home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Terapi Iodine Radioaktif untuk Pengobatan Kanker dan Gangguan Tiroid

Terapi Iodine Radioaktif untuk Pengobatan Kanker dan Gangguan Tiroid

Untuk mengobati penyakit kanker, salah satu metode pengobatan yang banyak dikenal adalah kemoterapi. Namun, sebenarnya masih ada berbagai metode lain untuk mengatasi kanker, termasuk terapi iodine radioaktif. Berikut informasi lengkap tentang prosedur tersebut.

Apa itu terapi iodine radioaktif?

Terapi iodine radioaktif atau Anda kenal juga dengan sebutan radioiodine (RAI) adalah jenis pengobatan untuk kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dan jenis tertentu dari kanker tiroid.

Perlu Anda ketahui bahwa kelenjar tiroid menyerap hampir semua yodium (iodine) dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, pengobatan ini dapat bermanfaat untuk mengobati kanker pada tiroid.

Pengobatan RAI menggunakan radiasi untuk dapat menghancurkan kelenjar tiroid bermasalah yang tidak diangkat dengan metode operasi.

Energi radiasi juga bisa menghancurkan sel kanker pada tiroid yang menyerap yodium, dan sedikit efeknya terhadap sel lain pada tubuh. Dosis radiasi yang digunakan dalam pengobatan ini jauh lebih kuat ketimbang pemindaian radioiodin.

Kapan harus melakukan terapi iodine radioaktif?

Dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan ini untuk beberapa kondisi sebagai berikut ini.

  • Punya penyakit hipertiroidisme dan tidak menjalani bisa menjalani operasi pembedahan untuk mengangkat tiroid yang bermasalah.
  • Terkena kanker tiroid kapiler atau kanker tiroid folikel yang telah menyebar ke leher atau bagian tubuh lainnya.

Namun, tidak semua pasien kanker tiroid bisa menjalani pengobatan ini, termasuk:

  • Terdapat kanker tiroid yang ukuran tumornya kecil dan belum menyebar ke area lain. Dokter biasanya lebih memilih operasi pengangkatan sel kanker sebagai pengobatan utama.
  • Diagnosis terkena kanker tiroid anaplastik atau kanker tiroid meduler. Kedua jenis kanker ini tidak menyerap yodium sehingga tidak akan efektif dengan radioiodine.
  • Wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak boleh menjalani pengobatan ini. Jika merencanakan kehamilan, rencana ini perlu penundaan setidaknya 6-12 bulan setelah pengobatan. Sementara ibu yang menyusui tidak boleh menyusui bayinya selama 6 minggu sebelum pengobatan dan setelahnya.

Persiapan sebelum terapi iodine radioaktif

Terapi Iodine Radioaktif

Menurut American Cancer Society, agar terapi ini bekerja dengan efektif, pasien harus memiliki kadar hormon perangsang tiroid (tirotropin/TSH) yang tinggi dalam darah. Hormon ini membuat jaringan tiroid dan sel kanker menyerap yodium radioaktif lebih baik.

Jika telah menjalani pengangkatan tiroid, ada beberapa cara untuk meningkatkan hormon tirotropin sebelum terapi.

Berhenti minum pil hormon tiroid

Pasien harus menghentikan penggunaan pil hormon tiroid selama beberapa minggu. Hal ini menyebabkan kadar hormon tiroid yang sangat rendah, dan memicu kelenjar pituitari melepaskan lebih banyak TSH.

Rendahnya tingkat hormon tiroid (hipotiroidisme) ini bersifat sementara, tetapi sering menyebabkan gejala seperti kelelahan, depresi, penambahan berat badan, sembelit, nyeri otot, dan penurunan konsentrasi.

Pemberian suntikan tirotropin

Penyuntikan obat ini setiap hari selama dua hari sebelum terapi iodine radioaktif, dan berlanjut setelahnya pada hari ketiga. Dengan begitu, tubuh akan lebih banyak memproduksi hormon TSH.

Diet rendah yodium

Cara lain yang dokter anjurkan adalah meminta Anda untuk menjalani diet rendah yodium selama 1 atau 2 minggu sebelum pengobatan. Itu artinya, Anda perlu menghindari produk susu, telur, makanan laut, kedelai, dan makanan yang ditambahkan garam yodium di dalamnya.

Prosedur terapi iodine radioaktif

obat nyeri saat hamil

Terapi ini umumnya bermanfaat untuk mengobati dua kondisi, yakni masalah tiroid dan kanker tiroid. Berikut ini adalah proses pengobatannya berdasarkan kondisi penyakit.

Proses terapi dalam mengobati hipertiroidisme

Kelenjar tiroid Anda berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan bawah leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh Anda dan fungsi lainnya.

Hipertiroidisme mempercepat proses tubuh yang menyebabkan kegugupan dan kecemasan, detak jantung yang cepat, siklus menstruasi yang berantakan, masalah tidur, dan tremor.

Kelenjar tiroid membutuhkan yodium untuk membuat hormon tiroid. Pada terapi iodine radioaktif, dokter akan meminta pasien mengonsumsi obat oral di rumah.

Penting untuk minum banyak air setelah minum pil untuk mengeluarkan sisa yodium radioaktif dari tubuh dalam bentuk urine.

Kebanyakan pasien hanya membutuhkan satu dosis sebelum pengobatan hipertirodisme lain, yang mungkin memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Jika gejala masih ada setelah enam bulan, Anda mungkin harus menerima dosis kedua.

Proses terapi untuk mengobati kanker tiroid

Jenis kanker tiroid yang paling umum (papiler dan folikel) biasanya melalui pengobatan dosis besar.

Terapi biasanya setelah operasi pengangkatan sel kanker pada kelenjar tiroid untuk menghancurkan jaringan tiroid yang tersisa. Dosis yodium radioaktif bertindak sebagai “pelacak” untuk menemukan sel kanker dalam tubuh.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani terapi iodine radioaktif?

Setelah Anda menjalani terapi, Anda perlu mengikuti beberapa hal berikut untuk mencegah paparan radioaktif kepada orang lain.

  • Hindari melakukan kontak fisik yang lama dan dekat dengan orang lain, terutama anak-anak dan wanita hamil.
  • Untuk beberapa hari pertama, jaga jarak setidaknya 6 kaki dari orang lain. Hindari tempat umum yang ramai.
  • Tidur dalam kamar terpisah untuk sementara, sampai dokter memberikan lampu hijau.
  • Pisahkan peralatan makan yang Anda gunakan dengan anggota keluarga lainnya.
  • Sering cuci tangan, mandi setiap hari, dan cuci barang-barang Anda sendiri secara terpisah.

Efek samping terapi iodine radioaktif

apa saja penyebab mual

Tubuh Anda akan mengeluarkan radiasi untuk beberapa waktu setelah Anda mendapatkan terapi. Tergantung pada dosis radiasi, kemungkinan Anda perlu menjalani opname dan isolasi saat di rumah sakit. Meski demikian, sebagian pasien boleh rawat jalan.

Setelah Anda boleh pulang setelah perawatan, Anda akan diberikan instruksi untuk mencegah paparan radiasi pada orang lain.

Radioiodine sebenarnya cukup aman, meski begitu, tetap ada kemungkinan munculnya efek samping, seperti:

  • leher nyeri dan bengkak,
  • mual dan muntah,
  • pembengkakan dan kelembutan kelenjar ludah,
  • mulut kering, serta
  • perubahan rasa.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Radioactive Iodine (Radioiodine) Therapy for Thyroid Cancer. American Cancer Society. (n.d.). https://www.cancer.org/cancer/thyroid-cancer/treating/radioactive-iodine.html.

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2020, November 14). Hyperthyroidism (overactive thyroid). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/diagnosis-treatment/drc-20373665.

Radioactive Iodine Therapy: What is it, Treatment, Side Effects. Cleveland Clinic. (n.d.). https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16477-radioiodine-radioactive-iodine-therapy.

Padda IS, Nguyen M. Radioactive Iodine Therapy. [Updated 2020 Dec 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557741/
Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 2 minggu lalu
x