Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/03/2017
Bagikan sekarang

Keseimbangan tubuh yang baik dibutuhkan setiap orang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Lalu bagaimana dengan orang yang mudah jatuh karena tidak seimbang? Ya, mungkin Anda salah satu orang yang sering jatuh atau ‘oleng’ ketika berjalan atau saat melakukan aktivitas lainnya. Hati-hati, keseimbangan tubuh yang kurang baik bisa jadi tanda Anda mengalami beberapa kondisi medis yang tidak Anda sadari. Lalu apa saja kondisi medis yang menyebabkan Anda tidak mempunyai keseimbangan tubuh yang baik dan mudah jatuh?

Kondisi medis yang sering terjadi dan menyebabkan keseimbangan tubuh kurang baik

1. Masalah telinga dalam

Telinga tidak hanya berfungsi sebagai indera pendengar saja, namun juga bertanggung jawab atas keseimbangan tubuh. Di dalam telinga bagian dalam terdapat sebuah rongga yang berisi cairan dan sensor keseimbangan. Ketika terjadi infeksi atau gangguan pada telinga dalam, maka cairan dan sensor keseimbangan akan terganggu sehingga tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Jadi, otak tidak menerima sinyal apapun dari sensor keseimbangan dan membuat Anda menjadi tidak seimbang dan mudah jatuh.

2. Mempunyai otot-otot yang lemah

Orang yang sudah memasuki masa lanjut usia, rata-rata mempunyai keseimbangan yang buruk. Jadi jangan heran jika, banyak lansia yang sering dan mudah jatuh sehingga harus ditemani ke mana pun untuk menghindari risiko tersebut. Hal ini memang umum terjadi pada lansia, karena otot-otot mereka mulai melemah akibat massa otot berkurang. Massa otot akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Untuk mencegah hal ini terjadi di masa tua Anda, maka Anda sebaiknya melakukan olahraga yang rutin agar massa otot tidak mudah berkurang.

3. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Gejala pusing dan kehilangan keseimbangan berkurang terkadang juga disebabkan oleh efek samping dari penggunaan suatu obat. Salah satu contoh sederhananya saja, beberapa obat bisa membuat Anda mengantuk dalam beberapa menit setelah mengonsumsinya. Rasa kantuk ini membuat keseimbangan Anda menurun, sehingga mudah jatuh.

Risiko pusing dan kehilangan keseimbangan dapat lebih besar jika Anda mengonsumsi lebih dari satu jenis obat dalam satu waktu. Apabila Anda yakin bahwa obat tersebut memiliki efek samping terhadap keseimbangan tubuh Anda, sebaiknya diskusikan hal tersebut ke dokter.

4. Kurang pasokan darah ke otak

Kurangnya aliran darah ke otak disebut dengan hipotensi ortostatik dan percaya atau tidak, kondisi ini ternyata cukup umum terjadi. Sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak hampir seribu orang ini menunjukkan bahwa sebanyak 21% dari total respondennya mengalami hipotensi ortostatik. Jika Anda sering pusing dan tidak seimbang ketika berdiri dari posisi duduk atau tiba-tiba bangun dari posisi tidur, maka penyebabnya adalah hipotensi ortostatistik. Kondisi ini bisa disebabkan karena tubuh kekurangan cairan. Kurang asupan makanan juga dapat mengakibatkan hal ini terjadi. Apabila kondisi ini sering terjadi, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Kondisi medis yang jarang terjadi namun bisa menyebabkan keseimbangan tubuh menjadi buruk

1. Kerusakan saraf

Salah satu kelompok orang yang paling berisiko untuk mengalami hal ini adalah penderita diabetes. Dalam bahasa medis kerusakan saraf disebut juga dengan neuropati perifer yang juga bisa diakibatkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, kelainan genetik, terlalu sering minum alkohol, dan beberapa trauma yang menyebabkan kerusakan saraf di kaki, tangan, dan kepala.

2. Tumor otak

Salah satu gejala yang timbul jika seseorang memiliki tumor di otaknya adalah kehilangan keseimbangan, mudah jatuh, dan pusing. Namun, kehilangan keseimbangan yang diakibatkan oleh tumor otak biasanya sangat sering terjadi. sehingga jangan cemas dan khawatir dulu jika Anda hanya sesekali mengalami kehilangan keseimbangan, maka kemungkinan besar bukan tumor otak penyebabnya.

Tumor yang berjangkit di dalam otak dapat menyebabkan gangguan koordinasi serta otak tidak sempurna dalam mengirim atau menerima sinyal, sehingga keseimbangan tubuh buruk. Oleh karena itu jika Anda sering mengalami masalah keseimbangan, lebih baik untuk periksakan diri ke dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020