Bagaimana Mengecek Siapa yang Tidak Subur: Suami Atau Istri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Dikaruniai anak adalah harapan banyak para pasangan suami istri. Itulah mengapa ketidaksuburan atau infertilitas menjadi seperti mimpi buruk yang sangat ditakuti para pasangan yang mendambakan anak. Baik laki-laki maupun perempuan punya kemungkinan tidak subur. Maka, penting bagi pasangan yang sudah lama mengusahakan kehamilan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui siapa yang tidak subur. Dengan demikian, perawatan dan penanganan yang akan diberikan untuk meningkatkan kesuburan pun akan lebih tepat sasaran dan efektif. Anda pun bisa mencoba mengecek sendiri siapa yang kira-kira tidak subur. Dengan memerhatikan gejala dan tanda-tandanya, Anda dan pasangan bisa mengetahui siapa yang infertil.

Sebelum mengecek gejala dan tanda-tanda ketidaksuburan pada suami dan istri, Anda perlu memahami bahwa tidak subur dan mandul adalah dua hal yang berbeda. Tidak subur terjadi setelah pasangan suami istri mengusahakan kehamilan dengan seks yang teratur tanpa alat kontrasepsi selama enam bulan hingga satu tahun tapi tak membuahkan hasil. Sementara itu, kemandulan adalah ketidakmampuan untuk hamil atau menghamili. Maka, pasangan yang tidak subur masih memiliki kesempatan untuk hamil dan melahirkan anak kandung.

Tanda-tanda tidak subur pada wanita

Pada wanita, gejala infertilitas yang paling kentara tentu saja belum memiliki anak setelah mengusahakan dengan rutin. Pertanda lainnya bisa Anda simak berikut ini, tapi perlu diingat bahwa gejala yang muncul bisa berbeda bagi setiap orang tergantung pada penyebab infertilitas.

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Hitung dan catat baik-baik siklus menstruasi Anda karena siklus yang tidak teratur bisa menandakan Anda tidak subur. Anda perlu waspada kalau siklus menstruasi Anda terlalu lama (lebih dari 35 hari) atau terlalu cepat (kurang dari 21 hari) dan jika ada beberapa bulan terlewat tanpa haid.

2. Menstruasi tidak wajar

Selain siklus yang tidak teratur, Anda juga bisa melihat sifat haid Anda. Jika haid Anda jauh lebih deras atau lebih sedikit dari biasanya, Anda memiliki kemungkinan tidak subur. Perhatikan juga apakah saat menstruasi Anda merasakan nyeri yang berlebihan pada punggung, bagian tulang ekor, dan panggul, dan perut.  

3. Keluar cairan seperti susu dari payudara saat tidak menyusui

Bila Anda tidak sedang menyusui tetapi dari payudara keluar cairan kental mirip air susu ibu (ASI) yang berwarna putih, kemungkinan Anda mengalami masalah kelainan hormon yang bisa menyebabkan Anda tidak subur.

4. Rasa sakit ketika melakukan hubungan seks

Jangan meremehkan rasa sakit yang Anda rasakan ketika melakukan hubungan intim. Hal ini bisa menandakan banyak hal yang berdampak pada kesuburan Anda. Anda bisa jadi menderita penyakit radang panggul, fibroid rahim, atau sindrom ovarium polikistik. Penyakit-penyakit ini berpotensi menyebabkan Anda tidak subur. Ada berbagai faktor penyebab penyakit ini, misalnya penyakit menular seksual atau tumbuhnya sel non-kanker yang menghalangi pembuahan pada rahim.

5. Usia di atas 35 tahun

Meskipun Anda yang berada di usia 35 tahun ke atas masih memiliki kesempatan untuk hamil, kemungkinannya akan semakin mengecil. Ini disebabkan oleh sel telur yang mulai susah untuk dibuahi setelah Anda menginjak usia 35 tahun.

Tanda-tanda tidak subur pada pria

Tak hanya perempuan, laki-laki juga bisa menjadi alasan mengapa pasangan belum juga dianugeragi anak. Biasanya tanda-tanda ketidaksuburan pada pria tidak akan mudah dikenali sampai ketika Anda mengusahakan kehamilan. Namun, Anda tetap perlu waspada dengan tanda-tanda berikut.

1. Masalah fungsi seksual

Perhatikan jika Anda mengalami masalah pada fungsi seksual seperti hilangnya gairah seksual, kesulitan ereksi dan ejakulasi, dan jumlah sperma sedikit. Masalah-masalah ini bisa jadi pertanda Anda infertil.

2. Rasa sakit, benjolan, atau pembengkakan pada daerah testis

Salah satu gejala infertilitas yang bisa Anda kenali dengan relatif mudah adalah apabila daerah testis terasa sakit, terdapat benjolan, atau membengkak. Bisa jadi Anda mengalami gangguan pada testis yang tentu akan memengaruhi kualitas sperma Anda.

3. Masalah berat badan

Badan yang terlalu gemuk atau kurus bisa menjadi masalah bagi kesuburan Anda. Ini berarti nutrisi dalam tubuh Anda tidak seimbang sehingga kualitas sperma yang Anda hasilkan bukanlah yang terbaik. Pria dengan terlalu kurus dapat memiliki jumlah sperma yang sedikit dan konsentrasi sperma yang rendah (encer), sedangkan pria yang terlalu gemuk dapat memiliki jumlah sperma yang sedikit dan kadar hormon testosteron yang rendah.

4. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual bisa menjadi salah satu penyebab kesehatan, motilitas, dan jumlah sperma yang kurang ideal. Jika Anda pernah memiliki sejarah terserang penyakit menular seksual, segera dapatkan pengobatan karena penyakit ini masih bisa disembuhkan.

5. Usia di atas 35 tahun

Jumlah sperma pada pria akan semakin menurun ketika Anda mencapai usia 35 tahun. Ini berarti peluang pembuahan pun akan turut menurun pula. Namun, Anda masih tetap bisa mengusahakan kehamilan.

Pilihan yang tersedia bagi pasangan jika memang tidak subur

Setelah Anda memahami gejala-gejalanya, bandingkan dan lihat siapa di antara Anda dan pasangan yang menunjukkan tanda lebih banyak. Setelah itu Anda bisa memastikan langsung ke dokter dengan melakukan rangkaian pemeriksaan dan menerima diagnosis.

Ada beberapa pilihan yang tersedia bagi pasangan tidak subur untuk memiliki anak. Anda atau pasangan yang tidak subur bisa menjalani terapi kesuburan. Data yang diperoleh American Society for Reproductive Medicine menunjukkan bahwa sejumlah 85 hingga 95 % kasus pasangan tidak subur berhasil disembuhkan dengan terapi kesuburan melalui pengobatan atau operasi. Namun, apabila perawatan ini belum berhasil juga, Anda dan pasangan bisa mencoba berbagai teknologi reproduksi berbantuan seperti injeksi sperma atau bayi tabung.

BACA JUGA: 

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

    Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Melahirkan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    3 Hal yang Membuat Anda Susah Hamil Anak Kedua

    Bagi beberapa pasangan, mendapatkan anak kedua tidak semudah memiliki anak pertama/ Apa penyebabnya susah hamil lagi, meskipun sudah pernah hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Kesuburan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

    Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

    Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    nutrisi trimester ketiga

    Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    makan timun saat haid

    Apa Benar Wanita Tidak Boleh Makan Timun Saat Sedang Haid?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit