3 Tips Agar Tak Tertular Penyakit Saat Naik Kendaraan Umum

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Berada di tempat umum kadang membuat kita lebih rentan terhadap penyakit, termasuk transportasi publik. Namun, kita tentu tak dapat menghindarinya begitu saja. Agar tetap sehat, ada kebiasaan yang harus kita lakukan selama dan setelah naik angkutan umum.

Menurut WHO, naik angkutan umum bahkan dapat membantu kesehatan dan iklim menjadi lebih baik. Mulai dari berkurangnya polusi udara, penurunan risiko kecelakaan lalu lintas, hingga kebisingan suara yang menurun. Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar tetap sehat ketika naik angkutan umum?

Tips sehat naik angkutan umum

Naik angkutan umum membuat tubuh kita lebih aktif bergerak dibandingkan naik kendaraan pribadi. Itulah yang bisa membuat jadi kita lebih sehat. Meski begitu, Anda tetap harus waspada saat bepergian dengan transportasi umum.

Mengapa? Jawabannya adalah banyaknya mikroorganisme penyakit. Pada saat menggunakan transportasi umum, artinya Anda berbagi ruangan dengan orang yang tidak Anda kenal. Artinya, bisa saja bakteri atau virus yang dibawa oleh orang lain menempel di tubuh Anda.

Misalnya, Anda sedang menggunakan bus dan Anda berdiri bersebelahan dengan penderita flu yang kebetulan tidak menggunakan masker. Hal itu, meningkatkan risiko Anda untuk tertular flu juga. Apalagi jika ia bersin dan tidak menutup mulut. 

Agar tetap sehat dan terhindar dari penularan penyakit ketika naik angkutan umum, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan berikut ini. 

1. Mencuci tangan saat sampai tujuan

cuci tangan sebelum seks

Salah satu tips ampuh agar tetap sehat meski naik angkutan umum adalah mencuci tangan. Hal ini menghindarkan Anda dari kuman penyakit yang menempel di tangan.

Usahakan untuk mencuci tangan selama 20 detik dengan menggunakan sabun agar terhindar dari penyakit. Selain itu, membawa hand sanitizer pun dapat menjadi alternatif lain.

Jika memungkinkan, Anda dapat memasukkan tangan di saku selama naik kendaraan umum untuk menghindari sentuhan dari orang lain.

Akan tetapi, jika terpaksa karena tak bisa atau Anda menyentuh pegangan yang mungkin penuh dengan kuman, jaga agar tangan Anda tetap di luar dan jangan memasukkannya ke kantong. 

Jika tidak, kantong Anda bisa menjadi tempat yang penuh dengan mikroorganisme penyakit dan membuat Anda mudah terinfeksi penyakit. 

2. Berkumur dengan obat kumur antiseptik

obat kumur gigi

Selain mencuci tangan, Anda juga bisa berkumur dengan obat kumur antiseptik sebelum melakukan perjalanan. 

Pada saat melakukan perjalanan dengan angkutan umum, terkadang Anda lupa untuk memakai masker untuk menutupi mulut Anda. Akibatnya, polusi dan bakteri rentan masuk ketika Anda bernapas dengan mulut dan membuat Anda tertular penyakit.

Tidak jarang saat bepergian dengan angkutan umum, Anda menyentuh pegangan atau pintu bus yang mungkin penuh bakteri. Tanpa sadar, Anda menyentuh mulut dengan tangan yang penuh bakteri.

Itu sebabnya, berkumur sebelum dan setelah naik angkutan umum dapat menghindarkan Anda dari risiko ini dan membuat Anda tetap sehat. 

3. Duduk atau berdiri di tempat yang sepi

duduk dekat jendela naik pesawat

Biasanya, bagian tengah sebuah bus atau kereta berisi lebih banyak orang dibandingkan pada bagian depan atau belakang. Semakin sedikit orang yang Anda temui, semakin sedikit pula peluang bakteri dan virus berpindah dari mereka untuk kemudian menginfeksi Anda. 

Kursi di dekat jendela atau setidaknya di sebelah kenalan Anda pun dapat menjadi cara agar Anda menghindari orang yang membawa kuman penyakit.

Manfaat naik angkutan umum

mengatasi nyeri sendi dan otot karena sering naik angkutan umum

Naik angkutan umum memang membuat Anda berisiko terkena penyakit. Namun, manfaat naik angkutan umum juga tak kalah baik. 

Seperti yang dilansir dari Ben Franklin Transit, menggunakan transportasi umum justru mendatangkan kebaikan untuk kesehatan dan lingkungan, antara lain: 

  • Membuat Anda lebih aktif bergerak, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes hingga hipertensi. 
  • Kecelakaan lalu lintas berkurang dan Anda pun lebih aman karena jumlah penggunaan kendaraan pribadi menurun. 
  • Mengurangi stress karena tidak perlu terjebak di tengah kemacetan sendirian. 
  • Berkontribusi untuk lingkungan yang lebih baik. Berkurangnya transportasi pribadi dapat mengurangi tingkat polusi akibat gas buang kendaraan. 

Meski ada risiko penyakit, bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan manfaat dari naik angkutan umum. Dengan terus menjaga kebersihan diri di atas, Anda dapat naik angkutan umum dan tetap sehat, bahkan menjadi lebih sehat lagi. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca