalah tes dengan akurasi yang tinggi. Dilansir dari National Cancer Institute, rutin menjalani tes pap dapat mengurangi angka kanker serviks dan kematian karena penyakit tersebut hingga 80 persen.

Maka meski rasanya kurang nyaman, tes ini harus Anda utamakan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang berisiko tinggi terkena kanker serviks.

Tes ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mendeteksi atau bahkan mencegah risiko kanker serviks. Jika Anda didiagnosis mengalami kanker serviks, Anda perlu menjalani pengobatan untuk kanker leher rahim, termasuk menggunakan obat untuk kanker serviks, radioterapi, kemoterapi, hingga histerektomi.

Selain itu, Anda juga akan menjalani pemulihan untuk kanker serviks dan menjaga pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan yang baik untuk pasien penderita kanker serviks.

Sementara itu, jika Anda terbukti tidak mengalami kanker serviks, Anda tetap perlu melakukan pencegahan, termasuk mengonsumsi makanan yang dapat mencegah kanker serviks, rutin berolahraga, dan menghindari berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Apakah pemeriksaan pap smear bisa untuk mendeteksi virus HPV?

penyebab sirosis hati

Tujuan utama dari tes pap smear adalah mencari tahu kemungkinan adanya perkembangan sel-sel abnormal di dalam serviks. Perkembangan abnormal itu bisa saja disebabkan oleh virus HPV.

Oleh karena itulah, Anda sangat disarankan untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini dengan melakukan pap smear. Dengan begitu, pengobatan bisa segera diberikan ketika Anda memang dinilai positif mengalami kanker serviks.

Tes HPV adalah salah satu deteksi dini kanker serviks, yang biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini juga tidak kalah penting, karena virus HPV bisa menular dengan mudah melalui kontak seksual.

Itu sebabnya waktu yang disarankan untuk wanita melakukan tes pap smear adalah saat Anda mulai aktif berhubungan seksual.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 05/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 04/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 03/03/2020 . Waktu baca 9 menit

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear

IVA test dan pap smear sama-sama metode deteksi dini kanker serviks. Meski begitu, baik IVA test dan pap smear memiliki perbedaan yang beragam. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 28/02/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . Waktu baca 7 menit
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . Waktu baca 3 menit
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020 . Waktu baca 7 menit
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020 . Waktu baca 6 menit