Daftar Benda yang Wajib Ada di Kotak P3K Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Alat P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) merupakan hal yang paling diperlukan ketika terjadi kecelakaan baik ringan maupun parah. P3K sendiri memiliki arti sebagai upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan. Dalam situasi darurat, Anda diharuskan untuk bertindak dengan cepat, oleh karena itu penting bagi Anda untuk mengenal dengan baik alat P3K dan tahu apa yang harus digunakan untuk menangani cedera yang berbeda.

Seluruh tempat kerja, pusat rekreasi, rumah, dan mobil harus memiliki kotak penyimpan alat P3K. Mereka biasanya terdapat pada kotak hijau atau merah, atau pada tas yang ditandai dengan palang merah, dan pastinya kotak tersebut harus diletakkan di tempat yang mudah ditemukan.

Menyiapkan kotak P3K

Sebuah kotak pertolongan pertama yang lengkap wajib dimiliki di beberapa tempat. Untuk menyiapkan diri di keadaan darurat, lakukan hal berikut:

  • Taruh alat-alat P3K di rumah dan di dalam mobil Anda
  • Bawa kotak P3K ke manapun Anda pergi atau ketahuilah lokasi kotak P3K di sekitar Anda
  • Cari tahu lokasi kotak P3K di tempat Anda bekerja

Kotak pertolongan pertama tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Anda bisa mendapatkannya di kantor PMI terdekat, di toko obat lokal, atau dengan membuatnya sendiri. Beberapa kotak atau tas P3K ada yang dirancang untuk kegiatan tertentu seperti untuk mendaki gunung, berkemah, berperahu, dan lain-lain.

Berbagai alat P3K dan cara menggunakannya

Palang Merah merekomendasikan bahwa seluruh alat P3K yang harus dimiliki di dalam kotak pertolongan pertama, adalah:

  • 2 buah kasa kompres steril berukuran 16×16 cm: digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang memar atau yang memerlukan kompresan.   
  • 25 buah plester luka untuk berbagai ukuran: digunakan untuk menutup luka yang kecil dan luka gores.
  • 1 buah perekat micropore selebar 3 cm: digunakan untuk merekatkan kasa steril.
  • 5 bungkus alkohol swap pad atau lap antiseptik: digunakan untuk membersihkan peralatan yang terbuat dari metal, seperti gunting, pinset, gunting kuku, dan lain-lain.
  • 1 botol antiseptik: digunakan untuk mencegah dan melawan bakteri pada luka.
  • 1 botol rivanol: digunakan untuk membersihkan daerah luka.
  • 1 selimut darurat atau selimut biasa: untuk menjaga seseorang agar tetap hangat dan melindungi dari udara dingin.
  • 1 kompres dingin instan: digunakan untuk penderita demam.
  • 2 pasang sarung tangan non-lateks ukuran besar: digunakan untuk melindungi diri dari bakteri sebelum menangani luka pada korban.
  • Gunting: digunakan untuk memotong perban atau perekat, dan juga dapat digunakan untuk memotong pakaian seseorang untuk mempermudah penanganan luka.
  • Tabung oksigen portabel: digunakan untuk penderita sesak napas, sebaiknya dipakai tidak lebih dari dua semprotan dalam sekali pakai, dan perhatikan cara penggunaan pada tabung.
  • Gunting kuku: digunakan untuk menggunting kuku atau kulit yang terobek atau yang dapat memperburuk cedera.
  • Pembalut elastis: digunakan untuk menahan cedera pada engkel.
  • 1 rol perban atau kasa pembalut ukuran 5 cm: digunakan untuk membalut kasa steril pada luka dalam yang kecil, sehingga dapat menghentikan perdarahan.
  • 1 rol perban atau kasa pembalut ukuran 10 cm: digunakan untuk membalut kasa steril pada luka yang besar dan dalam, sehingga dapat menghentikan perdarahan.
  • 5 kasa steril ukuran 7,5×7,5 cm: digunakan untuk menutup luka kecil dan dalam, yang tidak dapat diatasi dengan plester luka.
  • 5 kasa steril ukuran 16×16 cm: digunakan untuk menutup luka yang lebih besar.
  • Thermometer oral non-merkuri: digunakan untuk mengukur suhu tubuh penderita.
  • 6 mitella: Anda dapat menggunakannya untuk menjadi perban atau sling, dan juga sebagai penutup luka yang besar dan luka bakar jika steril.
  • Peniti: digunakan untuk merekatkan pembalut elastis.
  • Pinset: untuk mengambil objek asing yang kecil pada tubuh, seperti duri, serpihan kayu, dan lain-lain.
  • Senter: digunakan untuk mendeteksi adanya cedera di serah yang gelap, seperti pada lubang hidung, lubang telinga, dan tenggorokan

Obat-obatan yang perlu ada di kotak P3K

Berbagai obat-obatan pelengkap yang sebaiknya Anda tambahkan ke dalam otak P3K Anda adalah sebagai berikut:

Apabila Anda telah memiliki kotak P3K, pastikan di dalamnya terdapat semua peralatan yang mungkin Anda perlukan seperti barang-barang pribadi (obat-obatan, nomor telepon darurat, atau barang-barang lainnya yang wajib dimiliki), periksa kotak secara teratur, pastikan senter bekerja, periksa tanggal kedaluwarsa seluruh obat-obatan dan menggantinya dengan yang baru. Anda juga dapat menyiapkan satu set bidai jika khawatir akan terjadinya patah tulang.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

Anatomy of First Aid Kit http://www.redcross.org/prepare/location/home-family/get-kit/anatomy. Accessed September 5, 2016.

Palang Merah Indonesia. 2008. Pertolongan Pertama Palang Merah Remaja Tingkat Wira. Jakarta: PMI Pusat.

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat pereda nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit