Benarkah Makan Acar Bisa Bikin Tekanan Darah Naik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/04/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Tidak lengkap rasanya kalau makan nasi goreng atau sate tanpa kehadiran acar timun. Ya, acar timun sering disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan seperti nasi goreng, martabak telur, sate, mi, dan makanan lainnya. Namun, katanya makan acar tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi karena dapat memicu tekanan darah naik.

Apa benar makan acar timun bisa bikin tekanan darah naik?

acar
Sumber: Vero at Home

Acar adalah salah satu makanan segar yang disukai banyak orang. Makanan ini terbuat dari timun, wortel, dan bawang yang dipotong-potong, kemudian difermentasi dengan gula, garam, dan cuka sehingga rasanya sangat segar saat disantap bersama makanan lainnya.

Sekilas, acar tampak aman-aman saja untuk kesehatan karena dibuat dari aneka sayur atau buah. Akan tetapi, para ahli justru mengungkapkan fakta sebaliknya, yaitu kebanyakan makan acar bisa membuat tekanan darah naik.

Dikutip dari Livestrong, satu buah acar timun ukuran sedang mengandung 569 miligram natrium. Sementara berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kemenkes RI, angka kecukupan natrium untuk orang dewasa (usia 19-49 tahun) adalah 1.500 miligram setiap harinya. Ini artinya, kandungan natrium pada acar timun setara dengan sepertiga dari jumlah maksimum natrium per hari.

Selain menyebabkan tekanan darah naik, acar yang dikonsumsi terlalu banyak dapat memicu penyakit kronis lainnya seperti maag, diabetes, hingga gangguan ginjal. Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi yang dibiarkan terus menerus dapat merusak pembuluh darah dan memicu serangan jantung.

Bagaimana makan acar bisa bikin tekanan darah naik?

mencegah hipertensi tekanan darah tinggi

Tubuh membutuhkan asupan sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Bagi Anda yang tidak suka makan sayur dalam jumlah banyak, hal ini memang dapat disiasati dengan menambahkan acar ke dalam makanan.

Akan tetapi, ingatlah bahwa acar terbuat dari hasil fermentasi timun dengan gula, garam, dan cuka. Kandungan garam alias natrium inilah yang akan diserap oleh lambung. Semakin banyak natrium yang dicerna, maka pembuluh darah akan menarik banyak cairan untuk menetralisir natrium tersebut.

Kondisi ini akan menekan dinding-dinding pembuluh darah dan akhirnya membuat tekanan darah naik. Begitu pula dengan acar kalengan, kandungan garamnya justru dapat terserap lebih banyak ke dalam mentimun, mirip seperti spons yang menyerap air.

Untuk mengatasinya, Anda membutuhkan makanan sumber kalium untuk membantu menurunkan tekanan darah. Namun, jika tidak, tekanan darah Anda akan terus meningkat tanpa terkendali.

Anda tetap boleh makan acar, asalkan…

acar nanas
Sumber: Food Blogs

Tak usah takut makan acar setelah mengetahui fakta ini, ya. Bukan berarti acar itu dilarang. Makan acar dalam jumlah yang wajar tidak akan langsung membuat tekanan darah Anda melonjak drastis, kok.

Yang terpenting, perhatikan porsi acar yang Anda makan supaya tidak berlebihan. Setelah itu, perhatikan juga gejala hipertensi yang mungkin terjadi pada diri Anda setelah makan acar. Tekanan darah yang mulai naik ditandai dengan sakit kepala hebat, nyeri dada, dan sesak napas.

Maka itu, periksa tekanan darah Anda secara rutin ke dokter atau menggunakan tensimeter milik sendiri. Jika tekanan darah Anda di atas normal, yaitu lebih dari 140/90 mmHg, maka segera turunkan dengan olahraga teratur dan memperbanyak asupan kalium dari makanan.

Bagaimanapun, cara terbaik untuk menurunkan risiko hipertensi adalah membatasi asupan garam pada makanan. Terlebih bagi Anda yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, Anda semakin berisiko tinggi terkena hipertensi. Terapkan pola hidup sehat dengan sebaik mungkin untuk mencegah terkena berbagai penyakit, khususnya hipertensi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Saat nonton film horor atau berada di tempat yang sangat tinggi, kulit bisa merinding ketakutan. Nah, ini dia penjelasan kenapa tubuh bereaksi seperti itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca