home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Waktu Tepat Minum Obat Statin, Plus Tips Aman Mengonsumsinya

Waktu Tepat Minum Obat Statin, Plus Tips Aman Mengonsumsinya

Bagi Anda yang sedang mengelola kadar kolesterol tinggi, dokter biasanya akan menginstruksikan Anda mengonsumsi obat penurun kolesterol (statin). Obat ini hanya boleh Anda minum satu kali sehari. Sama seperti obat lain pada umumnya tidak boleh diminum sembarangan. Lantas, kapan waktu terbaik untuk minum obat statin?

Manfaat minum obat statin dan cara kerjanya

Statin adalah obat yang biasa diresepkan oleh dokter untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Secara spesifik, obat ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat.

Jika darah Anda mengandung terlalu banyak LDL, maka lemak ini dapat menumpuk dan berkerak pada dinding pembuluh darah, sehingga menurunkan aliran darah dan menimbulkan penyumbatan. LDL banyak dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

Obat penurun kolesterol ini bekerja dengan dua cara. Pertama, menghambat enzim tubuh yang memproduksi kolesterol. Kedua, membantu mengurangi plak dalam pembuluh darah.

Oleh karena itu, obat statin dikenal dapat menurunkan risiko Anda mengalami stroke atau serangan jantung.

Waktu terbaik untuk minum obat statin

obat nyeri saat hamil

Perlu Anda ketahui bahwa waktu minum obat ternyata berdampak pada efektivitas obat dalam mengatasi suatu penyakit. Salah satunya obat untuk menurunkan kolesterol ini.

Obat statin memiliki banyak jenis. Nah, setiap jenis obatnya memiliki waktu minum yang berbeda-beda. Jadi, Sebelum Anda menggunakan obat ini, baiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Lebih jelas, mari bahas satu per satu waktu terbaik minum obat kolesterol menurut jenisnya.

1. Short-acting statins

Obat kolesterol yang durasi kerjanya pendek paling baik Anda minum pada malam hari. Studi menunjukkan bahwa minum short-acting statin pada malam hari membantu menurunkan kadar LDL dan kolesterol total lebih baik daripada pada siang hari.

Ini karena enzim hati yang memproduksi kolesterol lebih aktif saat malam hari. Ketika Anda minum obat statin pada waktu tersebut, tentu kinerja obat akan jadi lebih efektif. Obat jenis ini memiliki waktu paruh kurang dari 6 jam.

Contoh obat kolestetol yang tergolong dalam short-acting statins meliputi:

2. Long-acting statins

Tipe obat kolesterol ini memiliki waktu lebih lama untuk diproses tubuh, yakni waktu paruh 19 jam. Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankan pasien untuk minum obat statin ini pada waktu pagi atau siang hari.

Penting bagi Anda untuk konsisten dalam menentukan waktu minum obat. Jika di awal penggunaan obat, Anda meminumnya pada pagi hari, Anda sebaiknya terus meminum obatnya setiap pagi hari.

Berikut contoh obat yang termasuk dalam long-acting statins, di antaranya:

Tips aman minum obat statin

Terapi Iodine Radioaktif

Jika Anda ingin obat kolesterol ini efektif dalam menangani kondisi ini, perhatikan beberapa tips berikut ini.

Jangan berhenti minum obat tanpa izin dokter

Perlu Anda pahami jika obat ini bisa saja terus Anda minum tanpa batas waktu. Dalam banyak kasus, ketika seseorang berhenti minum statin, kadar kolesterolnya meningkat lagi. Oleh sebab itu, seseorang tidak boleh berhenti minum statin tanpa persetujuan dokter.

Namun, dokter mungkin aja mengurangi dosis atau memberikan Anda lampu hijau untuk berhenti minum obat statin . Terutama jika dengan berhenti merokok, rajin berolahraga, dan berhasil menurunkan berat badan menunjukkan hasil yang efektif dalam mengendalikan kadar kolesterol tubuh.

Kenali efek sampingnya

Seperti kebanyakan obat, statin juga bisa menimbulkan efek samping. Mengenali efek samping dari suatu obat adalah hal yang penting. Pasalnya, jika efek sampingnya membuat Anda tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas harian, Anda perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Berikut ini adalah berbagai efek samping yang mungkin terjadi setelah Anda minum obat statin.

  • Nyeri otot, otot lemah, atau kram.
  • Sembelit atau diare.
  • Pusing dan mual.
  • Tubuh lemah dan sakit kepala.
  • Memicu kenaikan gula darah pada orang dengan kondisi tertentu.

Lakukan perubahan gaya hidup jadi lebih sehat

Mengandalkan obat statin tanpa melakukan perubahan gaya hidup, termasuk pola makan untuk penderita kolesterol tinggi untuk mengendalikannya, menurut situs Mayo Clinic.

Jadi, jangan hanya terpaku untuk minum obat saja tanpa melakukan perubahan pola makan dan kebiasaan tertentu yang mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh Anda.

 

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cholesterol medications: Consider the options. (2021, February 02). Retrieved June 29, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/cholesterol-medications/art-20050958.

Awad, K., & Banach, M. (2018). The optimal time of day for statin administration. Current Opinion in Lipidology, 29(4), 340-345. doi:10.1097/mol.0000000000000524

Awad, K., Serban, M., Penson, P., Mikhailidis, D., Toth, P., Jones, S., . . . Banach, M. (2017, June 13). Effects of morning VS evening Statin administration on lipid profile: A systematic review and meta-analysis. Retrieved June 29, 2021, from https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1933287417303434.

Barter, P. J., Brandrup-Wognsen, G., Palmer, M. K., & Nicholls, S. J. (2010).Effect of statins on HDL-C: a complex process unrelated to changes in LDL-C: analysis of the VOYAGER DatabaseJournal of lipid research51(6), 1546–1553. https://doi.org/10.1194/jlr.P002816

Vallejo-Vaz, A. J., Robertson, M., Catapano, A. L., Watts, G. F., Kastelein, J. J., Packard, C. J., . . . Ray, K. K. (2017). Low-Density lipoprotein cholesterol lowering for the primary prevention of cardiovascular disease among men with Primary elevations of low-density lipoprotein cholesterol levels of 190 mg/dl or above. Circulation, 136(20), 1878-1891. doi:10.1161/circulationaha.117.027966.

Genetics help predict heart disease risk, statin benefits. (2016, March 30). Retrieved June 29, 2021, from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/genetics-help-predict-heart-disease-risk-statin-benefits

Strom, B. L., Schinnar, R., Karlawish, J., Hennessy, S., Teal, V., & Bilker, W. B. (2015). Statin therapy and risk of acute memory impairment. JAMA Internal Medicine, 175(8), 1399. doi:10.1001/jamainternmed.2015.2092.

Commissioner, O. (n.d.). Controlling cholesterol with statins. Retrieved June 29, 2021, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/controlling-cholesterol-statins

Samaras, K., Brodaty, H., & Sachdev, P. (2016, March 28). Does statin use cause memory decline in the elderly? Retrieved June 29, 2021, from https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1050173816300019.

Statins lower heart attack, stroke risk in people at average risk. (n.d.). Retrieved June 29, 2021, from https://www.heart.org/en/news/2018/05/01/statins-lower-heart-attack-stroke-risk-in-people-at-average-risk

Assessing severity of statin side effects: Fact versus fiction. (n.d.). Retrieved June 29, 2021, from https://www.acc.org/latest-in-cardiology/articles/2018/04/09/13/25/assessing-severity-of-statin-side-effects.

Mega, J. L., Stitziel, N. O., Smith, J. G., Chasman, D. I., Caulfield, M., Devlin, J. J., Nordio, F., Hyde, C., Cannon, C. P., Sacks, F., Poulter, N., Sever, P., Ridker, P. M., Braunwald, E., Melander, O., Kathiresan, S., & Sabatine, M. S. (2015). Genetic risk, coronary heart disease events, and the clinical benefit of statin therapy: an analysis of primary and secondary prevention trials. Lancet (London, England)385(9984), 2264–2271. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(14)61730-X

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team