Menghadapi Rasa Cemas dan Takut Setelah Didiagnosis Kanker Prostat

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/12/2017
Bagikan sekarang

Tidak mudah menghadapi ketok palu diagnosis kanker prostat. Rasa cemas, kalut, khawatir, dan takut mengenai masa depan mungkin bercampur aduk dalam benak Anda. Reaksi ini adalah hal yang wajar. Meski begitu, Anda tidak boleh putus asa. Stres berlebihan justru dapat menghambat jalannya proses pengobatan kanker. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi rasa takut setelah diagnosis kanker prostat.

Tips mengatasi rasa takut setelah diagnosis kanker prostat

1. Cari informasi sedetail mungkin

Menggali informasi seputar metode pengobatan kanker prostat, termasuk efektivitas dan efek sampingnya, hingga perawatan diri selama berobat dapat membantu Anda mempersiapkan diri terhadap setiap kemungkinan yang dapat terjadi.

Itu sebabnya, jangan ragu untuk bertanya ke dokter, perawat, atau petugas kesehatan lainnya apabila Anda tidak mengerti mengenai istilah medis atau jenis pengobatan yang berkaitan dengan kanker prostat. Tim medis Anda adalah sumber yang paling terpercaya untuk membantu Anda menghadapi kanker prostat.

Selain itu, Anda juga bisa mendapat informasi tentang kanker prostat dari internet, komunitas, forum, seminar, atau orang yang mengalami hal serupa. Ingat, mengetahui lebih banyak tentang penyakit yang Anda alami akan membantu Anda merasa lebih tenang dan nyaman dengan jalannya perawatan Anda.

2. Pilih dokter yang tepat untuk lakukan pengobatan

Carilah dokter yang menurut Anda paling nyaman diajak berkomunikasi dan mampu menanggapi berbagai keluh kesah yang Anda rasakan. Aktiflah berdiskusi dengan dokter Anda terkait apa yang harapkan dari hasil tes, prosedur, proses pengobatan, maupun efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dalam mempersiapkan diri Anda menghadapi segala kemungkinan yang ada. 

3. Minta dukungan keluarga

Gejolak emosi negatif adalah reaksi yang wajar saat Anda divonis terkena kanker prostat. Namun jika Anda tidak bisa mengatasinya, ini bisa memengaruhi kesehatan fisik Anda. Bahkan beberapa kasus, hal tersebut bisa menyebabkan Anda mengalami frustasi dan depresi. Itu sebabnya, jangan sungkan untuk meminta dukungan keluarga, entah itu dari pasangan, anak, sanak saudara, ataupun kerabat dekat Anda.

Peran keluarga dalam membantu Anda berjuang melawan kanker prostat sangatlah besar. Pertimbangkan untuk membawa orang-orang di sekitar Anda setiap datang konsultasi. Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan suntikan semangat dan dukungan emosional agar bisa melewati masa-masa menantang saat pengobatan berlangsung.

4. Lindungi diri Anda dari cerita negatif

Kebanyakan orang yang didiagnosis kanker mengalami stres berat karena mendengarkan cerita dari orang sekitarnya tentang hal-hal negatif mengenai kanker. Namun, jangan biarkan hal negatif tersebut mengendalikan hidup Anda.

Jika ada beberapa orang yang bermaksud baik untuk menceritakan tentang cerita orang lain yang berjuang melawan kanker, sampaikan pada mereka dengan mengatakan “Aku hanya ingin mendengar cerita dengan akhir yang bahagia!”. Meski terdengar ketus, hal ini bisa jadi cara ampuh untuk melindungi diri Anda dari cerita-cerita negatif yang justru membuat Anda semakin stres dan terpuruk untuk berjuang melawan penyakit ini.

5. Lakukan berbagai hal yang positif

Cobalah untuk mencari pengalaman berharga yang bisa memperkaya hidup, menerima diri Anda sendiri, serta menghabiskan waktu dengan orang-orang yang berenergi positif. Pasalnya hal-hal tersebut dapat menguatkan diri Anda sendiri dan membantu Anda menentukan pilihan terbaik terkait penyakit ini.

Jika Anda orang yang aktif, Anda juga bisa bergabung dalam komunitas, organisasi, serta grup aktivis yang ada kaitannya dengan kanker prostat. Intinya, lakukan apapun yang Anda rasa dapat menghubungkan Anda dengan orang lain yang mengalami kondisi serupa dengan cara yang positif.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Merawat Tubuh yang Benar Saat Menjalani Pengobatan Kanker

Efek samping yang dialami oleh pasien kanker saat menjalani pengobatan, dapat diatasi dengan perawatan tubuh. Temukan jawabannya di artikel Hello Sehat ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

5 Jenis Operasi yang Paling Sering Direkomendasikan Dokter untuk Kanker Tenggorokan

Untuk pasien kanker tenggorokan stadium awal, dokter sering merekomendasikan pengobatan langsung lewat operasi. Mana yang akan Anda jalani?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

5 Gejala Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali

Kanker esofagus dapat menyebabkan kematian bila terlambat didiagnosis. Maka itu, penting untuk mengetahui gejala awal kanker esofagus (kanker kerongkongan).

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

7 Gejala Kanker Tenggorokan yang Paling Mudah Dikenali

Meski kanker jenis ini masih dibilang jarang, tapi tak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri atau gejala kanker tenggorokan sejak dini. 

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

infertilitas pada pria akibat kanker prostat

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020
covid-19 bunuh diri

Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
ultrasound menghancurkan sel kanker

Terapi Ultrasound Tidak Hanya untuk Kecantikan, Tapi Bisa Kurangi Sel Kanker

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020
kanker muncul setelah sembuh

Ria Irawan Meninggal Dunia Akibat Kanker yang Kembali Muncul, Kok Bisa?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020