Benarkah Rutin Melakukan Seks Bisa Mencegah Kanker Payudara?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Kanker payudara adalah penyakit yang mematikan dan paling sering menyerang wanita, meskipun pria juga bisa mengalaminya. Kanker payudara juga menjadi penyebab utama tingginya angka kematian dibandingkan dengan kasus kanker lainnya. Maka itu, kanker payudara menjadi perhatian penting yang harus dihindari. Berbagai pencegahan dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker ini. Salah satunya adalah melalui seks, tapi apa benar seks bisa mencegah kanker payudara?

Mencegah kanker payudara dengan seks, mitos atau fakta?

Dilansir dalam laman Healthline, seks dijadikan sebagai salah satu hal yang bisa mencegah kanker payudara, sebab wanita yang melakukan hubungan seks melalui vagina punya risiko lebih rendah terhadap kanker payudara daripada mereka yang tidak.

Selama berhubungan seksual, gairah akan meningkat hingga akhirnya mencapai orgasme. Saat itu tingkat hormon “kebahagiaan” turut meningkat. Dua dari hormon kebahagiaan ini adalah oksitosin dan DHEA yang mampu menjaga payudara bebas dari sel kanker.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa wanita yang berhubungan seks lebih dari sekali sebulan memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara daripada mereka yang kurang aktif secara seksual.

Selain itu, pria yang melakukan setidaknya 7 kali orgasme dalam sebulan di usia 50-an memiliki peluang lebih rendah mengalami kanker payudara pria. Seks juga bisa membantu mencegah kanker payudara dengan cara lainnya

Seks bagaikan olahraga yang bisa mencegah kanker

Menurut Dr Jay K Harness, MD, FACS seks itu mirip seperti olahraga, yang merangsang sistem kardiovaskular dengan baik. Salah satu pencegahan kanker adalah melakukan olahraga teratur.

Seorang ahli jantung menyatakan bahwa hubungan seks mirip seperti latihan dengan intensitas sedang. Saat di puncak orgasme, detak kantung mungkin mencapai 110 denyut per menit, sebanding dengan saat Anda berjalan atau jogging.

Meskipun seks tidak bisa menggantikan posisi olahraga seutuhnya, tapi kalori yang dibakar saat seks membuat tubuh jadi lebih aktif. Seks bisa memangkas sekitar 5 kalori per menit, hal ini akan memicu jantung bekerja dengan baik dan akhirnya melatih berbagai otot.

Ketika tubuh lebih aktif, tubuh akan menurunkan kadar hormon, seperti insulin dan estrogen, dan faktor pertumbuhan abnormal termasuk pertumbuhan sel kanker. Semakin tingginya kadar insulin dan estrogen ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Seks juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh melawan kanker

Penelitian dari Wikes University menunjukan bahwa orang yang terlibat seks sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi melawan infeksi yang lebih tinggi sebanyak 30 persen daripada orang yang tidak melakukannya.

Sistem kekebalan yang baik ini akan mampu melawan sel kanker lebih optimal. Maka dari itu, seks bisa membantu mencegah kanker payudara meskipun tidak secara langsung, melainkan dengan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Stres yang jadi faktor risiko kanker dapat hilang karena seks

Stres adalah salah satu faktor risiko kanker termasuk kanker payudara. Dengan mengatur stres maka ini membantu tubuh mengurangi risiko kanker payudara.

Dilansir dalam laman Medical News Today, saat seseorang mengalami stres, sel-sel tubuh akan secara alami memproduksi beberapa zat, termasuk ATF3, yakni sebuah gen induk di dalam tubuh yang muncul ketika stres.

Jika zat tersebut terlampau banyak jumlahnya, maka akan mengganggu kerja sel dan akhirnya berkembang menjadi sel-sel kanker. Tak hanya itu, zat tersebut menyebabkan sel kanker mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga perkembangan kanker sangat cepat. Itu mengapa, menghindari stres adalah salah satu hal yang penting untuk mencegah kanker.

Seks bisa menjadi salah satu cara menurunkan risiko stres. Dilansir dalam laman Healthline, Dr Irwin Goldstein, direktur Pengobatan Seksual di Rumah Sakit Alvarado mengatakan bahwa kehidupan seks yang teratur memberikan kepuasan jangka panjang dengan kesehatan mental seseorang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers 29/02/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 5 menit