home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Tips Hidup Sehat Usai Menjalani Operasi Kista Ovarium

4 Tips Hidup Sehat Usai Menjalani Operasi Kista Ovarium

Anda mau tidak mau menjalani operasi kista ovarium, jika benjolan kista tidak kunjung hilang bahkan terus membesar. Namun tunggu dulu, perjuangan Anda masih belum selesai meski operasi sudah berhasil dijalankan. Lantas, apa saja yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan setelah operasi kista ovarium?

Begini pola hidup sehat setelah operasi kista ovarium

Ada 2 jenis metode operasi kista ovarium, yakni dengan laparoskopi dan laparotomi. Terlepas dari metode operasi mana yang Anda pilih untuk menghilangkan kista pada ovarium, proses pemulihan keduanya tetaplah sama.

Nah, agar cepat sembuh dan sehat kembali seutuhnya, sebaiknya terapkan serangkaian pola hidup berikut setelah operasi kista ovarium:

1. Patuhi aturan pola makan harian

aturan makan bagi penderita kanker usus besar

Entah karena efek operasi, obat, atau memang kondisi tubuh yang belum pulih sepenuhnya, rasanya Anda jadi malas sekali untuk makan dengan teratur. Bahkan, perut seolah terasa masih kenyang yang akhirnya membuat Anda jadi tidak nafsu untuk makan.

Ibarat mobil yang harus selalu diisi bensin agar bisa terus melaju, tubuh Anda pun demikian. Asupan makanan harian bertindak sebagai bahan bakar, yang akan menyumbang sejumlah energi untuk menunjang proses penyembuhan setelah operasi kista ovarium.

Begitu pula dengan minum banyak cairan, yang dibutuhkan agar tubuh tetap terhidrasi optimal. Secara otomatis, proses pemulihan pun akan terhambat jika kebutuhan utama tersebut tidak bisa terpenuhi dengan baik.

Jadi, pastikan Anda selalu makan secara teratur dan tepat waktu, ya!

2. Istirahat total

tidur terlalu cepat

Prosedur operasi pengangkatan kista ovarium biasanya melibatkan penggunaan anestesi atau obat bius total pada tubuh. Efek samping anestesi pada setiap pasien tidaklah sama, tergantung dari kondisi tubuh pasien tersebut. Terkadang, Anda mungkin merasa sangat lemas sampai sulit berpikir dengan jernih setelah operasi kista ovarium.

Efek samping tersebut biasanya tidak akan berlangsung lama, dan dapat segera hilang dalam 24 jam pasca operasi. Itu sebabnya, di masa ini Anda tidak dianjurkan untuk banyak beraktivitas terlebih dahulu.

Apalagi sampai mengemudikan kendaraan, menggunakan mesin, menatap layar monitor, dan kegiatan lainnya yang membutuhkan cukup banyak energi dan konsentrasi. Sebagai gantinya, istirahatkanlah tubuh secara optimal setidaknya sampai efek samping anestesi hilang, atau tubuh telah dirasa cukup pulih.

Penting untuk diingat, sebaiknya tetap batasi waktu istirahat Anda. Terlalu lama beristirahat juga kurang baik karena bisa memicu munculnya sejumlah masalah kesehatan, termasuk melemahnya otot-otot tubuh.

3. Jangan lupa jadwal minum obat

lupa minum obat

Setelah operasi kista ovarium selesai, dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh Anda. Salah satunya seperti obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengatasi nyeri yang kerap muncul di bekas jahitan operasi.

Cermati dan patuhi aturan konsumsi serta waktu minum obat. Bila perlu, Anda bisa membuat pengingat khusus agar tidak lupa jadwal minum obat di sela-sela proses pemulihan.

4. Melakukan pemeriksaan kembali ke dokter

Pemeriksaan lanjutan ke dokter sudah menjadi hal lumrah yang pasti dilakukan sekitar seminggu setelah operasi kista ovarium. Dokter akan mengecek sejauh mana perkembangan kesehatan Anda, sekaligus mendeteksi bila kemungkinan masih ada masalah pada organ reproduksi.

Beberapa jahitan bisanya dapat pulih dengan sendirinya. Sementara jahitan yang lain, kadang harus dilepas atau ditindaklanjuti oleh dokter.

Kuncinya, patuhi semua saran dari dokter

Proses pemulihan setiap pasien bisa berbeda-beda. Namun rata-rata, 1-2 minggu merupakan waktu optimal untuk istirahat total hingga kemudian dapat beraktivitas normal seperti semula.

Meski begitu, cepat atau lambatnya waktu pemulihan ditentukan lagi berdasarkan kondisi kesehatan tubuh dan prosedur operasi yang Anda jalani. Penting untuk senantiasa mematuhi semua anjuran dari dokter.

Pasalnya, dokter mungkin akan menyarankan serta meminta Anda untuk menghindari beberapa hal saat masih dalam proses pemulihan. Jangan ragu untuk bertanya jika memiliki keluhan terkait kondisi tubuh Anda.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ovarian Cysts. https://www.healthline.com/health/ovarian-cysts Diakses pada 22 Januari 2019.

Ovairan Cyst Removal. https://www.bupa.co.uk/health-information/womens-health/ovarian-cyst-removal Diakses pada 22 Januari 2019.

How to Plan for Recovery at Home After Surgery. https://www.webmd.com/healthy-aging/features/home-self-care#1 Diakses pada 22 Januari 2019.

Mistakes After Surgery That Slow Your Recovery. https://www.webmd.com/healthy-aging/features/rehab-mistakes#1 Diakses pada 22 Januari 2019.

Treatment Ovarian Cyst. https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/treatment/ Diakses pada 22 Januari 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 27/01/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x