3 Jenis Obat Keseleo di Apotek dan Perawatannya di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Keseleo atau terkilir adalah cedera yang terjadi pada jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Keseleo paling sering terjadi pada bagian pergelangan kaki. Namun, keseleo bisa juga terjadi di lutut atau tangan. Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa nyeri, bengkak, memar, dan menurunkan kemampuan bergerak. Simak berbagai pilihan obat keseleo atau terkilir dan cara menanganinya dalam ulasan berikut ini.

Obat-obatan untuk mengatasi keseleo

Pada dasarnya, tidak ada obat khusus untuk menangani keseleo saja. Namun, ada beberapa obat pereda rasa nyeri yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri otot yang mungkin timbul akibat keseleo.

Biasanya, obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi keseleo termasuk dalam golongan non-steroidal anti inflammatory drugs (NSAIDs), termasuk ibuprofen dan naproxen. Kedua jenis obat ini dapat membantu meredakan rasa sakit atau nyeri, mengatasi peradangan serta pembengkakan yang terjadi akibat keseleo.

Ada pula obat-obatan pereda nyeri lainnya yang juga bisa digunakan untuk mengatasi keseleo, yaitu acetaminophen. (paracetamol). Sama halnya dengan obat-obatan NSAIDs, acetaminophen juga bisa digunakan sebagai obat pereda nyeri.

Hanya saja, berbeda dengan ibuprofen dan naproxen, acetaminophen tidak bisa mengurangi pembengkakan atau peradangan. Jika ingin menggunakan obat-obatan pereda nyeri untuk keseleo tersebut, ikutilah petunjuk penggunaannya, seperti menggunakan dosis yang tepat. Obat-obatan ini bisa Anda beli secara bebas di apotek terdekat.

Selain konsumsi obat, bagaimana cara menangani keseleo di rumah?

kaki keseleo atau patah tulang

Mengingat keseleo sering kali bisa ditangani secara mandiri di rumah, ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keseleo selain menggunakan obat. Cara menangani keseleo saat di rumah bisa dilakukan dengan beberapa metode ini:

1. Istirahatkan bagian yang keseleo

Pertama-tama, hindari segala kegiatan yang berpotensi menyebabkan rasa nyeri otot akibat keseleo menjadi semakin parah. Jika keseleo yang Anda rasakan sudah semakin parah, gunakan alat bantu jika memang diperlukan.

Namun, meski Anda tidak mengonsumsi obat untuk mengatasi keseleo dan harus mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir ini, bukan berarti Anda tidak boleh menggerakkannya. Pasalnya, jika otot tidak digerakkan sama sekali dalam waktu yang lama,  lama-kelamaan Anda bisa jadi mengalami atrofi otot.

Justru, apabila otot masih bisa digerakkan meski sedikit terasa sakit, coba untuk tetap menggerakkannya perlahan agar sendi dan otot tidak terlalu kaku. Meski begitu, saat berolahraga, jangan melibatkan bagian yang sedang nyeri ini terlebih dahulu.

2. Kompres dingin dengan es

Saat sedang keseleo, alih-alih menggunakan obat, Anda juga bisa mengompres menggunakan es  di bagian yang terasa sakit. Lakukan selama 15-20 menit setiap 2-3 jam sekali. Teruslah melakukan rutinitas ini selama 1-2 hari.

Cara membuat kompres ini pun tidak terlalu rumit. Anda cukup membungkus beberapa es batu dengan kain atau handuk dan menempelkannya pada area yang terkilir. Kompres es ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan pada otot yang cedera.

Di samping itu, kompres ini juga bertujuan untuk meperlambat terjadinya perdarahan jika terjadi robekan. Namun, kalau area tubuh yang diberikan es ini berubah menjadi putih, sebaiknya berhenti kompres. Pasalnya, ini menandakan terjadinya radang dingin atau frost bite. Segera bawa ke dokter jika hal ini terjadi.

3. Gunakan perban

Jika Anda memilih untuk tidak mengonsumsi obat keseleo, cobalah untuk membalut bagian tubuh yang terkilir menggunakan perban. Menurut Mayo Clinic, menggunakan perban saat keseleo mampu mengatasi pembengkakan yang terjadi.

Namun ingat, jangan membungkus area yang terkilir terlalu ketat. Pasalnya, hal tersebut justru dapat menghambat sirkulasi darah yang tidak baik untuk kondisi kesehatan Anda.

Saat membalut area yang cedera, jangan memulainya dari bagian yang bengkak terlebih dahulu. Lalu, kendurkan perban elastis jika rasa sakit malah semakin parah, mati rasa, atau otot yang cedera justru semakin membengkak.

4. Angkat bagian yang terasa sakit

Untuk membantu meredakan pembengkakan, selama 48 jam pertama keseleo, angkat bagian tubuh yang keseleo supaya lebih tinggi dari jantung saat Anda berbaring.

Hal ini dilakukan agar gaya gravitasi bisa membantu mengurangi pembengkakan yang terjadi. Sebagai contoh, apabila Anda terkilir di bagian pergelangan kaki, angkat bagian tersebut lebih tinggi dari posisi tubuh Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Meski keseleo bisa diatasi dengan minum obat atau perawatan mandiri di rumah, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda pergi ke dokter saat terkilir. Contohnya, apabila gejala yang Anda alami justru semakin parah.

Sebaiknya, segera konsultasikan ke dokter agar Anda dibantu mengatasi kondisi keseleo yang sedang dialami. Beberapa gejala yang timbul di bawah ini bisa menandakan terjadinya patah tulang atau terjadi gangguan lainnya, setelah Anda mengalami keseleo:

  • Ada suara “krek-krek” atau yang dikenal dalam medis krepitasi di bagian yang keseleo.
  • Tidak bisa menggerakan sama sekali bagian sendi atau anggota tubuh yang keseleo.
  • Mati rasa.
  • Cedera tidak membaik setelah diobati sendiri. Rasa sakit dan bengkak semakin memburuk.
  • Terjadi demam selain bengkak dan nyeri.

Sebelum menentukan pengobatan atau perawatan yang tepat untuk kondisi Anda, dokter mungkin akan melakukan diagnosis terlebih dahulu. Diagnosis terhadap bagian tubuh yang keseleo bisa dilakukan menggunakan sinar-X atau MRI untuk membuat diagnosis lebih lanjut.

Setelah memahami tingkat keparahan dari cedera otot atau keseleo yang sedang Anda alami, dokter  mungkin akan melakukan perawatan atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi. Pada tingkatan yang sudah cukup parah, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi yang dapat mengatasi cedera yang dialami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Cara Mudah Membuat Bantal Pemanas dengan Bahan-Bahan yang Ada di Rumah

Otot terasa pegal tapi malas panggil tukang pijat? Yuk,coba membuat bantal pemanas sendiri dengan bahan-bahan sederhana berikut. Mudah, cepat, dan aman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Ingat 6 Tips Ini Agar Anda Tidak Mudah Jatuh atau Terpeleset di Rumah

Anda sering tiba-tiba jatuh atau tersandung tanpa sebab? Tenang... Ada berbagai cara mudah, kok, untuk mencegah jatuh dan terpeleset di rumah sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Jari Tangan yang Putus Bisa Disambung Kembali?

Saat jari tangan putus karena kecelakaan atau cedera, Anda pasti panik. Tenang, ada kemungkinan jari bisa disambung kembali, asal ikuti aturan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 31 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
keseleo (terkilir)

Keseleo (Terkilir)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit