8 Cara Efektif untuk Mencegah Kanker Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020 . 10 menit baca
Bagikan sekarang

Kementerian Kesehatan menyebut kanker payudara sebagai jenis kanker yang kasusnya terbanyak di Indonesia. Angka kematian wanita akibat kanker payudara juga tinggi, dengan rata-rata 17 kematian per 100.000 penduduk. Itu sebabnya pemerintah sangat menekankan upaya deteksi dini sebagai cara mencegah kanker payudara di Indonesia. Yuk cari tahu cara mencegah kanker payudara!

Cara mencegah kanker payudara

Mencegah kanker payudara tidak bisa instan hanya dengan satu cara. Kebanyakan di antaranya adalah perubahan gaya hidup.

Beberapa cara di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker payudara, antara lain:

1. Banyak makan sayur, buah, dan biji-bijian

makanan untuk penderita diabetes

Pola makan yang sehat adalah salah satu cara penting untuk mencegah kanker payudara. Banyak pakar kesehatan yakin ada beberapa makanan tertentu yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Cara untuk mencegah atau menangkal risiko kanker payudara, perbanyaklah makan sayur dan buah-buahan segar serta biji-bijian. Jenis makanan sehat ini mengandung zat gizi yang baik untuk tubuh. Buah dan sayuran, misalnya, kaya akan antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas penyebab kanker payudara

Buah-buahan

Mengonsumsi stroberi merupakan salah satu cara mencegah kanker payudara. Buah beri seperti stroberi mengandung tinggi polifenol yang bersifat antikanker. Selain itu, stroberi juga kaya akan antioksidan, seperti vitamin C.

Selain beri, mengonsumsi polifenol dalam plum dan persik juga terbukti menjadi cara yang mampu mencegah sel kanker payudara terbentuk dan berkembang biak. Temuan ini dilaporkan dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Meski dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai seberapa efektif buah-buahan ini sebagai salah satu cara mencegah kanker payudara, tak ada salahnya untuk terus memakannya. Kandungan gizinya juga dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda. 

Sayuran

Tambahkanlah makan sayuran hijau berdaun gelap dan sayuran dari keluarga cruciferous (brokoli, kubis, lobak, kembang kol, selada air, dan taoge) dalam makanan sehari-hari Anda. Sayuran-sayuran ini kata akan antioksidan dan vitamin, seperti C,E, dan K, serta serat. 

Berbagai sayuran tersebut juga mengandung glukosinolat yang mampu bekerja melawan pertumbuhan sel kanker.

Memakannya setiap hari membuat Anda secara tidak langsung juga melakukan cara mencegah penyakit kanker, termasuk kanker payudara

Semakin gelap warna hijau dalam sayuran, semakin padat nutrisi di dalamnya. Warna hijau biasanya menandakan antioksidan dan serat yang dapat membuatnya menjadi antikanker yang kuat. 

Minuman

Minum teh hijau kerap disebut sebagai salah satu cara mencegah kanker, termasuk kanker payudara. Hal ini karena teh hijau mengandung polifenol dan katekin yang tinggi. 

Antioksidan ini dapat membantu melindungi sel dari kerusakan DNA akibat radikal bebas. Namun, dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut apakah teh hijau benar-benar efektif sebagai cara mencegah kanker, seperti kanker payudara. 

Selain teh hijau, jus buah delima juga disebut dapat menjadi cara mencegah beberapa kanker tertentu, salah satunya kanker payudara. Sebuah penelitian yang disebutkan Healthline menyatakan biji buah delima mengandung polifenol. 

Namun, berhati-hatilah jika Anda juga memiliki diabetes. Anda perlu berdiskusi dengan dokter mengenai hal ini.

Hal ini lantaran buah delima merupakan buah tinggi gula sehingga berpotensi memengaruhi kadar gula darah Anda. 

Penting untuk diingat bahwa mengonsumsi makanan atau minuman tertentu tidak terbukti mengatasi faktor risiko lain dari kanker payudara. Artinya, cara ini belum tentu dapat mencegah kanker payudara. 

Wanita yang menjalankan diet sehat tetap harus mengambil tindakan pencegahan lain, seperti melakukan mamografi secara teratur. 

2. Menghindari minum alkohol

tes alkohol

Semakin banyak dan sering Anda minum alkohol, semakin besar peluang Anda terkena kanker payudara. Dilansir dari laman Breastcancer.org, alkohol memicu kanker payudara dengan cara meningkatkan kadar estrogen dan menyebabkan kerusakan DNA dalam tubuh.

Risiko kanker payudara pada wanita yang minum 2-3 botol bir per hari meningkat sebesar 41 persen. Risiko ini akan naik per 10 persen jika Anda meminum lebih dari itu setiap harinya.

Remaja wanita dengan rentang umur antara 9-15 tahun yang minum 3-5 botol bir punya risiko tiga kali lebih tinggi terkena kanker payudara. 

Melihat fakta tersebut, patut diperhatikan bahwa cara mencegah kanker payudara sejak dini adalah dengan tidak membiasakan mulai minum alkohol.

Untuk itu kurangilah kebiasaan minum alkohol sedikit demi sedikit. Akan lebih baik jika Anda benar-benar berhenti.

Cara-cara mengurangi minuman beralkohol demi mencegah kanker payudara, antara lain:

Membuat jus beku

Bekukan jus buah kesukaan Anda hingga menjadi es batu. Jadikan jus berbentuk es batu tersebut sebagai pelengkap minuman Anda. 

Minuman ini akan terlihat semakin menggiurkan jika Anda menambahkannya pada segelas soda atau air putih. 

Berkreasi dengan minuman

Lakukan kreasi dengan membuat campuran minuman non-alkohol. Anda bisa menggunakan bunga yang dapat dimakan untuk menghias minuman tersebut. 

Dekorasi gelas dengan menarik

Letakkan rasberi atau stroberi segar pada dasar gelas sampanye dan isi gelas dengan air soda atau bir jahe. Anda juga bisa mengaduk buah-buahan segar pada segala jenis minuman non-alkohol yang akan Anda konsumsi. 

3. Berolahraga rutin

cara mencegah kanker payudara

Olahraga bisa membantu menjaga berat tubuh tetap ideal. Pasalnya ketika Anda memiliki berat berlebih atau justru obesitas, risiko kanker payudara dapat meningkat tajam. Apalagi jika Anda mengalami kegemukan pascamenopause. Ini bisa meningkatkan risiko munculnya sel kanker di usia tua.

Oleh sebab itu, salah satu cara mencegah kanker payudara adalah dengan berolahraga rutin setidaknya 30 menit setiap hari. Anda bisa melakukan olahraga apa pun yang Anda suka, dari jogging, senam aerobik, hingga berenang.

Apa pun olahraganya, pastikan telaten melakukannya. Untuk mencegah kanker payudara, cara olahraga yang Anda lakukan harus benar. Berolahraga hanya saat mau dan sempat tidak akan efektif.

Ingat, mengumpulkan niat olahraga adalah salah satu cara mencegah kanker payudara yang jauh lebih baik dan menyenangkan ketimbang mengumpulkan uang untuk mengobatinya. 

4. Menyusui

vitamin d ibu menyusui

Bagi wanita yang baru saja melahirkan, menyusui langsung dari payudara tidak hanya menguntungkan buat si jabang bayi. 

Menyusui selama satu tahun atau lebih dapat melindungi ibu dari risiko kanker payudara.

Dasarnya, peneliti menduga, wanita yang tidak menyusui setelah melahirkan dapat mengalami peradangan dan pembengkakan payudara. Hal ini menyebabkan jaringan payudara payudara berubah dan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. 

Oleh sebab itu, rutin memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun bisa menjadi cara mencegah kanker payudara yang patut dicoba. Semakin lama durasi Anda menyusui, semakin besar efek perlindungan yang dapat dirasakan.

5. Membatasi dosis dan durasi terapi hormon

menstruasi berlebihan

Meneruskan terapi hormon kombinasi selama lebih dari tiga tahun ternyata bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Oleh karenanya, terapi hormon pascamenopause tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang. Durasi pemberian obat harus dibatasi sesingkat mungkin.

Jika Anda menggunakan obat-obatan hormon untuk mengatasi gejala menopause, tanyakan ke dokter tentang alternatifnya. Pasalnya, manfaat terapi hormon setelah menopause sering kali lebih kecil dibandingkan risikonya.

6. Berhenti merokok

Tidak ada alasan valid untuk mempertahankan kebiasaan merokok. Merokok dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker paru.

Tak hanya itu, merokok juga bisa membuat wanita lebih berisiko kena kanker payudara. Risiko ini juga tetap muncul pada wanita “perokok pasif”, yang setiap hari menghirup asap rokok.

Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi pada perawatan kanker payudara, termasuk:

  • Merusak paru-paru saat terapi radiasi
  • Kesulitan saat pemulihan setelah operasi dan rekonstruksi payudara
  • Meningkatkan pembekuan darah saat mengonsumsi obat-obatan hormonal. 

Kebiasaan ini tidak membawa manfaat apa pun bagi kesehatan. Cobalah untuk berhenti merokok pelan-pelan demi malakukan cara mencegah penyakit, termasuk kanker payudara. Mulai dengan mengurangi jumlah batang rokok yang diisap setiap harinya.

7. Mengurangi gula, daging merah, dan lemak trans

makanan tidak sehat untuk jantung

Gula dan lemak jahat memang tidak secara langsung menyebabkan kanker payudara. Namun, makanan yang mengandung dua zat ini bisa meningkatkan risiko Anda jika dikonsumsi berlebihan.

Lemak trans adalah jenis lemak jahat yang banyak ditemukan di gorengan, biskuit, kue kering, dan makanan kemasan.

Para peneliti di University of Texas MD Anderson Cancer Center menemukan tikus yang makan makanan kaya gula tampak memiliki tumor pada kelenjar susu mereka. Tumor itu juga cenderung terlihat menyebar atau bermetastasis. Kondisi ini mirip dengan kanker payudara pada manusia.

Tak hanya kedua makanan tersebut. Daging merah yang dikonsumsi berlebihan ternyata juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Penelitian yang diterbitkan di Contemporary Oncology menyebutkan bahwa daging merah yang dimasak matang berisiko menyebabkan kanker payudara.

Anda tak berarti sama sekali tak boleh makan makanan ini. Hanya saja, sebaiknya batasi konsumsinya dalam sehari sebagai cara mencegah masalah kesehatan, termasuk kanker payudara. 

8. Melakukan deteksi dini

deteksi dini kanker payudara

Deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah kemunculan kanker payudara. Deteksi dini sangat penting terutama untuk Anda yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga. 

Ada dua metode deteksi dini sebagai cara mencegah kanker payudara yang dikutip dari WHO, yaitu:

  • Diagnosis atau kesadaran dini akan tanda-tanda dan gejala-gejala awal kanker untuk membantu menentukan perawatan yang akan dilakukan
  • Skrining yang merupakan aplikasi sistematis yang bertujuan untuk mengidentifikasi individu dengan kanker. 

Berikut cara melakukan deteksi dini untuk mencegah kanker payudara: 

Memeriksa payudara sendiri (SADARI)

Melakukan deteksi dini sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan setiap hari tanpa perlu keluar biaya. Anda bisa memeriksa payudara sendiri di rumah dengan teknik SADARI. Salah satu cara mencegah kanker payudara ini cukup mudah.

Anda hanya perlu meraba area payudara apakah terdapat benjolan atau tidak. Periksa juga apakah ada perubahan bentuk, ukuran, serta posisi kedua payudara simetris atau tidak.

Mamografi

Jika Anda menemukan keanehan pada payudara Anda, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan payudara klinis (sadanis) di dokter sebagai cara mencegah kanker payudara.

The American Cancer Society merekomendasikan wanita yang berusia 45-54 tahun untuk skrining mamografi setiap tahunnya. Sementara untuk mereka yang berusia 55 tahun ke atas bisa rutin mamografi setiap 1-2 tahun sekali.

Mamografi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat apakah ada masalah pada payudara. Prosedur ini bisa membantu menyelamatkan nyawa dengan mendeteksi kanker pada payudara sedini mungkin bahkan ketika gejalanya belum muncul. Tanyakan lebih lanjut pada dokter kapan waktu yang tepat untuk Anda melakukan cara mencegah kanker payudara ini. 

Jika Anda berisiko tinggi terkena kanker payudara, obat-obatan tertentu terbukti dapat menjadi cara mencegah peningkatan risiko kanker payudara. Obat-obatan, seperti raloxifene dan tamoxifen dapat memblokir efek estrogen.  

Semua cara mencegah kanker payudara di atas perlu dilakukan konsisten agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari ancaman penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . 5 menit baca

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . 4 menit baca

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers 29/02/2020 . 7 menit baca

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 5 menit baca
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 5 menit baca
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . 4 menit baca