Kanker Hati (Liver)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit kanker hati?

Kanker hati atau bisa juga disebut sebagai hepatoma dan kanker liver, terjadi ketika sel-sel kanker timbul pada organ hati. Pada organ ini, ada beberapa jenis kanker yang mungkin terbentuk.

Beberapa jenis kanker yang terbentuk di organ liver termasuk hepatocellular carcinoma, yaitu kanker yang berawal dari hepatosit atau sel utama pada organ tersebut.

Selain itu, ada pula beberapa jenis lainnya, seperti intrahepatic cholangiocarcinoma dan hepatoblastoma, meski keduanya termasuk jenis yang tidak terlalu umum terjadi.

Jika hepatoma hanya terjadi pada organ hati atau liver, kanker ini termasuk kanker hati primer. Sementara itu, jika sudah menyebar ke organ tubuh lainnya, disebut sebagai kanker hati sekunder.

Namun, kanker yang terjadi pada organ hati sering kali adalah persebaran dari kanker yang terjadi di organ tubuh lainnya. Artinya, kanker yang berawal dari sel yang terdapat di liver lebih jarang terjadi.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, tingkat harapan hidup untuk pasien kanker liver adalah selama lima tahun. Namun, bukan berarti Anda hanya memiliki kemungkinan hidup selama lima tahun.

Pasalnya, angka harapan hidup ini diukur dari banyaknya jumlah pasien yang bisa bertahan hidup selama lima tahun setelah menjalani diagnosis dari penyakit ini.

Seberapa umumkah penyakit kanker hati?

Kanker hati adalah salah satu penyakit yang cukup banyak ditemukan dan lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita, terutama pada pria yang berusia di atas 50 tahun.

Semakin dini penyakit ini terdiagnosis, maka peluang pasien untuk sembuh pun semakin besar. Anda dapat mengurangi kemungkinan menderita kanker liver dengan mengurangi faktor risiko.

Silahkan konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala dari kanker hati?

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan hepatoma, kini saatnya memahami gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Satu dari tiga pasien tidak menunjukkan gejala kanker hati sejak awal.

Oleh sebab itu, gejala kanker hati yang dialami mungkin tidak selalu sama pada setiap orang. Akan tetapi, ada beberapa gejala kanker hati yang mungkin perlu Anda perhatikan, seperti berikut ini:

  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri di bagian perut kanan atas.
  • Perut yang membesar tanpa sebab.
  • Gangguan makan.
  • Tampak lemas dan lesu (tidak bertenaga).
  • Jaundice/penyakit kuning.
  • Tinja berwarna pucat.

Oleh sebab itu, buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala kanker hati. Mungkin masih ada gejala kanker hati lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai salah satu gejala kanker hati, silakan konsultasi kepada dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki gejala yang disebutkan di atas, atau Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran apapun, silakan konsultasi dengan dokter Anda. Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain.

Selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk menjalani metode diagnosis, pengobatan dan perawatan terbaik yang sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker hati?   

Kanker liver terjadi saat sel-sel di dalam liver mulai bermutasi di dalam DNA. Sel yang terdapat pada DNA memberikan instruksi kepada setiap proses kimia yang terjadi di dalam tubuh.

Mutasi DNA dapat menyebabkan perubahan pada instruksi-intruksi tersebut, sehingga berpotensi membuat sel-sel tersebut mulai tidak terkendali dan membentuk tumor.

Penyebab kanker hati terkadang bisa diketahui. Sebagai contoh infeksi hepatitis kronis dapat menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Namun, sering kali penyakit hepatoma ini terjadi pada orang yang tidak memiliki tanda atau gejala.

Penyebab dari hepatoma lainnya termasuk sirosis atau kerusakan hati karena penyalahgunaan alkohol, kegemukan, atau hati yang berlemak. Mungkin ada beberapa penyebab kanker hati yang tidak disebutkan di atas.

Jika Anda khawatir tentang penyebab kanker hati lainnya yang mungkin bisa terjadi, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi ke dokter. Dokter akan memberikan informasi yang lebih lengkap dan akurat kepada Anda.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena penyakit kanker hati?

Selain penyebab dari hepatoma, ada pula beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan. Pasalnya, Anda mungkin memiliki satu dari banyaknya risiko yang meningkatkan peluang untuk mengalami penyakit ini.

Beberapa faktor risiko dari penyakit kanker hati adalah:

  • Jenis kelamin.
  • Hepatitis B atau hepatitis C kronis.
  • Sirosis.
  • Penyakit metabolik turunan.
  • Diabetes.
  • Perlemakan hati nonalkoholik.
  • Paparan zat aflatoksin.
  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Obesitas.
  • Merokok.

Oleh sebab itu, apabila Anda memiliki satu atau lebih dari faktor risiko penyebab hepatoma seperti yang sudah disebutkan di atas, lebih baik segera konsultasikan kesehatan ke dokter.

Hal ini penting untuk menentukan strategi pencegahan kanker hati yang efektif sesuai dengan kebutuhan Anda.

Diagnosis & Pengobatan

Bagaimana cara mendignosis penyakit kanker hati?

Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosa penyakit hepatoma adalah: 

1. Tes darah

Tes ini biasanya dilakukan pada orang yang menderita sirosis atau hepatitis B dan C. Tujuan dari tes ini adalah untuk melihat kejanggalan atau abnormalitas yang terjadi pada fungsi organ liver. 

Namun, tes ini masih tidak pasti karena tidak semua yang memiliki karsinoma pada sel hati juga menunjukan tes darah yang abnormal.

2. Tes gambar

Untuk memastikan hasil diagnosis dari tes darah, biasanya biasanya dokter menggabungkan dengan hasil tes lain seperti ultrasound, CT scan atau MRI hati.

Jika gambar ultrasound atau CT Scan atau MRI menunjukkan tumor, terkadang dokter harus melakukan biopsi pada hati, yaitu mengambil sampel jaringan kecil dari bagian yang bermasalah kemudian dipelajari di bawah mikroskop untuk mencari sel kanker. 

Apabila Anda didiagnosis mengalami kanker yang satu ini,  dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tahapan stadium kanker hati yang Anda miliki.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit kanker hati?

Pengobatan penyakit dari kanker satu ini bergantung pada:

  • Jumlah, ukuran, dan lokasi tumor dalam hati.
  • Seberapa baik fungsi hati pasien masih bekerja.
  • Ada tidaknya sirosis.
  • Penyebaran tumor.

Nah, tergantung dari faktor-faktor di atas, beberapa pilihan pengobatan untuk kanker hati adalah:

Komplikasi

Apa saja komplikasi  kanker hati yang mungkin terjadi?

Menurut Cancer Research UK, komplikasi cenderung terjadi setelah pasien menjalani pengobatan. Ada beberapa komplikasi dari kanker yang satu ini dan perlu diwaspadai, di antaranya:

1. Infeksi

Terdapat risiko infeksi yang mungkin dialami pasien setelah menjalani operasi. Salah satunya adalah luka jahitan yang memerah atau bahkan terasa ngilu. Bahkan, mungkin Anda akan merasa tidak enak badan atau suhu tubuh meningkat.

Apabila mengalami beberapa kondisi tersebut, beri tahu dokter atau suster. Biasanya, ahli medis profesional akan membantu meringankan kondisi tersebut dengan memberikan antibiotik, baik dalam bentuk obat minum atau cairan yang dimasukkan ke dalam infus.

2. Perdarahan

Komplikasi yang mungkin terjadi setelah menjalani pengobatan hepatoma adalah perdarahan. Kondisi ini biasanya terjadi setelah operasi, karena terlalu banyak darah yang melalui organ hati.

Selain itu, organ ini memang memproduksi zat yang dapat membantu darah untuk cepat membeku. Oleh karenanya, jika terdapat masalah atau kerusakan pada organ hati, potensi pasien mengalami perdarahan akan semakin tinggi.

3. Kebocoran cairan empedu

Cairan empedu dapat membantu tubuh Anda mencerna makanan dengan cara menguraikan lemak. Organ hati memproduksi cairan empedu yang disimpan di dalam kantung empedu.

Saluran empedu kemudian membawa cairan tersebut dan menghubungkan organ hati dengan kantung empedu ke usus kecil. Saat itu, ada potensi terjadinya kebocoran cairan empedu akibat goresan yang terjadi pada permukaan organ hati.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit hingga pasien demam. Meski jarang sekali terjadi, terkadang pasien harus menjalani operasi lagi untuk mengurangi kebocoran tersebut.

4. Masalah ginjal

Ada pula komplikasi kanker hati yang mungkin terjadi dan memengaruhi kondisi ginjal. Ginjal mungkin saja tidak berfungsi dengan baik setelah pasien menjalani operasi.

Dokter akan memerhatikan hasil dari tes darah dan jumlah urine yang diproduksi setelah Anda menjalani operasi. Ginjal akan kembali pulih seiring berjalannya waktu, tapi beberapa pasien yang mengalami kondisi ini membutuhkan dialisis setelah operasi besar.

5. Penumpukan cairan

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah penumpukan cairan pada perut setelah menjalani operasi liver.  Hal ini bisa saja terjadi akibat berbagai alasan, termasuk meningkatkan tekanan pada salah satu pembuluh darah yang terdapat pada hati.

6. Penyumbatan darah

Komplikasi yang juga bisa terjadi akibat operasi adalah penyumbatan darah, karena saat menjalani operasi pasien tidak bergerak sebanyak biasanya. Penggumpalan darah yang dialami oleh pasien dapat menyumbat aliran darah normal ke seluruh tubuh.

Penggumpalan darah ini juga bisa berpindah ke paru-paru dan menyebabkan penyumbatan darah di organ tersebut. Hal ini bisa ditandai dengan sesak napas, dada terasa nyeri, batuk darah, hingga kepala terasa pusing dan ringan.

Kondisi ini sebenarnya bisa dicegah, misalnya menggunakan stoking usai operasi. Anda juga akan diberi suntikan setiap beberapa minggu sekali untuk mengencerkan darah. Selain itu, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara rutin.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah untuk mengatasi penyakit kanker hati?

Beberapa perubahan gaya hidup untuk pasien kanker dan pengobatan di rumah yang bisa membantu anda untuk mengatasi penyakit kanker hati adalah:

  • Rutin cek kesehatan ke dokter untuk memonitor progres dari gejala kanker ini dan kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Minum obat sesuai dengan perintah dokter. Jangan menunda, menambahkan, atau mengurangi pengobatan yang diberikan dokter kepada Anda.
  • Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kanker ini supaya dapat membuat keputusan pengobatan yang tepat.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Memperhatikan asupan makanan dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan bergizi tinggi.
  • Rajin olahraga.

Jika Anda mempunyai pertanyaan, silahkan konsultasi dengan dokter untuk memahami lebih baik solusi yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Lambung (Perut)

Selain kemoterapi atau radioterapi, kanker lambung (perut) mungkin juga bisa diredakan gejalanya dengan obat herbal (tradisional). Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat dan Jenis Pengobatan untuk Kanker Lambung (Perut)

Kanker yang menyerang lambung atau lapisan perut bisa sembuh dengan minum obat atau mengikuti perawatan medis lainnya. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Tindakan pencegahan kanker ovarium, bisa dilakukan dengan menurunkan risikonya. Lebih jelas, apa saja cara mencegah kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Pasien kanker ovarium harus menjalani diet. Lantas, apa makanan, baik sayur dan buah yang baik dan bagus untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 6 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
cara mengobati obat kanker

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit
obat herbal tradisional kanker kolorektal usus besar kolon rektum

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
cara mencegah pencegahan kanker lambung perut

Cara Mencegah Kanker Lambung (Perut) yang Dapat Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit