Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Penting Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/05/2017
Bagikan sekarang

Ketika kaki Anda kram atau kejang otot, rasanya pasti sungguh menyiksa. Mau bergerak jadi susah dan kadang terasa nyeri. Meskipun kaki kram biasanya tidak membahayakan, tentu kemunculannya sangat mengganggu aktivitas Anda. Lalu bagaimana caranya meredakan kram yang sering muncul? Simak penjelasan berikut ini.

Nutrisi penting untuk mengatasi kaki kram

Ada banyak hal yang bisa memicu kaki kram. Beberapa di antaranya adalah kurang pemanasan otot, otot kelelahan, peredaran darah tidak lancar, serta efek samping obat-obatan. Menurut dr. Kim Gladden dari Cleveland Clinic, orang lanjut usia (lansia) juga cenderung lebih sering mengalami kaki kram.

Selain hal-hal tersebut, kram juga bisa disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi. Ya, kram memang bisa jadi salah satu gejalan kekurangan nutrisi tertentu. Maka, untuk mengatasinya pun dibutuhkan enam jenis nutrisi penting berikut ini.

1. Kalsium

Kekurangan kadar kalsium dalam darah bisa jadi salah satu penyebab kaki kram. Pasalnya, kekurangan kalsium bisa membuat otot dan ujung saraf Anda jadi jauh lebih peka. Inilah mengapa orang yang biasanya kekurangan kalsium seperti ibu hamil dan lansia sering tiba-tiba kram di kaki.

Dalam sehari, anak-anak membutuhkan kalsium hingga 1.300 miligram. Sedangkan orang dewasa pada umumnya membutuhkan 1.000 miligram atau setara dengan empat gelas susu sapi. Sumber kalsium selain susu sapi yaitu yogurt, keju, ikan sarden, ikan salmon, brokoli, bayam, dan bok choy (sawi cina).

2. Kalium

Kalium sangat berguna untuk mengendalikan kontraksi dan pelemasan otot-otot di kaki. Jika Anda kekurangan nutrisi penting ini, kaki jadi lebih mudah berkontraksi tiba-tiba atau kram. Nah, Anda membutuhkan kira-kira 4.700 miligram kalium dalam sehari. Pastikan Anda yang sering mengalami kram memenuhi angka kecukupan gizi tersebut, ya. Jika kram Anda kambuh, Anda juga sebaiknya menambah asupan kalium.

Nutrisi penting ini bisa Anda dapatkan dari alpukat, bayam, ubi jalar, yogurt, pisang, dan susu kedelai. Jika dokter menganjurkan, Anda juga bisa menambah asupan kalium dari suplemen khusus. Namun, ingatlah bahwa kuncinya yaitu berkonsultasi dulu dengan dokter Anda.  

3. Magnesium

Mineral ini bisa hilang saat Anda berkeringat atau buang air kecil. Padahal, tubuh memerlukan magnesium untuk mengendalikan kerja otot seperti kontraksi dan pelemasan. Maka, kekurangan magnesium bisa menimbulkan masalah seperti kaki kram.

Anda dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan magnesium sebesar 400 miligram per hari. Untuk mendapatkan mineral ini, Anda bisa mengonsumsi kacang almond dan kacang-kacangan lainnya, bayam, brokoli, serta cokelat hitam (dark chocolate).

4. Vitamin D

Vitamin D berperan sangat penting dalam penyerapan kalsium serta magnesium. Tanpa vitamin ini, tubuh akan kesulitan mencerna kalsium dan magnesium yang diperlukan untuk menjaga kesehatan otot.

Cara paling mudah untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah berjemur di bawah sinar matahari. Sumber vitamin D lainnya antara lain bubur gandum, nasi putih, wijen, dan sayuran berdaun hijau seperti kangkung.

5. Vitamin B kompleks

Menurut American Academy of Neurology, vitamin B kompleks bisa membantu redakan kaki kram. Kekurangan atau ketidakseimbangan kadar vitamin B kompleks dalam tubuh memang bisa menyebabkan kerusakan fungsi otot dan saraf. Jadi pastikan Anda mengonsumsi vitamin B kompleks dalam jumlah seimbang.

Vitamin ini bisa Anda dapatkan dari konsumsi daging sapi, daging kambing, telur, jamur, kacang panjang, makanan laut seperti ikan dan udang, gandum utuh, serta bayam. Saat ini juga sudah banyak suplemen vitamin B kompleks. Namun, konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum minum suplemen vitamin apapun.

6. Vitamin E

Kram pada kaki bisa disebabkan oleh peredaran darah tidak lancar. Untuk itu, Anda butuh vitamin E yang mampu melancarkan peredaran darah serta memicu produksi sel darah merah. Nutrisi penting ini bisa Anda temui dalam bahan pangan seperti kacang tanah, kacang almond, kuaci, dan susu kedelai.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020