Demam Setelah Operasi, Apakah Berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/08/2017
Bagikan sekarang

Apakah Anda mengalami demam setelah operasi? Anda mungkin saja panik karena takut hal ini diakibatkan oleh sesuatu yang serius. Lalu sebenarnya apa sih yang menyebabkan demam setelah operasi? Apakah hal tersebut berbahaya?

Demam setelah operasi, apakah normal?

Faktanya, demam adalah hal yang wajar terjadi setelah seseorang berhasil menjalani operasi tertentu. Anda tak perlu cemas, karena demam setelah operasi bukan lah hal yang buruk dan membahayakan kesehatan.

Pada kebanyakan kasus, demam setelah operasi dapat dengan mudah diatasi dengan diberikan obat seperti paracetamol atau ibuprofen. Bahkan jika demam tidak terlalu tinggi, obat-obatan tidak diperlukan. Namun, demam pasca operasi sebenarnya juga dapat menunjukkan bahwa kondisi kesehatan pasien sedang tidak baik dan butuh penanganan yang khusus.

Apa saja yang menyebabkan demam setelah operasi?

Ada dua hal yang mungkin menyebabkan demam muncul setelah operasi, yaitu komplikasi atau masalah akibat tindakan operasi dan gangguan kesehatan lainnya. Berikut adalah komplikasi pasca operasi yang membuat suhu tubuh meningkat:

  • Terjadi infeksi, termasuk pneumonia, infeksi saluran kencing, dan infeksi pada bekas luka operasi.
  • Sepsis, yaitu keracunan darah akibat infeksi tertentu.
  • Menjalani transfusi darah. Setelah operasi, bisa saja tubuh mengalami kehilangan darah dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, pasien yang menjalani operasi besar biasanya akan ditransfusi darah setelahnya.

Selain itu, penyebab Anda mengalami demam bisa saja bukan karena efek samping operasi. Sangat mungkin jika Anda terserang bakteri atau virus penyebab flu beberapa hari setelah operasi.

melepas jahitan luka bekas operasi

Apa tandanya jika demam yang saya alami cukup serius?

Demam ringan sangat umum terjadi, hal ini menandakan bahwa tubuh Anda sedang mengalami masa penyembuhan. Suhu yang termasuk demam ringan adalah sekitar 37 derajat celcius. Bila memang suhu tubuh Anda mencapai angka tersebut, Anda tak perlu panik, biasanya suhu tubuh akan kembali normal dengan cepat.

Sementara, demam sedang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh mencapai 38-39 derajat celcius. Jika hal ini terjadi, Anda harus mewaspadai apakah ada gejala lain yang Anda rasakan saat itu, seperti mual, muntah, rasa sakit pada salah satu bagian tubuh, atau perdarahan. Sebab mungkin saja hal ini terjadi akibat infeksi. Tetapi bila tidak ada gejala lain, biasanya dokter akan memberikan Anda obat penurun demam seperti ibuprofen dan acetaminophen.

Bila demam yang Anda alami adalah demam tinggi, yaitu mencapai hingga lebih dari 39 derajat celcius, maka Anda harus segera beritahu tim medis Anda. Sebab hal ini bisa saja diakibatkan oleh infeksi serius. Anda juga akan diminta untuk melakukan pemeriksaan kultur jaringan untuk melihat bakteri apa yang menyebabkan infeksi yang terjadi.

Bagaimana mencegah demam pasca operasi?

Anda dapat mencegah demam agar tidak muncul setelah operasi dengan cara melakukan hal-hal mudah berikut ini:

  • Konsumsi makanan yang dapat menyembuhkan luka. Makanan yang mengandung protein dan vitamin K dapat membuat luka operasi Anda cepat pulih.
  • Perhatikan luka operasi Anda. Jika Anda merasakan sakit atau timbul perdarahan dari luka operasi Anda maka segera periksakan diri ke dokter.
  • Mengganti perban luka secara berkala. Mintalah tim medis Anda untuk mengganti perban luka. Biasanya perban luka akan diganti 3-6 hari setelah operasi.

Bila Anda mengalami gejala lain setelah operasi, seperti merasa nyeri, sesak napas, pusing, mual, atau muntah, maka jangan ragu untuk menghubungi dokter yang menangani Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
fit saat puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020