Punya Kista Ovarium, Apakah Rahim Perlu Diangkat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kista ovarium adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada wanita. Kista sebenarnya bukan masalah serius karena dapat hilang sendiri, tapi dokter bisa saja menyarankan Anda untuk mengangkat kista tersebut agar tidak berkembang mengganas. Yang selanjutnya jadi pertanyaan di banyak benak wanita adalah, apakah prosedur operasi kista ovarium juga mengharuskan angkat rahim?

Bagaimana kista bisa terbentuk di ovarium?

Kista adalah pertumbuhan jaringan berbentuk kantung yang berisi cairan. Jika kista tumbuh di indung telur, kista tersebut disebut sebagai kista ovarium. Setiap wanita bisa memiliki kista ini, terutama wanita yang masih mengalami menstruasi setiap bulannya.

Sebab, kista berkembang dari folikel berisi sel-sel telur yang sebulan sekali akan pecah atau mengalami peluruhan karena tidak dibuahi. Folikel yang gagal pecah lama-kelamaan akan membentuk kista.

Kista ovarium pada umumnya bisa hilang sendiri dan tidak menimbulkan gejala. Dokter juga dapat meresepkan pil KB untuk mengempiskan kista sekaligus mengurangi risiko pembentukan kista baru.

Namun pada beberapa kasus, kista bisa makin membesar sehingga menyebabkan keluhan seperti nyeri perut, kembung, dan pembengkakan perut. Bila kondisi Anda tidak makin membaik dan ukuran kista makin membesar, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi kista ovarium.

Ada dua jenis operasi kista ovarium

Operasi kista ovarium harus dilakukan ketika benjolan kista tidak hilang dan terus membesar. Operasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi atau mencegah berkembangnya kista menjadi kanker.

Ada dua jenis operasi untuk kista ovarium, yaitu laparoskopi dan laparotomi. Laparoskopi adalah prosedur pemotongan kista dengan sebuah alat khusus berbentuk selang elastis yang dimasukkan lewat sayatan kecil pada perut. Sementara itu, sayatan yang dibuat oleh dokter selama prosedur laparotomi biasanya akan lebih besar dan dalam untuk memudahkan akses ketika mengangkat kista tersebut. Yang manapun prosedur yang Anda jalani, kemudian sayatan akan ditutup dengan jahitan.

Apakah operasi kista ovarium juga perlu mengangkat rahim?

Dilansir dari NHS Choice, operasi kista ovarium yang dilakukan dengan teknik laparoskopi tidak membutuhkan angkat rahim karena bertujuan hanya untuk mengangkat kistanya saja. Namun pada beberapa kasus, operasi mengharuskan dokter mengangkat salah satu indung telur sehingga hanya tersisa satu indung telur saja. Indung telur yang tersisa masih bisa melepaskan hormon estrogen dan progesteron serta memproduksi sel telur secara normal. Hanya saja, konsekuensinya Anda kemungkinan akan lebih sulit hamil.

Jika Anda disarankan untuk menjalani laparotomi, maka kemungkinan besar kedua indung telur dan rahim Anda juga perlu ikut diangkat. Pasalnya, laparotomi adalah prosedur pengangkatan kista yang sudah berkembang menjadi kanker. Pengangkatan organ reproduktif ini dilakukan untuk mencegah sel kanker berkembang meluas menggerogoti tubuh Anda. Jika kedua pasang indung telur Anda beserta rahim ikut diangkat bersama kista, maka Anda tidak bisa hamil lagi.

Akan tetapi, dokter juga perlu mempertimbangkan hal lainnya sebelum memutuskan bahwa rahim Anda juga harus diangkat. Bila Anda belum mengalami menopause, dokter akan berusaha mempertahankan rahim dan indung telur tetap utuh sehingga kesuburan Anda tidak akan berpengaruh. Anda tetap bisa merencanakan kehamilan dan memiliki anak.

Pilihan prosedur operasi kista ovarium yang dilakukan bergantung pada kondisi kesehatan dan jenis kistanya. Jadi, tidak semua operasi pengangkatan kista akan menyebabkan wanita kehilangan rahimnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 4, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 20, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca