Myxedema Coma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu koma miksedema?

Koma miksedema atau myxedema coma adalah kondisi hilangnya fungsi otak akibat sangat rendahnya kadar hormon tiroid di dalam darah dalam waktu lama (hipotiroidisme). Koma miksedema adalah komplikasi hipotirodisme yang fatal dan mengancam nyawa.

Dikutip dari American Family Physician, istilah koma miksedema sering digunakan bergantian dengan hipotiroidisme. Kondisi ini mengacu pada pembengkakan kulit dan jaringan lunak yang terjadi pada pasien yang hipotiroid. 

Seberapa umum kondisi ini?

Koma miksedema jarang terjadi, namun lebih umum terjadi pada orang lanjut usia dan wanita. Kejadiannya meningkat di musim dingin atau saat suhu sangat rendah. Koma miksedema bisa mengakibatkan kematian.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang berusia 60 tahun atau lebih. Sebanyak lebih dari 90 persen kasus terjadi selama musim dingin. 

Gejala

Apa gejala koma miksedema?

Tanda-tanda hipotiroidisme beragam tergantung pada tingkat keparahan kekurangan hormon. Masalah cenderung berkembang lambat, seringkali berlangsung selama beberapa tahun. Koma miksedema adalah kondisi yang bisa muncul akibat hipotiroidisme yang tidak diobati. 

Pada awalnya, Anda mungkin hampir tidak merasakan gejala hipotiroidisme, seperti kelelahan dan penambahan berat badan. Namun, metabolisme yang terus melambat akibat bertambah usia mungkin menunjukkan gejala yang lebih jelas. 

Ciri-ciri dan gejala kondisi ini adalah:

  • Tubuh lemah
  • Linglung
  • Merasa dingin
  • Suhu tubuh rendah
  • Badan membengkak
  • Sesak napas

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya berada dalam keadaan koma atau hampir koma, sehingga tidak bisa berfungsi normal dan harus mendapatkan perawatan darurat. 

Mungkin ada beberapa gejala yang tidak disebutkan di atas. Harap konsultasikan dokter untuk info lebih lanjut.

Kapan saya harus ke dokter?

Penderita hipotiroidisme yang mengalami demam, perubahan pada perilaku dan status mental, sesak napas, atau mengalami pembengkakan pada tangan atau kaki harus segera dibawa ke rumah sakit. 

Penyebab

Apa penyebab koma miksedema?

Jika Anda menderita hipotiroidisme, salah satu hal di bawah ini dapat memicu kondisi ini:

  • Infeksi, terutama pada paru dan saluran kencing
  • Gagal jantung
  • Stroke
  • Trauma
  • Operasi
  • Obat-obatan, seperti phenothiazines, amiodarone, lithium, obat penenang, dan penggunaan iodide berkepanjangan
  • Tidak minum obat-obatan tiroid yang sudah diresepkan dokter 

Dalam kasus yang jarang terjadi, masalah bukan disebabkan oleh ketidakmampuan kelenjar tiroid untuk membuat hormon, tetapi lebih disebabkan oleh kegagalan kelenjar hipofisis atau hipotalamus untuk memberi sinyal yang benar pada kelenjar tiroid melakukan fungsi normalnya. 

Diagnosis

Bagaimana koma miksedema didiagnosis?

Dokter akan melakukan tes darah untuk menghitung jumlah sel darah, elektrolit, kadargula, dan hormon tiroid. Juga akan dilakukan tes untuk memeriksa apakah hati dan kelenjar adrenal masih berfungsi dengan baik.

Berikut adalah tiga hal utama yang akan diperiksa dokter untuk mendiagnosis kondisi ini:

  • Status mental yang berubah. Biasanya mengantuk dan lesu berlangsung selama berbulan-bulan. Kelesuan dapat berkembang melalui keadaan pingan, hingga koma. Mungkin ada penurunan kesadaran dalam beberapa episode sementara. 
  • Hipotermia. Semakin rendah suhu, semakin buruk harapan hidupnya. Silakan periksa kemampuan termometer untuk mengukur penurunan suhu secara akurat. Dengan cuaca dingin, suhu tubuh bisa menurun tajam. Kondisi ini sebagian besar muncul saat musim dingin. 
  • Kondisi pencetus. Kondisi pencetus dapat menyebabkan kondisi ini. Kondisi ini termasuk udara dingin, infeksi, obat-obatan (diuretik, obat penenang, dan analgesik), trauma, stroke, gagal jantung, perdarahan gastrointestinal. Selain itu, riwayat hipotiroidisme, pembedahan leher, atau perawatan perawatan yodium radioaktif juga bisa menyebabkan penyakit ini. 

Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan hipotermia, hipoventilasi, hipotensi, bradikardia, kulit kasar kering, makroglossia, dan refleks tendon dalam yang tertunda. Tidak ada hipertensi diastolik ringan pada pasien hipotiroidisme adalah tanda peringatan akan terjadinya koma miksedema. 

Sementara itu, pemeriksaan laboratorium dapat mengungkap anemia, hiponatremia, hipoglikemia, hiperkolesterolemia, dan konsentrasi kreatin kinase serum yang tinggi. 

Pengobatan

Informasi di bawah ini bukanlah konsultasi medis. SELALU periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan informasi pengobatan. 

Apa pengobatan untuk koma miksedema?

Agar tidak menjadi koma miksedema, hipotiroidisme harus diobati. Hipotiroidisme melibatkan penggunaan harian hormon tiroid sintetis levothyroxine (Levo-T, Synthroid, yang lain). 

Obat oral ini dapat mengembalikan kadar hormon yang memadai dapat memperbaiki tanda dan gejala hipotiroidisme. 

Orang dengan kondisi koma miksedema harus dirawat di unit perawatan intensif. Ventilasi mekanis mungkin diperlukan. Status jantung harus dipantau dengan hati-hati, terutama setelah penggantian hormon tiroid intravena.  

Pasien dengan hipotermia harus diatasi dengan selimut biasa. Penggunaan selimut penghangat harus dihindari karena dapat menyebabkan hipotensi dan kolaps kardiovaskular. 

Berikut adalah pilihan pengobatan untuk koma miksedema:

Penggantian hormon tiroid

Setiap pasien yang diduga koma miksedema harus diobati dengan hormon tiroid. Jika ada dugaan tentang presipitasi aritmia, Anda bisa diberikan levothyroxine melalui intravena dalam dosis besar. 

Antibiotik

Infeksi sering menjadi penyebab dekompensasi, yaitu tubuh kehilangan kemampuan dalam menjaga fungsinya. Oleh karena itu, penyebab infeksi harus dicari dengan tes darah dan urin, serta foto thoraks. Dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan terapi dengan antibiotik intravena.

Steroid

Hidrokortison mungkin disarankan dokter sampai insufisiensi adrenal sembuh. Hidrokortison harus diberikan melalui intravena dengan dosis 100 mg setiap delapan jam. Tes stimulasi hormon adrenokortikotropik dapat diberikan jika secara klinis diperlukan.  

Perkembangan penyakit koma miksedema sulit untuk ditentukan karena laporan soal kondisi ini hanya sedikit. Namun, keparahan kondisinya jelas. Satu studi yang disebutkan dalam American Family Physician, tingkat kematian kondisi ini sekitar 30 persen, sementara studi yang lain menunjukkan tingkat kematian lebih dari 60 persen. 

Faktor-faktor yang terkait dengan perkembangan penyakit ini termasuk usia lanjut, bradikardia, dan hipotermia persisten. 

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah koma miksedema?

Untuk mencegah koma miksedema, penderita hipotiroidisme perlu memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan cek kesehatan dan cek darah rutin. Agar hipotiroidisme tak semakin parah, terapkan diet sehat untuk mengatasi kondisi tersebut.

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebut di atas namun tidak memiliki hipotiroidisme, kunjungi dokter untuk berkonsultasi tentang penyebab yang mungkin, sekaligus kemungkinan melakukan tes untuk mengecek keseimbangan tiroid.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri Berbeda? Apa Saja Perbedaannya?

Katanya bagian otak manusia terbagi jadi dua sisi, kanan dan kiri. Setiap bagian menjalankan fungsinya masing-masing. Apa benar begitu? Ini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Informasi Lengkap tentang Anatomi, Fungsi, Penyakit pada Otak

Otak adalah organ penting dalam tubuh manusia. Berikut anatomi, bagian, fungsi, perkembangan, penyakit, hingga fakta lain tentang otak manusia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 10 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidur berlebihan

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Pikun?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
fungsi otak tengah

Informasi Lengkap Otak Tengah, Termasuk Struktur, Fungsi, dan Gangguannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
rasa takut

Mengenal Rasa Takut dan Prosesnya di Tubuh Anda, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
jantung berdebar sampai badan gemetar

5 Kondisi yang Menyebabkan Jantung Mendadak Berdebar Kencang Sampai Tubuh Gemetar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit