Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sudah Makan Sehat tetapi Kolesterol Tinggi, Apa Penyebabnya?

Sudah Makan Sehat tetapi Kolesterol Tinggi, Apa Penyebabnya?

Dokter akan menyarankan Anda untuk mengubah pola makan sehat bila terdiagnosis dengan kolesterol tinggi. Namun, kondisi ini terkadang masih terjadi meski Anda sudah melakukannya.

Kenapa kolesterol tetap tinggi meski sudah makan sehat? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Alasan kolesterol tinggi meski pola makan sehat

Kolesterol tinggi pada dasarnya adalah kondisi ketika kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dalam aliran darah menjadi lebih tinggi dari kolesterol HDL (high-density lipoprotein).

Saat didiagnosis kolesterol tinggi, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan perubahan pola hidup, termasuk dengan pola makan sehat.

Pola makan untuk kolesterol tinggi umumnya berupa diet rendah lemak jenuh dan lemak trans.

Sayangnya, pola makan sehat mungkin tidak cukup mengatasi kolesterol tinggi. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat beberapa penyebab lain seperti di bawah ini.

1. Riwayat keluarga

tes kolesterol

Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi pada usia muda umumnya disebabkan oleh faktor genetik atau riwayat keluarga.

Kondisi yang dikenal sebagai familial hypercholesterolemia (FH) ini terjadi akibat mutasi gen yang mengatur reseptor LDL, baik pada salah satu maupun kedua orangtua.

Alhasil, tubuh tidak bisa menguraikan kolesterol LDL dengan cepat. Di samping itu, FH juga dapat merangsang produksi LDL yang berlebihan dari hati.

Orang dengan FH bisa mengalami penyakit jantung koroner. Maka itu, dokter biasanya meresepkan obat penurun kolesterol untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.

2. Pola makan yang salah

Para ahli umumnya menyarankan orang dengan kolesterol tinggi untuk menghindari diet keto.

Diet keto merupakan pola makan dengan asupan karbohidrat rendah yang digantikan dengan lemak dan protein. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan lonjakan LDL dan trigliserida.

Selain itu, kadar kolesterol mungkin akan jauh meningkat bila Anda mengonsumsi lemak jahat, seperti dari daging olahan, mentega, dan junk food.

Oleh karena itu, orang dengan kolesterol tinggi perlu memilih asupan makanan penurun kolesterol, seperti sayuran, buah-buahan, susu kedelai, ikan, dan ayam tanpa lemak.

3. Duduk terlalu lama

Kebiasaan duduk terlalu lama berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan, seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, dan kolesterol tinggi.

Sebuah penelitian dalam jurnal PLOS One (2017) menemukan bahwa pola duduk terlalu lama dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida dengan cukup drastis.

Meski tidak langsung Anda rasakan, gaya hidup kurang gerak ini bisa memicu berbagai gejala kolesterol tinggi, seperti gampang lelah, nyeri dada, dan sering kesemutan.

4. Jenis olahraga yang kurang tepat

sudah olahraga dan makan sehat tapi kolesterol tetap tinggi

Selain asupan makan sehat untuk kolesterol tinggi, dokter juga akan menyarankan Anda untuk berolahraga secara rutin.

Sayangnya, jenis olahraga yang kurang tepat bisa membuat Anda kesulitan menurunkan LDL dan meningkatkan HDL dalam darah.

Pengidap kolesterol tinggi sebaiknya melakukan olahraga kardio atau aerobik, termasuk berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang.

Penting juga untuk melakukannya secara rutin dalam intensitas sedang selama 30 menit, setidaknya 4–6 hari per minggu.

5. Kehamilan

Ibu hamil rentan mengalami kadar kolesterol tinggi meski sudah menerapkan pola makan sehat.

Namun, hal ini umumnya tergolong normal. Selama kehamilan, tubuh Anda akan menggunakan kolesterol untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Lonjakan kolesterol pada ibu hamil banyak terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Kolesterol tinggi mungkin masih bisa terjadi sekitar satu bulan sejak kelahiran.

Meski tergolong normal, ibu hamil yang sedari awal terdiagnosis kolesterol tinggi sebaiknya perlu pengawasan lebih dari dokter.

6. Memiliki kondisi medis atau penyakit tertentu

sakit pinggang sebelah kiri saat hamil

Riwayat kondisi dan penyakit tertentu yang Anda alami dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi dalam aliran darah.

Beberapa gangguan kesehatan yang mungkin jadi penyebab kolesterol tinggi antara lain:

  • diabetes,
  • obesitas,
  • gangguan hati dan ginjal,
  • HIV/AIDS,
  • hipertiroidisme, dan
  • lupus.

Masalah kesehatan di atas bisa meningkatkan kolesterol karena tubuh tidak menguraikan lemak dalam makanan dengan sempurna.

Ditambah lagi, beberapa masalah kesehatan mungkin memengaruhi hati sehingga organ ini tidak bisa mengontrol kolesterol yang diproduksi oleh tubuh.

7. Konsumsi obat-obatan

Obat-obatan untuk menangani masalah kesehatan lain juga bisa memicu peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh Anda.

Beberapa jenis obat-obatan tersebut meliputi progestin, steroid anabolik, dan kortikosteroid.

Inilah pentingnya berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan apa pun yang sedang Anda konsumsi.

8. Tidak minum obat sesuai resep

pratifar, obat kaplet

Pola makan sehat dan olahraga mungkin tidak cukup untuk mengelola kolesterol yang tinggi. Alhasil, dokter Anda akan meresepkan obat penurun kolesterol, seperti statin.

Statin tergolong obat yang paling efektif untuk menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol HDL dalam aliran darah.

Sayangnya, sebagian orang dengan kolesterol tinggi tidak minum obat ini sesuai resep karena merasa dirinya sudah agak baikan.

Ingat, patuhi penggunaan obat-obatan menurut resep dokter. Jika Anda ragu dengan dosis obat saat ini, konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikannya.

9. Minum alkohol berlebihan

Saat minum alkohol, hati akan memecah alkohol dan kolesterol secara bersamaan. Ini sebabnya minum alkohol berlebihan akan berpengaruh pada kadar kolesterol Anda.

Sebuah studi dalam jurnal Alcohol (2013) menemukan bahwa pria yang minum lebih banyak alkohol memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada pria yang jarang minum atau tidak minum sama sekali.

Jika Anda masih minum alkohol, sebaiknya ikuti anjuran batas aman minum alkohol sebanyak satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria.

Namun, orang dengan kolesterol tinggi lebih disarankan menghindari konsumsi alkohol.

10. Mengharapkan hasil terlalu cepat

kolesterol rendah

Apabila Anda baru menerapkan pola makan sehat untuk kolesterol tinggi, tentu jangan berharap untuk mendapatkan hasil yang instan.

Sama halnya dengan gejala kolesterol tinggi yang terjadi secara bertahap, penurunannya tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) secara umum menganjurkan orang dewasa sehat untuk cek kolesterol setiap 4–6 tahun sekali.

Namun, orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi dan anggota keluarga dengan kondisi ini perlu lebih sering melakukan pemeriksaan sesuai anjuran dokter.

Pola makan sehat tidak cukup untuk mengatasi kolesterol tinggi. Anda perlu mengimbanginya dengan olahraga, berhenti merokok, dan minum obat sesuai resep dokter.

Berbagai hal tersebut tentu bertujuan untuk mengelola dan mencegah komplikasi kolesterol tinggi, seperti serangan jantung dan stroke.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kolesterol tinggi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Verifying...
health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

High cholesterol – Symptoms & causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 9 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800

High cholesterol – Diagnosis & treatment. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 9 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/diagnosis-treatment/drc-20350806

High Cholesterol – Causes, Symptoms & Treatments. British Heart Foundation. Retrieved 9 March 2022, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/risk-factors/high-cholesterol

Familial Hypercholesterolemia (FH). American Heart Association. (2020). Retrieved 9 March 2022, from https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/causes-of-high-cholesterol/familial-hypercholesterolemia-fh

Getting Your Cholesterol Checked. Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Retrieved 9 March 2022, from https://www.cdc.gov/cholesterol/cholesterol_screening.htm

Graff, S. (2019). A Cardiologist’s Take on the Keto Diet. Penn Medicine. Retrieved 9 March 2022, from https://www.pennmedicine.org/news/news-blog/2019/april/a-cardiologists-take-on-the-keto-diet

Bellettiere, J., Winkler, E., Chastin, S., Kerr, J., Owen, N., Dunstan, D., & Healy, G. (2017). Associations of sitting accumulation patterns with cardio-metabolic risk biomarkers in Australian adults. PLOS ONE, 12(6), e0180119. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0180119

Wakabayashi I. (2013). Associations between heavy alcohol drinking and lipid-related indices in middle-aged men. Alcohol (Fayetteville, N.Y.), 47(8), 637–642. https://doi.org/10.1016/j.alcohol.2013.10.001

Baardman, M. E., Kerstjens-Frederikse, W. S., Berger, R. M., Bakker, M. K., Hofstra, R. M., & Plösch, T. (2013). The role of maternal-fetal cholesterol transport in early fetal life: current insights. Biology of reproduction, 88(1), 24. https://doi.org/10.1095/biolreprod.112.102442

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui May 20
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.