Berbagai Komplikasi yang Mungkin Terjadi pada Penderita Kanker Prostat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Mencegah kanker prostat sangat penting dilakukan sejak dini. Pasalnya, selain menimbulkan gejala kanker prostat yang mengganggu, penyakit ini juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan. Komplikasi bisa muncul dari kondisi yang ditimbulkan kanker prostat atau merupakan efek samping pengobatan kanker prostat yang Anda jalani. Lantas, apa saja komplikasi akibat kanker prostat yang mungkin terjadi?

Berbagai komplikasi kanker prostat yang mungkin terjadi

Kanker prostat terjadi ketika sel abnormal (sel kanker) tumbuh di kelenjar prostat. Penyakit ini masih bisa disembuhkan bila sel kanker ditemukan lebih dini dan masih berada pada stadium kanker prostat awal. 

Namun, kemungkinan sembuh dari kanker prostat akan semakin berkurang seiring dengan perkembangan sel kanker. Tidak hanya itu, kemungkinan timbulnya komplikasi pun semakin besar bila kanker prostat yang Anda derita bertambah parah.

Berikut beberapa dampak buruk atau komplikasi yang mungkin terjadi bila Anda menderita kanker prostat:

1. Metastasis

Sebagaimana sel kanker pada umumnya, sel kanker yang ada di prostat bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya dan bahkan ke organ tubuh lain. Penyebaran kanker prostat ke organ tubuh lain disebut juga dengan metastasis.

Metastasis kanker prostat bisa dialami oleh pasien yang sudah berapa di tahap akhir, yaitu stadium 4. Penyebarannya bisa ke kelenjar getah bening, tulang, atau organ tubuh lainnya. Bila kanker prostat sudah menyebar ke tulang, Anda dapat merasakan nyeri atau bahkan rentan patah tulang, sehingga semakin bahaya bagi tubuh Anda.

Pada tahap ini pun, kanker prostat tidak mungkin disembuhkan. Adapun pengobatan kanker prostat yang dijalani hanya membantu memperpanjang angka harapan hidup.

2. Inkontinensia urine

Baik penyakit kanker prostat maupun pengobatan yang dijalani dapat menyebabkan inkontinensia urin pada penderitanya. Inkontinensia urin adalah hilangnya kemampuan untuk mengontrol buang air kecil. Dilansir dari American Cancer Society, komplikasi kanker prostat ini ditandai dengan beberapa hal, seperti:

  • Kebocoran urine yang tidak sengaja.
  • Tidak mampu menahan buang air kecil.
  • Sering buang air kecil.
  • Rasa sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil.

Inkontinensia urine umumnya terjadi pada pasien yang telah menjalani operasi untuk kanker prostat atau prostatektomi radikal. Cleveland Clinic menyebut, sekitar 6-8 persen pasien yang menjalani prostatektomi akan mengalami efek kanker prostat ini. Hal ini bisa terjadi karena operasi dapat merusak saraf dan otot yang membantu mengontrol ketika Anda ingin buang air kecil.

Selain operasi, radioterapi untuk kanker prostat pun terkadang menimbulkan efek samping inkontinensia urin. Namun, hal ini sangat jarang terjadi. Kemungkinannya hanya satu dari 100 pasien radioterapi kanker prostat yang akan merasakan dampak tersebut.

Meski demikian, inkontinensia urine akibat kanker prostat hanya terjadi sementara dan masih dapat disembuhkan. Pengobatan untuk inkontinensia urine yang biasa dilakukan, yaitu latihan otot panggul, bladder training (pelatihan kandung kemih), obat-obatan, atau operasi. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis pengobatan yang tepat.

3. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi merupakan komplikasi penyakit kanker prostat yang paling sering terjadi. Kondisi ini dilaporkan terjadi pada 10-90 persen pasien setelah menjalani operasi prostatektomi radikal.

Selain operasi, disfungsi ereksi juga bisa terjadi pada pasien yang menjalani jenis pengobatan lain, seperti radioterapi atau terapi hormon. Hal ini bisa terjadi karena pengobatan kanker prostat dapat merusak saraf dan pembuluh darah yang dibutuhkan pria untuk melakukan ereksi.

Disfungsi ereksi akibat kanker prostat umumnya ditandai dengan berkurangnya gairah seks (karena memengaruhi libido dan penurunan hormon testosteron), kurangnya kemampuan untuk mencapai ereksi yang kuat, sulit mencapai orgasme atau klimaks saat berhubungan, atau berkurangnya ejakulasi.

Kondisi ini tentu bisa menimbulkan masalah seks antara Anda dan pasangan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah tersebut, bila Anda mengalaminya.

Adapun beberapa cara untuk mengatasi efek disfungsi ereksi akibat kanker prostat, yaitu:

  • Obat-obatan, seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), vardenafil (Levitra), atau avanafil (Spedra).
  • Perangkat vakum yang dapat membantu mencapai ereksi.
  • Operasi.
  • Terapi penggantian hormon testosteron.
  • Jaga berat badan ideal dan berhenti merokok.
  • Lakukan latihan panggul.

Selain melakukan pengobatan medis, Anda pun perlu membicarakan perubahan yang akan terjadi pada kehidupan seks Anda dengan pasangan. Anda dan pasangan bisa mencoba variasi seks lain, seperti seks oral atau sekadar berpelukan di tempat tidur, berciuman, atau cara lainnya. Intinya, carilah aktivitas seks yang membuat Anda dan pasangan tetap sama-sama nyaman dan senang.

4. Infertilitas

Infertilitas atau gangguan kesuburan juga merupakan komplikasi kanker prostat yang mungkin terjadi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pengobatan kanker prostat, yaitu operasi pengangkatan kelenjar prostat, radioterapi, atau terapi hormon.

Seorang pria yang melakukan operasi pengangkatan kelenjar prostat berarti tidak lagi bisa memproduksi air mani saat ejakulasi. Dengan demikian, kemungkinan pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat sangat besar. Hal ini pun tidak dapat dihindari dan akan bersifat permanen.

Radioterapi dan terapi hormon pun bisa menyebabkan air mani yang lebih sedikit atau tidak sama sekali menghasilkan air mani. Artinya, beragam jenis pengobatan ini menyebabkan Anda sulit untuk memiliki anak melalui hubungan seksual alami.

Meski infertilitas ini bersifat permanen, Anda masih bisa memiliki anak dengan berbagai prosedur medis, seperti:

  • Pembekuan sperma (cryopreservasi) 

Prosedur ini bisa dilakuka di bank sperma. Anda akan diminta mengeluarkan sperma sebelum operasi dan dibekukan sampai Anda membutuhkannya,

  • Ekstraksi sperma

Meski tidak subur akibat kanker prostat, seorang pria masih mungkin memiliki sperma di testisnya. Dalam metode ini, ahli bedah akan mengambil sperma di testis untuk selanjutnya dibekukan atau digunakan langsung melalui prosedur bayi tabung. Hal ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi kanker prostat dilakukan.

Bagaimana mencegah komplikasi kanker prostat?

Beberapa komplikasi kanker prostat mungkin sulit dihindari. Namun, beberapa efek kanker prostat lainnya masih mungkin dicegah sehingga mengurangi bahaya untuk kesehatan Anda pada masa mendatang.

Berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah komplikasi kanker prostat:

  • Rutin kontrol ke dokter.
  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat, termasuk kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis pengobatan.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Berolahraga rutin sesuai anjuran dokter.
  • Tidak merokok.
  • Jaga berat badan ideal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit