5 Pemeriksaan Fisik yang Wajib Dilakukan Pria Sebelum Menikah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hari pernikahan merupakan salah satu hari terpenting dalam hidup. Banyak hal harus dipersiapkan dengan matang, mulai dari daftar tamu, memesan gedung, mencari tempat katering, wedding organizer, dan tentu saja menemukan baju pengantin yang paling sempurna. Yakin sudah semua dilakukan? Eits… Sudah periksa kesehatan, belum? Cek kesehatan sebelum menikah itu penting, lho! Kenapa penting dan apa saja tes kesehatan sebelum menikah yang perlu dilakukan calon mempelai pria?

Pentingnya menjalani cek kesehatan sebelum menikah

Tes kesehatan sebelum menikah sama-sama penting untuk dilakukan kedua calon mempelai. Kondisi kesehatan Anda dapat memengaruhi proses kehamilan dan kesehatan anak hingga cucu Anda nantinya.

Selama ini, masyarakat mungkin lebih mengenal ragam cek kesehatan sebelum menikah untuk pihak perempuan. Namun, pria juga sebenarnya wajib menjalani serangkaian tes ini sebelum resmi pasang cincin. Pria sama-sama memiliki andil untuk menurunkan suatu kondisi atau penyakit tertentu dalam sebuah pohon keluarga.

Meskipun pemeriksaan kesehatan juga dapat dilakukan sebelum merencanakan kehamilan, ada baiknya Anda juga cek kesehatan sebelum menikah. Mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pihak akan membuat perencanaan membangun rumah tangga menjadi lebih matang. Dengan begitu, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih baik setelah mengetahui risiko kesehatan yang mungkin dialami oleh Anda dan calon anak Anda nantinya, jika Anda tetap mantap lanjut ke jenjang pernikahan.

Misalnya, di usia berapa Anda dan pasangan sebaiknya mencoba hamil dan apakah ada penyakit tertentu yang harus diobati dulu sebelum mengusahakan keturunan.

Jenis-jenis tes kesehatan sebelum menikah yang perlu dilakukan oleh pria

Cek kesehatan sebelum menikah bagi pria dapat dilakukan beberapa bulan menjelang pernikahan dan diharapkan dapat membuat mempelai laki-laki mengetahui gambaran umum kondisi fisik serta mentalnya sehingga lebih siap menghadapi rumah tangga.

Berikut ini adalah lima jenis pemeriksaan kesehatan yang setidaknya wajib dilakukan sebelum pria menikah.

1. Tes darah

Darah menyimpan banyak informasi tentang si empunya tubuh. Jenis tes darah yang umumnya dilakukan sebelum menikah adalah pemeriksaan darah lengkap (complete blood count) untuk mengetahui gambaran kesehatan individu secara umum dan mendeteksi kondisi anemia, polisitemia, maupun leukemia.

Golongan darah maupun rhesus juga tidak lupa diperiksa. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui kecocokan rhesus dan efeknya terhadap ibu dan bayi. Jika calon pasangan memiliki rhesus yang berbeda, kemungkinan ibu akan mengandung  anak dengan rhesus yang berbeda. Hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan anak dalam kandungan karena dapat merusak sel darah dan menyebabkan anemia dan cacat organ dalam bayi.

Selain itu, tes darah HbA1C juga dapat mendeteksi risiko penyakit metabolik seperti diabetes serta mengukur kadar kolesterol, trigliserida, HDL, dan LDL.

2. Tes penyakit kelamin dan penyakit menular seksual

Menjalani tes penyakit kelamin sebelum dan seterusnya setelah menikah adalah cara yang ideal untuk suami istri saling terbuka seputar status kesehatan mereka yang terbaru dan paling akurat. Ini bukan soal masalah kecurigaan dan ketidakpercayaan semata, melainkan soal menghormati satu sama lain. Ini merupakan faktor penting jika Anda ingin terus maju mengarungi bahtera rumah tangga yang berkualitas.

Tes penyakit kelamin dapat mendeteksi berbagai penyakit kelamin seperti sipilis, gonore, HPV, dan HIV yang umumnya tidak menunjukkan gejala. Jika tidak dideteksi dini, penyakit seksual bisa menyebabkan ketidaksuburan, bahkan kanker. Beberapa penyakit kelamin ini juga dapat diturunkan ke anak Anda nantinya, baik perpindahan infeksi saat melahirkan atau berwujud komplikasi cacat lahir.

3. Tes genetik

“Bakat” penyakit bisa diturunkan dari orangtua ke anak. Bahkan dalam beberapa kasus, penyakit keturunan juga bisa meloncati satu generasi, dari kakek-nenek langsung ke cucunya.

Tes genetik bisa mendeteksi apakah Anda memiliki “bibit” penyakit yang bisa diturunkan ke anak-cucu Anda nantinya, dan jika ya, seberapa besar risiko keturunan Anda untuk mendapatkannya Beberapa penyakit genetik yang cukup umum diturunkan misalnya asma, penyakit jantung, diabetes, kanker, depresi hingga yang langka seperti Down syndrome, buta warna, thalassemia, dan anemia sel sabit.

4. Cek kesuburan

Masalah ketidaksuburan bukan menjadi beban yang hanya ditanggung oleh pihak perempuan. Laki-laki juga memiliki risiko yang sama besarnya terhadap hal ini. Sebuah penelitian bahkan memperkirakan 30% masalah ketidaksuburan dalam pernikahan disebabkan oleh pihak laki-laki.

Itulah kenapa calon mempelai pria juga harus menjalani tes kesehatan sebelum menikah, terutama menjalani analisis air mani. Melalui pemeriksaan ini, kualitas sperma Anda bisa diketahui pasti. Jika hasilnya menampilkan kelainan sperma yang bisa bikin pria tidak subur, dokter dapat membantu Anda dan pasangan merencanakan kehamilan lewat cara-cara lain. Misalnya dengan program bayi tabung.

5. Konseling dan dukungan psikologis

Satu hal yang tidak boleh terlupakan dalam runutan cek kesehatan sebelum menikah bagi laki-laki adalah konseling psikolog. Pemeriksaan ini penting untuk menilai kesiapan mental Anda untuk menjadi kepala keluarga. Apabila ditemukan tanda-tanda pada diri Anda yang berpotensi menimbulkan stres dalam rumah tangga nantinya, maka terapis bisa menyarankan Anda untuk menjalani terapi dan bimbingan untuk meminimalisasi terjadinya konflik di kemudian hari.

Konseling juga penting untuk mendeteksi risiko penyakit jiwa, terutama mengenali tanda-tanda depresi pada pria. Depresi adalah penyakit yang dapat menimpa siapa saja. Namun efeknya mungkin akan lebih fatal pada pria karena kebanyakan pria tidak menyadari gejalanya atau bahkan menutup-nutupinya. Pria lebih rentan bunuh diri akibat depresi yang tidak tertangani. Meskipun jumlah perempuan yang mencoba bunuh diri tiga kali lipat daripada laki-laki, namun ternyata, jumlah laki-laki yang benar-benar melakukan bunuh diri adalah empat kali lebih banyak daripada perempuan.

Di samping itu, adanya riwayat keluarga depresi di keluarga Anda akan memungkinkan terjadinya peningkatan risiko terjadinya depresi pada anak Anda.

Jika Anda masih ragu untuk menjalani tes kesehatan sebelum menikah, ada baiknya minta ditemani oleh calon istri agar berbagai kondisi kesehatan yang ada juga dapat langsung dikomunikasikan dengan baik.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 28, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 24, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca