7 Tips Jitu Mengendalikan Gejala Gagal Jantung yang Sering Kambuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Meski Anda dapat merasakan jantung berdetak setiap hari, kebanyakan orang sering kali tidak sadar saat jantungnya bermasalah. Salah satunya ketika Anda mengalami gejala gagal jantung. Ya, gejala gangguan jantung yang satu ini cenderung samar-samar dan biasanya baru disadari saat kondisinya sudah parah.

Walau termasuk penyakit yang serius, Anda tak perlu buru-buru cemas saat telanjur divonis terkena gagal jantung. Pasalnya, gejala ini dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup sehat. Lantas, apa saja yang harus dilakukan supaya gejala gagal jantung tidak mudah kambuh? Simak informasinya berikut ini.

Cara mencegah gejala gagal jantung kambuh dengan gaya hidup sehat

Mengonsumsi obat-obatan dari dokter memang dapat membantu mengatasi gagal jantung. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika Anda turut melakukan perubahan gaya hidup sehat untuk membantu mengendalikan gejala gagal jantung yang sering kambuh.

Berikut adalah langkah-langkah mengendalikan gejala gagal jantung yang bisa Anda lakukan.

1. Kenali gejalanya

gagal jantung karena kurang vitamin D

American Heart Association (AHA) mengungkapkan bahwa langkah paling awal yang harus Anda lakukan adalah mengenali gejala gagal jantung sedini mungkin, seperti dikutip dari Everyday Health. Namun, ini bukan berarti Anda hanya memperhatikan muncul atau tidaknya nyeri dada saja, justru lebih tepatnya melihat perubahan berat badan setiap hari. Kenapa begitu?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gejala gagal jantung cenderung samar-samar dan tidak hanya berupa nyeri dada atau sesak napas saja. Jadi, Anda tidak bisa hanya berpatokan pada nyeri dada saja untuk mendeteksi gagal jantung.

Direktur departemen kardiologi di St. Francis Hospital, New York, dr. Richard Shlofmitz mengungkapkan bahwa cara termudahnya adalah dengan menimbang berat badan setiap pagi. Jika jarum timbangan Anda terus bergerak ke kanan, maka ini mungkin jadi pertanda bahwa tubuh Anda mengalami retensi air (penumpukan cairan dalam tubuh).

Retensi air adalah salah satu gejala gagal jantung yang paling awal. Biasanya, timbunan air ini terjadi di bagian kaki dan menyebabkan kaki bengkak. Selain itu, gejala gagal jantung juga disertai dengan sesak napas, tekanan darah tinggi, dan peningkatan denyut jantung.

2. Kurangi asupan garam

garam tidak boleh dimasak

Makanan yang mengandung garam harus dihindari oleh penderita gagal jantung. Semakin banyak asupan garam dalam tubuh, maka akan semakin banyak pula cairan yang terperangkap dalam tubuh. Lama-lama, hal ini dapat meningkatkan tekanan darah, kaki bengkak, dan sesak napas yang menjadi kumpulan gejala gagal jantung.

Maka itu, batasi penggunaan garam pada makanan hanya sesendok teh atau setara dengan 5 gram per hari (2.000 mg natrium). Hindari juga berbagai makanan ringan atau makanan kaleng, karena biasanya mengandung garam tersembunyi dalam jumlah banyak.

3. Makan makanan bergizi

hidup sehat prehipertensi

Menjaga kesehatan jantung tidak hanya sekadar menghindari makanan-makanan tidak boleh dimakan, tapi juga memastikan bahwa Anda selalu mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan jantung.

Kunci utamanya adalah pastikan Anda memenuhi kebutuhan serat harian supaya kadar gula darah dan kolesterol Anda tetap stabil. Contohnya adalah dengan perbanyak makan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan gandum utuh.

Penuhi juga asupan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk mencegah gagal jantung. Nah, hal ini bisa Anda penuhi dengan konsumsi ikan berminyak seperti salmon, makarel, dan sarden serta bahan makanan bersumber tumbuhan seperti biji chia, kacang-kacangan, dan biji rami (flaxseed).

4. Olahraga teratur

Aerobik

Kapan terakhir kali Anda berolahraga? Jika Anda sudah lama tak olahraga, maka jangan heran jika gejala gagal jantung Anda sering kali kambuh.

Anda mungkin menghindari olahraga karena takut akan memperberat kerja jantung dan meningkatkan risiko gagal jantung. Namun jangan salah. Seorang spesialis jantung di Cleveland Clinic, dr. David Taylor justru mengungkapkan hal sebaliknya. Olahraga rutin justru dapat menguatkan kerja jantung.

Pilihlah jenis olahraga aerobik seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau menggunakan mesin elliptical trainer selama 30 menit. Lakukan secara bertahap sesuai kemampuan Anda. Jika sudah terbiasa, baru tingkatkan intensitasnya menjadi 5 kali seminggu untuk hasil yang maksimal.

Sebelum memilih salah satu jenis olahraga, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Dokter akan menyesuaikan jenis olahraga yang Anda sukai dengan kemampuan fisik Anda.

5. Pakai baju yang nyaman

jenis pakaian

Kaki bengkak akibat gagal jantung tentu membuat Anda jadi tidak nyaman saat beraktivitas. Untuk mengatasinya, gunakan pakaian yang nyaman setiap hari. Mulai dari baju, celana, hingga sepatu.

Bila perlu, gunakan kaus kaki khusus untuk membantu meredakan nyeri akibat kaki bengkak. Hal ini juga dapat membantu menaikkan tekanan cairan yang menumpuk di kaki dan mengurangi pembengkakan.

6. Istirahat yang cukup

kurang tidur tekanan darah naik

Para ahli dari National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa tidur adalah salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan jantung. Meskipun mereka belum menemukan kaitan antara keduanya, para ahli mengatakan bahwa kurang tidur dapat memicu hipertensi, obesitas, diabetes, dan peradangan yang keseluruhannya dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Orang dengan gagal jantung sering mengalami kesulitan bernapas saat tidur atau ketika sekadar berbaring. Sebagai solusinya, pilihlah bantal yang nyaman dan alas yang empuk supaya Anda bisa tidur lebih nyenyak. Beri tahu dokter jika Anda masih mengalami kesulitan tidur.

7. Minta bantuan orang terdekat

support group kanker hati

Didiagnosis mengalami gagal jantung mungkin membuat Anda sedih, stres, cemas berlebihan, atau bahkan depresi. Tak jarang pula, Anda mungkin jadi lebih mudah marah saking memikirkan kesehatan Anda.

Meskipun olahraga dapat membantu menstabilkan emosi, beberapa orang merasa ini tidak cukup untuk memperbaiki mood. Jika Anda mengalaminya, mintalah dukungan dari keluarga, pasangan, atau orang terdekat untuk membantu mengendalikan emosi Anda.

Bila perlu, kunjungi konselor profesional untuk membantu mengatasi kecemasan Anda. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih tenang dan lebih mampu mengatasi gejala gagal jantung yang bisa terjadi kapan saja.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca