Kenapa Obat Statin untuk Kolesterol Harus Diminum di Malam Hari?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang sedang mengelola kadar kolesterol, dokter biasanya akan menginstruksikan Anda mengonsumsi obat penurun kolesterol (statin) satu kali sehari di malam hari. Jalan menuju kesembuhan adalah dengan menuruti apa kata dokter. Tapi penasarankah Anda apa alasannya? Lalu, apa boleh obat statin diminum di pagi hari?

Bagaimana cara kerja obat statin untuk menurunkan kadar kolesterol?

Statin adalah obat yang biasa diresepkan oleh dokter untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Secara spesifik, obat ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang biasa kita kenal dengan lemak jahat. Jika darah Anda mengandung terlalu banyak LDL, maka lemak ini dapat menumpuk dan berkerak di dinding pembuluh darah sehingga menurunkan aliran darah dan menimbulkan penyumbatan. LDL banyak dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

Obat penurun kolesterol ini bekerja dengan dua cara: menghambat enzim yang diperlukan tubuh untuk memproduksi kolesterol, dan juga membantu mengurangi plak lemak yang telah terbentuk dalam pembuluh darah. Oleh karena itu, obat statin dikenal dapat menurunkan risiko Anda mengalami stroke atau serangan jantung.

Kenapa statin harus dikonsumsi saat malam hari?

Ada sangat banyak merk obat golongan statin yang beredar di masyarakat. Kebanyakan golongan statin dikonsumsi 24 jam sekali. Beberapa jenis statin dapat bekerja lebih maksimal jika dikonsumsi setelah makan, sementara sebagian lagi lebih baik jika dikonsumsi malam hari. Hal ini disebabkan karena enzim yang membuat kolesterol lebih aktif pada malam hari.

Beberapa jenis obat statin memiliki waktu paruh kurang dari 6 jam, obat jenis ini biasanya merupakan jenis yang paling baik dikonsumsi pada malam hari. Simvastatin merupakan salah satu contohnya. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa ketika simvastatin dikonsumsi pada malam hari, maka obat ini akan mengurangi lebih banyak kolesterol LDL daripada jika dikonsumsi pagi hari.

Lovastatin, merupakan jenis statin yang harus dikonsumsi saat makan malam. Sementara lovastatin jenis lepas lambat lebih baik dikonsumsi saat ingin tidur. Fluvastatin — yang memiliki waktu paruh tiga jam juga lebih baik dikonsumsi pada malam hari.

Statin boleh diminum pagi hari, tapi tergantung jenisnya

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa jenis statin yang lebih baru memiliki efektivitas yang sama saat dikonsumsi pagi hari. Obat-obat tersebut antara lain adalah atorvastatin dan rosuvastatin. Kedua jenis obat ini memiliki waktu paruh yang lebih panjang, yakni selama 14 jam. Fluvastatin jenis lepas lambat bahkan dapat diminum kapan pun.

Yang perlu Anda ketahui saat mengonsumsi statin

Penting untuk Anda pahami bahwa tidak semua jenis obat statin adalah sama. Oleh karena itu, Anda perlu mencermati terlebih dulu, jenis obat statin apa yang Anda konsumsi. Selalu  patuhi petunjuk yang diberikan dokter untuk hasil yang maksimal. Tanyakan dengan jelas kapan Anda harus mengonsumsi obat Anda, dan apakah Anda perlu mengonsumsinya sesudah makan. Obat ini bekerja paling baik saat dikonsumsi di waktu yang sama setiap hari.

Perlu Anda ketahui pula bahwa beberapa jenis statin tidak baik jika dikonsumsi bersamaan dengan grapefruit. Grapefruit dapat membuat obat ini bertahan lebih lama dalam tubuh sehingga akhirnya menumpuk. Penumpukan statin dapat meningkatkan risiko pecah otot, kerusakan hati, dan bahkan gagal ginjal. Jika pada kemasan tidak terdapat keterangan mengenai interaksi obat statin Anda dengan grapefruit, maka Anda dapat menanyakan dokter mengenai hal ini.

Statin juga dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain. Oleh karena itu, selalu konsultasikan pada dokter mengenai obat-obatan apa saja yang akan Anda minum, termasuk suplemen dan obat bebas lainnya.

Statin juga dapat memberikan beberapa efek samping seperti nyeri otot, nyeri sendi, mual, dan sakit kepala. Efek samping yang lebih serius meliputi kerusakan otot, ginjal, dan hati. Jika Anda menderita diabetes tipe 2, statin juga dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala efek samping apapun setelah mengonsumsi obat penurun kolesterol Anda.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit