4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di masa pandemi sekarang ini, kita harus mulai membangun kebiasaan untuk hidup lebih bersih, sehingga bisa terhindar dari penularan virus, terutama COVID-19. Kesadaran ini sangat ditekankan terutama bagi Anda yang masih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Membersihkan diri setelah keluar rumah adalah cara terbaik untuk melindungi keluarga dan orang terdekat di masa new normal. Apa saja yang perlu dilakukan? Simak ulasannya berikut ini.

Menjadikan protokol kesehatan sebuah kebiasaan

Anda pasti sudah sering diingatkan untuk selalu melakukan protokol kesehatan setiap melakukan aktivitas di luar ruangan. Bukan tanpa alasan, penyebaran virus corona sekarang ini belum juga menunjukan titik cerah sehingga wajar saja kesadaran akan masalah ini harus terus ditingkatkan.

Berdasarkan anjuran dari CDC (Centers of Disease Control and Prevention), berikut hal yang perlu ditegakkan dan diterapkan dalam kehidupan selama pandemi terutama bagi Anda yang mau tidak mau harus keluar rumah.

Mencuci tangan selama di rumah atau setelah keluar bepergian

Cuci tangan setiap kali mendapat kesempatan dengan menggunakan sabun setidaknya selama 20 detik. Kebiasaan ini harus dipraktekan di mana dan kapan pun, saat di rumah atau setelah keluar rumah. Jangan lupa gunakan sabun cuci tangan yang sudah terbukti ampuh menghilangkan kuman dan mengandung ph seimbang sehingga tangan tidak kasar dan tetap lembut.

Biasakan untuk mencuci tangan terutama:

  • Sebelum makan atau menyiapkan makanan
  • Sebelum dan setelah menyentuh wajah
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah meninggalkan tempat umum
  • Setelah bersin atau batuk

Selalu membawa hand-sanitizer

Terkadang tidak semua tempat menyediakan fasilitas untuk Anda dapat mencuci tangan dengan baik dan secara menyeluruh. Di sini lah peran hand-sanitizer menjadi sangat vital.

Pilih hand-sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Pertimbangkan juga hand-sanitizer yang mengandung moisturizer atau pelembap agar tangan tidak kering. Anda juga bisa membawa tisu berbasis alkohol yang bisa digunakan tak hanya untuk tangan, tapi juga berbagai permukaan yang akan Anda sentuh atau akan terjadi kontak langsung.

Bersihkan semua barang yang dipakai setelah keluar rumah

Menurut American Academy of Family Physicians, setelah keluar rumah entah itu untuk bekerja atau kegiatan apapun, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, di antaranya:

  • Jika terkendala untuk mengganti pakaian sebelum pulang kerja, ganti di tempat yang jauh dari orang terdekat, misalnya garasi atau sebelum masuk rumah.
  • Lepas sepatu sebelum masuk rumah lalu bersihkan bagian atas dan bawah menggunakan tisu berbasis alkohol.
  • Cuci tangan setelah membersihkan pakaian yang dikenakan tadi.
  • Selalu membersihkan diri setelah keluar rumah sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga atau orang terdekat.

Secara rutin membersihkan rumah dengan semprotan sanitizer

Terdapat beberapa benda atau barang yang pasti lebih sering terjadi kontak langsung dibandingkan benda lain. Nah, benda-benda ini lah yang perlu secara rutin dibersihkan terutama bagi yang memiliki anggota rumah yang masih sering keluar rumah.

Anda perlu teliti dalam memilih larutan pembersih. Upayakan untuk menggunakan semprotan sanitizer yang mengandung 70% alkohol dan benzalkonium klorida.

Selalu pastikan pembersih permukaan tidak hanya untuk membersihkan tapi juga bisa membunuh kuman. Pilih pembersih yang mengandung peroxide 0,05% yang terbukti ampuh untuk membersihkan sekaligus membunuh kuman. Beberapa produk yang mengandung double formula benzalkonium chloride berbentuk seperti aerosol, hand spray, wipes dan phenoxyethanol gel.

Ruangan dan permukaan di rumah yang biasanya perlu sering dibersihkan setelah keluar atau selama di rumah seperti:

  • Meja belajar, dapur, dan kamar
  • Gagang pintu
  • Saklar lampu
  • Kamar mandi
  • Wastafel
  • Barang elektronik seperti remote control hingga handphone

Masih terdapat beberapa barang dan area yang sering terjadi kontak langsung sesuai kebiasaan keluarga masing-masing.

Jangan lupa, perhatikan keamanan ketika proses membersihkan juga. Gunakan lap atau alat lain, tergantung jenis permukaan yang akan dibersihkan. Pastikan untuk membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan produk yang Anda gunakan juga.

Kebiasaan-kebiasaan baik ini tidak hanya berguna di masa pandemik saja, tetapi bisa dirasakan manfaatnya hingga jangka panjang. Jadikan langkah tersebut sebagai rutinitas baru. Kuman pasti hilang, hati jadi tenang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Pelonggaran PSBB dan Risiko Terhadap Penularan COVID-19

PSBB kembali dilonggarkan setelah sebelumnya diperketat akibat terjadi lonjakan kasus infeksi. Seperti apa risiko pelonggaran PSBB?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit