5 Gejala Sakit Perut yang Harus Diperiksa ke Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sering mengalami sakit perut. Entah karena makanan yang Anda makan terlalu pedas atau jajan di tempat yang kurang bersih. Namun, jangan sepelekan sakit perut. Jika ada keluhan lain yang Anda rasakan, maka Anda perlu waspada. Ada banyak penyakit berbahaya yang ditandai dengan gejala sakit perut.

Untuk itu, Anda perlu tahu gejala sakit perut apa saja yang perlu diwaspadai, supaya lebih cepat ditangani oleh dokter.

Kenali gejala sakit perut pertanda penyakit serius

Ada banyak organ vital yang berada di sekitar perut Anda. Mulai dari lambung, usus, empedu, dan lain-lain. Bila organ tersebut mengalami gangguan atau kerusakan sehingga tidak dapat bekerja dengan normal, pasti akan menimbulkan rasa sakit pada perut Anda. Bila Anda mengalami sakit perut disertai gejala lain, segera periksa ke dokter.

Gejala sakit perut yang tidak boleh Anda sepelekan antara lain:

1. Sakit perut atas disertai nyeri punggung atas

Nyeri perut bagian atas sekaligus punggung atas atau sekitar bahu selama beberapa jam, bisa menjadi tanda adanya suatu penyakit. Apalagi jika diikuti gejala lain seperti kembung, mual, dan tubuh atau mata jadi berwarna kekuningan. Walaupun belum pasti, gejala yang Anda alami tersebut merujuk pada penyakit batu empedu.

Empedu adalah organ kecil di bawah hati. Fungsinya membantu penyerapan lemak dan meringankan kerja hati untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme, baik berupa cairan maupun gas. Saat jumlah kolesterol sangat banyak, akan ada penumpukan di dalam empedu yang terbentuk. Seiring waktu, penumpukan tersebut akan menggumpal dan memblokir saluran empedu.

Dilansir dari WebMD, penyakit ini tidak bisa dideteksi lebih awal tanpa pemeriksaan fisik dari dokter. Jadi, saat gejala muncul kemungkinan batu empedu sudah menghalangi saluran empedu. Bila Anda mengalami gejala tersebut segera periksa ke dokter; lebih cepat lebih baik.

2. Sakit perut bagian kanan bawah

Awalnya sakit perut muncul di bagian atas perut. Namun, ketika Anda bergerak rasa sakit malah berubah di bagian kanan bawah, bahkan bisa menjalar ke punggung dan dubur. Apalagi jika Anda merasakan pembengkakan pada perut, demam, mual dan muntah, serta gangguan pencernaan lainnya. Jangan menyepelekan gejala beruntut tersebut karena kemungkinan besar Anda mengalami radang usus buntu.

Usus memiliki banyak bagian dan berfungsi untuk mencerna apapun yang masuk ke dalam tubuh Anda. Bila makanan yang Anda konsumsi tidak sehat dan melukai usus buntu, organ ini bisa meradang. Kadang dinding usus buntu bisa dipenuhi nanah karena adanya peradangan. Jika tidak segera mendapat perawatan dokter, usus buntu bisa pecah dan menyebarkan infeksi ke rongga perut, menyebabkan komplikasi.

Kondisi ini sangat darurat sehingga pengobatan dilakukan dengan proses pembedahan. Untuk itu, jangan sampai Anda mengabaikan gejala yang muncul karena kondisi Anda bisa semakin parah nantinya.

3. Sakit perut bagian kiri bawah

Pada usus besar terdapat kantong-kantong yang disebut dengan divertikula. Saat divetikula meradang, maka Anda akan merasakan sakit perut di bagian kiri bawah dan semakin buruk ketika Anda bergerak. Selain itu, gejala ini sering diikuti demam menggigil, perut kembung, serta mual dan muntah sehingga nafsu makan berkurang. Gejala tersebut bisa berlangsung selama beberapa jam bahkan bertahan hingga satu minggu atau lebih. Kondisi ini dikenal dengan divertikulitis.

Penyebab divertikulitis tidak diketahui secara pasti. Namun, para dokter yakin bahwa kurang mengonsumsi makanan berserat bisa jadi penyebabnya. Tanpa serat, usus besar harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mendorong feses keluar. Proses tersebut menyebabkan adanya tekanan pada kantong usus besar. Lambat laun, terbentuk titik-titik di sepanjang usus besar dan akhirnya meradang. Kemungkinan juga, titik-titik pada kantong usus bisa meradang akibat adanya bakteri.

Gejala yang muncul pada penyakit diverkulitis juga mirip dengan penyakit lain. Oleh karena itu, dokter akan melakukan tes darah, CT scan, atau rontgen untuk menentukan penyebab sakit perut yang Anda rasakan.

4. Sakit perut disertai muntah berwarna kuning atau hijau

Sakit perut akibat gastritis bisa muncul di bagian atas tengah atau kiri atas. Rasa sakitnya bahkan menusuk hingga ke belakang, sehingga punggung juga terasa sakit. Selain sakit, perut terasa kembung, mual, dan membuat Anda muntah. Muntah yang dikeluarkan mungkin berwarna kehijauan, kekuningan, atau muntah darah.

Gejala lain yang meliputi adalah demam, detak jantung cepat, dan sesak napas serta nyeri dada jika kondisi sudah parah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Helicocobacter pylori (H. pylori) yang menginfeksi lapisan lambung Anda. Bisa juga disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan lambung, bila gastritis termasuk jenis gastritis autoimun.

Pada sebagian orang, gastritis tidak menimbulkan gejala yang cukup terlihat sehingga sering kali telat mendapatkan perawatan. Jadi, perhatikan dengan baik gejala apa saja yang terjadi selain sakit perut, supaya lebih cepat mendapat pertolongan dokter.

5. Sakit perut disertai muntah darah atau BAB berdarah

Sel kanker bisa menyerang organ tubuh Anda di mana saja, termasuk perut. Banyak orang yang tidak merasakan gejala sampai sel kanker sudah benar-benar menyebar. Pada awalnya, gejala yang muncul adalah sakit perut. Rasa sakitnya terus-menerus terjadi, bahkan lebih dari dua minggu.

Kemudian, Anda akan merasakan adanya tekanan pada perut yang membuat Anda terasa begah atau kembung. Ini menyebabkan nafsu makan menjadi berkurang. Gejala kanker perut lainnya mungkin akan bermunculan, seperti muntah darah atau bahkan feses berdarah. Bila Anda merasakan gejala ini sebaiknya segera periksa ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 7 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13 April 2020 . Waktu baca 13 menit

6 Gejala Batu Empedu yang Harus Anda Waspadai Sejak Awal

Gejala dari batu empedu dapat dicek dan dipastikan lewat pemeriksaan CT Scan atau USG perut. Apa saja tanda-tanda yang harus diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kista ovarium

Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit