Makanan yang Baik dan Buruk untuk Menyembuhkan Luka

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Terkadang, sebuah luka akan cepat mengering dan sembuh dalam waktu cepat. Namun tak jarang juga luka tak kunjung sembuh meski sudah berhari-hari. Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan yang kita makan saat di tubuh sedang terdapat luka, ternyata malah dapat menyebabkan luka tidak kunjung sembuh. Apakah ada pantangan dan anjuran makanan saat kita sedang memiliki luka? Tentu ada. Mari simak makan untuk menyembuhkan luka, yang harus dimakan dan harus dihindari.

Makanan untuk menyembuhkan luka

1. Kedelai

Makanan untuk menyembuhkan luka yang satu ini dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Mengapa kedelai bagus untuk penyembuhan luka? Kedelai mengandung berbagai macam vitamin, termasuk vitamin A, C, D, E dan K, yang meningkatkan fungsi pencernaan yang baik, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan kulit, khusunya kulit yang mengalami peradangan dan luka. Kedelai juga mengandung tinggi protein untuk membentuk jaringan baru pada sel-sel pada kulit.

2. Cokelat

Buat Anda yang suka cokelat, kalau sedang terdapat luka pada tubuh Anda, Anda boleh bersenang hati. Pasalnya, kandungan pada cokelat baik dan bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Menurut Contemporary Reviews in Cardiovascular Medicine, cokelat hitam dapat membantu menjaga tingkat tekanan darah yang sehat. Hal tersebut berdampak untuk kemampuan tubuh, khususnya kulit, untuk memberikan oksigen, nutrisi, dan vitamin bagi kulit yang mengalami luka. Cokelat juga memiliki sifat antioksidan yang kuat, yang dapat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh untuk membantu mencegah infeksi berlebih di kulit Anda.

3. Brokoli

Sayuran yang satu ini, selain lezat nyatanya menjadi salah satu makanan untuk menyembuhkan luka yang baik jika Anda konsumsi. Mengapa brokoli baik untuk penyembuhan luka?

Brokoli adalah sayuran silang yang tinggi kaya akan xat fitonutrien. Menurut National Institutes of Health, brokoli merupakan sumber antioksidan yang membantu mengelola peradangan dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Keuntungan lainnya, brokoli juga mengandung vitamin C, guna memelihara perbaikan dan pertumbuhan segala bentuk jaringan, dari pembuluh darah hingga ke lapisan kulit bagian atas.

Makanan yang harus dihindari jika Anda sedang dalam penyembuhan luka

1. Makanan yang mengandung rempah

Rempah aditif seperti jahe dan kunyit memang memiliki porsi dalam racikan ramuan masakan tradisional. Tapi sayangnya, rempah-rempah tersebut telah terbukti tidak baik bagi luka terbuka pada tubuh. Menurut  John Hopkins Medical School, rempah rempah seperti jahe dan kunyit, telah terbukti tidak baik untuk penyembuhan luka.

Pada luka luar yang masih  basah, sangat dibutuhkan penggumpalan darah agar cepat mengering, tetapi rempah-rempah justru bersifat sebaliknya, yaitu mengurangi risiko penggumpalan. Pembekuan darah sangat penting untuk penyembuhan luka. Setelah cedera terjadi, darah mulai mengumpul, menciptakan gumpalan yang menutup luka dan mencegah perdarahan lebih lanjut.

2. Gula

Sajian yang mengandung gula merupakan salah satu makanan yang harus dijauhi saat Anda sedang berusaha menyembuhkan luka, karena gula mempengaruhi tingkat kolagen di kulit Anda. Kolagen adalah komponen penting dari penyembuhan luka. Nah, tetapi gula juga sangat merusak kekebalan karena mengganggu kemampuan sel darah putih untuk menghancurkan bakteri, sehingga penyembuhan luka jadi memakan waktu lebih lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ketika sibuk meluangkan waktu untuk mengasuh anggota keluarga, jangan lupa untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Tidak menggunakan krim yang menyumbat saluran keringat, mungkin bisa jadi solusi. Namun tahukah Anda, ada bahan alami yang bisa mengusir biang keringat?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bercak darah saat tidak sedang haid

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit