Cedera Tendon Achilles

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi cedera tendon achilles

Apa itu cedera tendon achilles?

Gangguan muskuloskeletal tidak hanya mencakup masalah pada sistem rangka dan sistem otot manusia saja, namun juga meliputi masalah yang menyerang tendon, jaringan serat penghubung antara tulang dan otot.

Salah satu masalah tendon adalah cedera tendon achilles yang menyerang bagian bawah dari kaki Anda. Biasanya, kondisi ini dialami oleh atlit, tapi juga bisa dialami oleh siapa saja.

Achilles tendon merupakan salah satu tendon terbesar di dalam tubuh. Jika Anda menggunakannya secara berlebihan, tendon ini bisa robek sebagian atau bahkan sepenuhnya.

Cedera tendon achilles dapat sangat menyakitkan dan terkadang menyebabkan kesulitan berjalan. Saat mengalaminya, Anda mungkin akan mendengarkan suara dari kaki yang menandakan adanya kerusakan pada tendon. 

Hal tersebut kemudian diikuti oleh rasa nyeri di pergelangan kaki dan kaki bagian bawah, sehingga seperti yang telah disebutkan, Anda akan mengalami kesulitan saat berjalan.

Kondisi ini biasanya diatasi dengan operasi. Namun demikian, sebagian besar juga bisa meredakan rasa sakit dari cedera tendon ini dengan melakukan berbagai pengobatan lainnya.

Seberapa umum kondisi ini?

Cedera tendon achilles adalah kondisi yang tergolong umum. Cedera tersebut umumnya menyerang pria berusia 40-50 tahun, terutama atlet yang berpartisipasi dalam aktivitas atletik setelah lama berhenti latihan.

Penyakit tersebut dapat diatasi dengan cara mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala cedera tendon achilles

Gejala cedera tendon achilles yang paling umum adalah:

  • Rasa nyeri pada kaki yang muncul secara tiba-tiba, rasanya bagian belakang betis seperti ditendang.
  • Rasa sakit yang bertambah semakin parah saat Anda aktif bergerak.
  • Pembengkakan di bagian belakang kaki, antara betis dengan tumit.
  • Kesulitan berjalan, khususnya jika naik tangga atau berjalan di tanjakan.
  • Kesulitan mengangkat jemari kaki.
  • Terdapat suara seperti retak atau patah pada kaki yang mengalami cedera tendon.
  • Tendon achilles yang terasa kaku saat bangun dari posisi berbaring.
  • Rasa sakit di area tendon setelah berolahraga.
  • Tendon menjadi lebih tebal.
  • Ada tulang yang menonjol pada tumit.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala dari cedera tendon achilles tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami hal di bawah ini:

  • Nyeri dan kesemutan pada kaki.
  • Merasa ada sesuatu yang putus atau robek dalam tumit, terutama ketika Anda mengalami kesulitan berjalan setelahnya.

Penyebab cedera tendon achilles

Cedera otot tendon ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

1. Tendonitis

Tendonitis merupakan masalah tendon yang terjadi akibat penggunaan tendon yang berlebihan, atau terjadi kerusakan pada tendon. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kaki dan di sekitar tumit.

Anda mungkin menyadari bahwa ada tendon yang menjadi lebih tebal atau lebih keras dan kaku akibat tendonitis. Kondisi ini tentu akan semakin parah jika tidak segera diatasi.

2. Tendon robek

Adanya jaringan tendon yang robek dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada tendon. Jaringan tendon mungkin saja robek sebagian atau bahkan seluruhnya. Saat mengalaminya, Anda tentu membutuhkan perawatan medis.

Jatuh dari ketinggian atau mengalami kecelakaan tertentu, dapat menyebabkan robeknya urat tendon achilles. Sebagai tambahan, beberapa obat seperti antibiotik quinolone mungkin meningkatkan risiko kondisi ini.

Faktor risiko cedera tendon achilles

Berikut adalah beberapa faktor risiko dari cedera tendon achilles yang mungkin Anda miliki:

1. Usia tertentu

Usia merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami cedera tendon achilles. Biasanya, kondisi ini rentan dialami oleh orang yang menginjak usia 30-40 tahun.

2. Jenis kelamin pria

Kondisi ini lebih rentan dialami oleh pria dibandingkan dengan wanita. Bahkan, potensi yang dimiliki pria untuk mengalami cedera ini lebih besar lima kali lipat.

3. Beberapa jenis olahraga

Ada beberapa jenis olahraga yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini. Beberapa di antaranya adalah berlari, melompat, atau olahraga permainan seperti sepak bola, basket, dan juga tenis.

4. Pemakaian injeksi steroid

Untuk mengatasi kondisi tertentu, Anda mungkin harus melakukan pengobatan menggunakan steroid. Biasanya, dokter memberikan obat ini untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan di dalam tubuh.

Namun, obat ini dapat melemahkan tendon di sekitar area yang diberikan suntikan. Hal ini juga sering sekali dihubungkan dengan cedera tendon achilles.

5. Penggunaan antibiotik tertentu

Antibiotik fluoroquinolone seperti ciprofloxacin atau levofloxacin dapat meningkatkan risiko Anda mengalami cedera tendon achilles.

6. Kelebihan berat badan atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas bisa menjadi salah satu faktor risiko mengalami cedera tendon achilles.

Obat & pengobatan cedera tendon achilles

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Sering kali kondisi ini disalahartikan sebagai kondisi lain, misalnya keseleo. Padahal, kedua kondisi tersebut sangat jauh berbeda. Jika penanganan yang diberikan salah atau tidak sesuai, kondisi Anda mungkin saja menjadi lebih parah.

Oleh sebab itu, jika Anda merasakan gejala yang merujuk pada kondisi ini, lebih baik segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat sehingga dokter bisa memberikan pengobatan yang sesuai.

Biasanya, beberapa hal berikut ini akan menjadi pertimbangan selama diagnosis dilakukan:

  • Kesehatan pasien secara menyeluruh, beserta riwayat kesehatannya.
  • Penjelasan mengenai gejala yang dirasakan oleh pasien.
  • Latihan fisik untuk melatih tendon achilles dan memeriksa apakah ada pembengkakan, nyeri otot, atau tulang yang menonjol.
  • Tes untuk melihat apakah Anda masih bisa menggerakkan pergelangan kaki dengan baik.
  • Tes X-ray untuk melihat kondisi tulang dan memastikan apakah tendon menjadi kaku atau keras.
  • Tes MRI untuk melihat tingkat keparahan pada kerusakan tendon yang Anda alami, dan menentukan pengobatan yang terbaik untuk mengatasi kondisi Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk cedera achilles tendon?

Pengobatan untuk mengatasi cedera achilles tendon tergantung dari usia, intensitas kegiatan, dan tingkat keparahan dari cedera yang dialami. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi ini: 

Perawatan non-bedah

Perawatan cedera achilles tendon jenis ini adalah:

  • Istirahatkan tendon dengan menggunakan kruk.
  • Aplikasikan es ke area tubuh yang terdampak.
  • Minum obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen.
  • Jaga pergelangan kaki dari aktivitas selama beberapa minggu pertama setelah cedera, biasanya dengan menggunakan sepatu bot saat pergi ke luar rumah atau gips.

Perawatan non-bedah cenderung dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat ditimbulkan dari operasi, seperti infeksi. Namun, perawatan ini meningkatkan peluang untuk mengalami kendala yang sama di kemudian hari.

Operasi

Biasanya, prosedur operasi untuk mengatasi cedera tendon achilles dilakukan dengan membuat sayatan di belakang kaki bagian bawah, lalu tendon yang robek akan dijahit agar tersambung kembali.

Sebenarnya, kondisi ini tergantung pada kondisi jaringan yang robek, karena proses tersebut bisa saja diperkuat dengan keberadaan tendon lainnya.

Komplikasi yang mungkin terjadi dari prosedur operasi termasuk infeksi dan kerusakan saraf. Prosedur invasif minimal mengurangi tingkat infeksi dibandingkan prosedur terbuka.

Rehabilitasi

Setelah menjalani salah satu jenis pengobatan yang telah dipilih, Anda disarankan untuk mengikuti latihan fisik untuk menguatkan otot kaki dan tendon achilles.

Sebagian besar orang yang mengalami kondisi ini akan memiliki kekuatan yang sama seperti sebelumnya setelah 4-6 bulan kemudian.

Namun, penting untuk terus menjalani latihan fisik demi menjaga kekuatan dan stabilitas otot dan tendon setelahnya agar tidak mengalami lemah otot atau masalah otot lainnya.

Ada pula rehabilitasi fungsional, yaitu salah satu jenis rehabilitasi yang fokus pada koordinasi bagian-bagian tubuh dan bagaimana tubuh bergerak. Tujuan dari rehabilitasi ini adalah untuk mengembalikan kebugaran tubuh seperti sedia kala.

Rehabilitasi yang dilakukan, setelah menjalani pengobatan juga dapat meningkatkan progres dari proses pengobatan itu sendiri.

Komplikasi cedera tendon achilles

Cedera tendon Achilles juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi, di antaranya:

  • Rasa sakit yang mungkin akan bertambah semakin parah setiap harinya.
  • Kesulitan berjalan atau tidak bisa aktif bergerak.
  • Tendon robek akibat cedera yang terjadi berkali-kali.

Ada juga komplikasi yang terjadi justru setelah Anda menjalani pengobatan untuk kondisi ini, seperti:

  • Tendon yang robek setelah injeksi obat kortison.
  • Muncul rasa sakit dan infeksi yang terjadi setelah menjalani prosedur operasi.

Untuk menghindari berbagai jenis komplikasi tersebut, segeralah memeriksakan diri jika merasakan gejala tertentu yang berkaitan dengan kondisi ini. Menunda menjalani pengobatan meningkatkan risiko Anda mengalami berbagai komplikasi yang tidak Anda inginkan.

Pencegahan cedera tendon achilles

Jika memang Anda memiliki aktivitas yang sangat padat dan aktif, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera tendon achilles adalah:

1.  Lakukan peregangan yang menguatkan otot betis

Regangkan betis sampai Anda merasakan tarikan yang nyata, tapi tidak sakit. Jangan sampai tubuh Anda seakan terpental ketika melakukan peregangan. 

Dikutip dari Mayo Clinic, latihan penguatan betis juga dapat membantu otot dan tendon menyerap lebih banyak kekuatan dan mencegah cedera. 

2. Variasikan olahraga yang dilakukan

Jangan selalu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, hal ini sangat mungkin membuat Anda cedera. Variasikan olahraga alternatif berdampak tinggi, seperti berlari dan olahraga berdampak rendah, seperti berjalan, bersepeda, atau berenang. 

Hindari aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada tendon achilles Anda, seperti berlari di bukit dan melompat. 

3. Pilih permukaan yang aman untuk berjalan

Hindari atau batasi permukaan yang keras atau licin. Pakaian yang layak sesuai cuaca dan kenakan sepatu atletik yang pas dengan bantalan yang tepat di tumit. 

4. Tingkatkan intensitas latihan secara perlahan

Cedera tendon achilles adalah kondisi yang umumnya terjadi setelah peningkatan intensitas aktivitas yang tiba-tiba. Tingkatkan jarak, durasi, dan frekuensi latihan Anda dengan tidak lebih dari 10 persen setiap minggu. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter atau dokter ortopedi untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Osteochondritis Dissecans

Osteochondritis dissecans adalah masalah kesehatan sendi karena kerusakan tulang akibat kekurangan aliran darah. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Bursitis

Bursitis adalah peradangan bursae yaitu kantung berisi cairan pelumas di sekitar bahu, siku, pinggul, lutut, kaki. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Tennis Elbow (Epikondilitis Lateral)

Tennis elbow adalah rasa sakit pada siku yang dapat terjadi karena rusaknya otot dan tendon di area siku. Apa penyebab, gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah penyakit yang membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Berikut informasi tentang gejala, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mimisan

Mimisan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
kostokondritis adalah

Kostokondritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
trauma otak adalah

Trauma Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit