Apakah Kanker Tulang Bisa Sembuh Total?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/04/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker tulang dapat digambarkan sebagai tumor ganas yang merusak jaringan tulang yang sehat, akibatnya tulang menjadi lemah atau rapuh. Kanker tulang yang tidak segera diobati atau dicegah jelas dapat membahayakan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Namun bila sudah menjalani pengobatan, apakah kanker tulang bisa sembuh? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apakah kanker tulang bisa sembuh secara total?

Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Kanker tulang primer terjadi ketika kanker muncul dan berkembang langsung di dalam sel-sel tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang dimulai dari bagian tubuh lain kemudian baru menyebar ke tulang.

Memang tidak mudah untuk memprediksi keberhasilan pengobatan kanker, termasuk pada kasus kanker tulang. Pasalnya semua ini tentunya tergantung pada beberapa hal, di antaranya jenis dan lokasi kanker tulang, stadium kanker tulang, kondisi kesehatan pasien, jenis pengobatan, dan seberapa baik sel kanker merespon pengobatan.

Bila jika memang tubuh merespon pengobatan dengan baik, maka ada kemungkinan kanker tulang bisa sembuh. Namun bila sel-sel kanker tulang cenderung sulit dikendalikan, maka ini bisa membahayakan tubuh Anda dan memperkecil kemungkinan untuk sembuh.

Lantas, seberapa besar peluang kanker tulang bisa sembuh?

Peluang kanker tulang bisa sembuh berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada tipe dan stadium kankernya. Dilansir dari University of Rochester Medical Center, peluang penderita kanker tulang untuk bertahan hidup atau sembuh adalah sekitar 5 sampai 10 tahun dari pertama kali didiagnosis.

Pada kasus kanker tulang pada umumnya, sebanyak 70 persen penderita kanker tulang bisa sembuh setelah 5 tahun. Namun kembali lagi, peluang kesembuhan ini tergantung juga pada jenis dan stadium kanker tulangnya.

1. Osteosarkoma

Osteosarkoma adalah jenis kanker tulang yang paling umum terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Sel kanker pada osteosarkoma biasanya tumbuh pada tulang-tulang panjang, seperti tulang kaki dan lengan.

Peluang pengidap osteosarkoma untuk bisa bertahan hidup selama 5 tahun dari awal diagnosis adalah sekitar 40 persen. Peluang kesembuhan ini lebih banyak terjadi pada orang berusia muda daripada yang berusia tua.

Pasalnya, sebanyak 50 persen penderita osteosarkoma berhasil sembuh dari kanker setelah 5 tahun atau lebih dari awal diagnosis. Sementara bagi mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, peluang untuk hidup dan bertahan selama 5 tahun hanya sekitar 25 persen saja.

2. Sarkoma Ewing

Hingga saat ini belum diketahui bagaimana sarkoma Ewing dapat terjadi. Namun jenis kanker yang satu ini paling sering muncul di bagian panggul, tulang kering, atau tulang paha. Sarkoma Ewing paling paling sering dialami oleh remaja dan dewasa muda.

Sekitar 50 persen orang dengan sarkoma Ewing dapat bertahan hidup bahkan sembuh setelah 5 tahun dari awal diagnosis. Peluang kesembuhan ini dapat meningkat pada orang yang mengalami sarkoma Ewing di bagian lengan atau kaki daripada bagian tulang lainnya.

3. Kondrosarkoma

Kondrosarkoma adalah kanker tulang diawali dari perkembangan sel kanker di tulang rawan yang kemudian bergerak ke tulang keras, biasanya menyerang panggul, kaki, dan lengan. Penyakit kondrosarkoma paling banyak terjadi pada kelompok dewasa, yaitu di atas 40 tahun.

Peluang untuk dapat bertahan hidup selama 5 tahun setelah didiagnosis adalah sebesar 70 persen. Bila pasien mengalami kondrosarkoma pada bagian tengkorak, wajah, lengan, dan kaki, maka peluang untuk sembuhnya bisa semakin besar dari angka tersebut.

Maka dapat disimpulkan bahwa peluang kanker tulang bisa sembuh cukup tinggi, asalkan dideteksi dini dan menjalani pengobatan yang sesuai dengan jenis kanker tulangnya. Semakin baik sel kanker merespon pengobatan, maka semakin besar pula kemungkinan kanker tulang bisa sembuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Jenis Makanan yang Bikin Kita Sering Kentut

Bila dalam satu hari rasa ingin buang angin datang terlalu sering, lama-lama Anda tentu kewalahan. Apa saja makanan pemicu sering kentut?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit