Sering Tidak Enak Badan? Mungkin Anda Mengidap Hipotiroidisme

Oleh

Cuaca di Indonesia belakangan ini rasanya cukup membuat galau. Sebentar panas terik, sebentar hujan badai. Cuaca yang tidak keruan begini seringnya juga jadi membuat badan juga terasa luluh lantak. Sebentar flu, besok meriang, kemarin masuk angin.

Meski sesekali wajar untuk merasa tidak enak badan, namun perhatikan juga durasi gejala Anda — serta gejala lain yang mungkin mengikuti. Jika berangsur lama tanpa ada tanda-tanda membaik, waspadai kondisi hipotiroidisme dan coba untuk konsultasikan ke dokter.

Hipotiroidisme adalah jenis gangguan metabolisme. Apa sebabnya?

Metabolisme merupakan proses penting dalam menghasilkan tenaga yang kita butuhkan untuk beraktivitas. Proses ini melibatkan reaksi hormon dari beberapa kelenjar pada tubuh, salah satunya kelenjar tiroid. Meskipun kelenjar tersebut tidak bekerja sendirian, namun penurunan aktivitas dari kelenjar tiroid cukup memberikan pengaruh pada tubuh.

Kelenjar tiroid merupakan organ kelenjar kecil yang terletak pada leher bagian bawah. Hormon yang dihasilkan dari kelenjar ini akan masuk kedalam aliran darah dan mempengaruhi hampir semua bagian tubuh, terutama jantung, otak, otot dan kulit. Hormon yang dihasilkan tersebut mengatur bagaimana sel tubuh menggunakan energi dari makanan atau proses metabolisme.

Hipotiroidisme adalah gangguan metabolisme akibat terjadinya penurunan aktivitas kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon, menyebabkan merosotnya kerja tubuh untuk memulai proses metabolisme. Hal ini terjadi ketika kelenjar tiroid tidak merespon thyroid-stimulating hormone (TSH) yang dihasilkan kelenjar pitutari secara optimal dalam menghasilkan hormon tiroid. Akibatnya tubuh akan mengalami hipotiroidisme.

Penyebab utama hipotiroidisme adalah tiroiditis atau juga dikenal dengan Hashimoto’s thyroiditis akibat adanya gangguan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid. Tiroiditis juga dapat dipicu karena adanya infeksi virus. Hipotiroidisme merupakan gangguan yang cukup umum karena penyebabnya yang bervariasi dan dapat dialami oleh siapa saja.

Penyebab lainnya yang berkaitan erat dengan hipotiroidisme adalah:

  • Efek radiasi terapi pada bagian leher
  • Pengobatan iodin radioaktif — efek samping dari pengobatan hipertoridisme
  • Pengobatan yang menekan aktivitas kelenjar tiroid — seperti obat jantung, psikiatri dan kanker
  • Tindakan pengangkatan sebagian kelenjar tirioid
  • Defisiensi iodin dari makanan — seperti ikan laut, produk olahan susu dan telur
  • Penurunan kelenjar tiroid sementara yang dipicu kehamilan (postpartum thyroiditis)
  • Bawaan lahir yang menyebabkan kelenjar tiroid tidak sempurna (congenital hypothyroidism)
  • Gangguan kelenjar hipotalamus dan pitutari – keduanya merupakan penghasil hormon pemicu aktivitas kelenjar tiroid

Gejala hipertiroidisme mirip dengan tidak enak badan

Berikut beberapa gejala paling umum dari hipotirodisme:

1. Mudah lelah

Merasa kelelahan sepanjang waktu bisa jadi pertanda kekurangan hormon tiroid.

Salah satu fungsi hormon tiroid adalah mengatur koordinasi dan keseimbangan energi tubuh, serta mengatur jam biologis tubuh untuk beraktivitas dan beristirahat. Itulah sebabnya pengidap hipotiroidisme cenderung selalu merasa kurang fit meskipun sudah mendapatkan waktu tidur yang cukup. Sering capek tanpa alasan merupakan gejala umum bagi seseorang yang tidak memiliki metabolisme baik, atau sebagai akibat dari hipotiroidisme.

2. Gampang kedinginan/menggigil

Pada orang yang sehat, proses metabolisme akan terjadi secara terus menerus meskipun saat sedang tidak beraktivitas fisik. Bersamaan dengan hal tersebut, tubuh juga akan menghasilkan panas sebagai produk turunan dari proses metabolisme.

Penurunan kinerja metabolisme akibat hipotiroidisme menyebabkan panas tubuh menurun dan menyebabkan tubuh lebih sensitif terhadap suhu dingin. Akibatnya Anda lebih gampang kedinginan atau menggigil.

3. Nyeri sendi dan otot

Saat metabolisme tubuh menurun, maka tubuh menghasilkan energi melalui proses katabolisme. Dimana proses tersebut menyebabkan penguraian jaringan tubuh. Hal tersebut menyebabkan masa dan kekuatan otot berkurang yang akhirnya menyebabkan seseorang menjadi lemas. Rasa nyeri pada persendian dan otot yang muncul secara tiba-tiba juga dapat disebabkan dari proses katabolisme tersebut.

4. Sembelit

Sembelit adalah gejala umum dari hipotiroidisme. Penurunan kadar hormon tiroid juga mempengaruhi aktivitas berbagai otot tubuh, termasuk otot usus dalam mencerna makanan. Kondisi hipotiroidisme menyebabkan otot usus tidak bekerja dengan normal sehingga usus mencerna makanan lebih lama.

Sejumlah gejala lain yang mungkin kurang umum dari hipotiroidisme adalah:

Kenaikan berat badan secara tiba-tiba

Pengidap hipotiroidisme lebih mudah gemuk daripada orang yang sehat bukan hanya karena mereka cenderung bergerak lebih sedikit. Gangguan metabolisme yang dialami mereka menyebabkan hati, otot, dan lemak menahan kalori lebih banyak.

Hipotiroidisme menyebabkan penurunan metabolisme sehingga kalori dari bahan makanan lebih banyak disimpan dalam bentuk lemak, dibandingkan dibakar untuk menghasilkan energi dan proses pertumbuhan organ. Itulah sebabnya hipotirodisme dapat menyebabkan kegemukan pada seseorang meskipun jumlah kalori yang dimakan tidak berlebihan.

Kebotakan

Seperti sel lainnya, folikel rambut juga dipengaruhi oleh hormon tiroid. Namun sel folikel cenderung lebih sensitif terhadap penurunan kadar hormon tiroid karena mereka memiliki masa hidup yang lebih pendek sebelum mengalami regenerasi Hipotiroidisme menyebabkan folikel rambut berhenti tumbuh dan lambat laun bisa menyebabkan kebotakan jika hipotiroidisme tidak diatasi. Kebotakan akan membaik jika kadar hormon tiroid kembali normal.

Gangguan pada kulit

Sebagai lapisan pelindung pertama, sel kulit akan dengan cepat beregenerasi. Hipotiroidisme adalah dalang di balik mandeknya proses regenerasi kulit sehingga lapisan kulit mati menumpuk, menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar. Kerusakan kelenjar tiroid yang disebabkan autoimun juga dapat menyebabkan permukaan kulit membengkak dan kemerahan atau dikenal dengan myxedema.

Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome adalah bentuk dari kerusakan saraf tepi akibat kekurangan hormon tiroid. Namun tidak diketahui secara keseluruhan bagaimana hipotiroidisme menyebabkan kondisi tersebut. Hipotiroidisme diketahui menyebabkan penahanan atau retensi cairan pada jaringan tertentu yang berdampak tekanan pada saraf tepi. Tanda jika seseorang mengalami hal tersebut adalah rasa nyeri, sensasi terbakar, mati rasa, dan kesemutan pada bagian saraf yang mengalami kerusakan.

Depresi

Tidak diketahui pasti bagaimana hipotiroidisme bisa menyebabkan depresi. Namun kemungkinan depresi merupakan efek samping mental akibat kurangnya energi yang dihasilkan dari metabolisme. Terlebih lagi fluktuasi hormon tiroid seperti saat sesudah melahirkan juga berkontribusi terhadap depresi postpartum.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca