Mengenali Whiplash, Cedera Leher Pasca Kecelakaan Bermotor

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Whiplash syndrome adalah istilah non-medis yang digunakan untuk menggambarkan cedera leher yang disebabkan oleh pergerakan cepat, tiba-tiba, dan sangat kuat berasal dari depan, samping, atau belakang kepala. Whiplash paling sering terjadi saat kecelakaan bermotor, tapi cedera leher ini juga dapat diakibatkan oleh kecelakaan olahraga, kekerasan fisik, atau trauma lainnya, misalnya saat terjatuh.

Istilah “whiplash” pertama kali digunakan pada tahun 1928. Istilah “railway spine”, digunakan untuk menggambarkan kondisi serupa yang umum terjadi pada orang-orang yang terlibat dalam kecelakaan kereta sebelum 1928. Whiplash syndrome menggambarkan kerusakan pada struktur dan jaringan lunak leher dan kepala, sedangkan “whiplash associated disorders”, alias komplikasi gangguan Whiplash, menggambarkan kondisi cedera leher yang lebih parah dan kronis.

Bagaimana whiplash syndrome bisa terjadi?

Whiplash syndrome terjadi ketika jaringan lunak (otot dan ligamen) leher menderita ketegangan karena suatu gerakan cepat yang menyebabkan kepala terpelanting ke depan lalu belakang (atau sebaliknya), atau dari sisi kanan-kiri, melampaui jangkauan gerak normalnya.

Pergerakan mendadak ini menyebabkan tendon dan ligamen leher tertarik meregang dan robek, menghasilkan reaksi yang mirip seperti retakan cambukan. Selain itu, trauma leher ini juga bisa melukai ruas tulang belakang, cakram antar tulang, saraf, dan jaringan lunak leher lainnya.

Dilansir dari Medicine Net, studi terbaru yang menyelidiki whiplash syndrome pada crash dummies (boneka peraga) saat kecelakaan bermotor menggunakan kamera berkecepatan tinggi menemukan bahwa gaya tabrakan dari belakang memaksa tulang leher bawah ke posisi sangat teregang, sementara tulang leher atas berada dalam posisi mengendur. Akibatnya, tabrakan ini menyebabkan bentuk “S” abnormal pada tulang belakang leher yang sangat menonjol. Diperkirakan bahwa pergerakan tidak normal inilah yang menyebabkan kerusakan pada jaringan halus yang menahan posisi tulang leher.

Apa yang dapat terjadi setelah mengalami cedera leher akibat whiplash syndrome?

Gejala biasanya muncul dalam waktu 24 jam setelah insiden yang menyebabkan cedera leher tersebut, dan dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Tanda dan gejala umum dari whiplash syndrome, termasuk:

  • Nyeri leher; leher terasa kaku
  • Sakit kepala, khususnya di bagian bawah tengkorak
  • Pusing, berkunang-kunang
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan konstan

Gejala kurang umum lainnya yang terkait dengan nyeri kronis jangka panjang, termasuk:

  • Masalah konsentrasi dan ingatan
  • Telinga berdenging
  • Sulit tidur nyenyak
  • Mudah marah
  • Nyeri kronis pada leher, bahu, atau kepala

Gejala mungkin tidak akan muncul selama beberapa waktu, dan akan mulai timbul setelah beberapa hari. Gejala juga bisa hadir langsung beberapa saat setelah insiden. Maka dari itu penting untuk memperhatikan setiap perubahan fisik selama beberapa hari selanjutnya pasca kecelakaan.

Kesemutan dan mati rasa di bahu, lengan, dan sepanjang tangan juga dapat terjadi setelah Anda mengalami insiden. Anda harus segera menindaklanjuti dengan dokter jika gejala menyebar ke bahu atau lengan, terutama jika menggerakkan kepala terasa menyakitkan, atau lengan Anda terasa lemah.

Untungnya, whiplash syndrome pada umumnya bukanlah merupakan cedera yang mengancam nyawa, tetapi dapat menyebabkan cacat sebagian berkepanjangan. Pukulan hebat yang menyebabkan ketegangan leher kadang juga dapat menyebabkan gegar otak. Karena gegar otak bisa menjadi kondisi serius, Anda perlu segera menemui dokter. Anda membutuhkan perawatan medis darurat jika Anda merasa kebingungan, mual, sangat mengantuk, atau tidak sadarkan diri.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi cedera leher akibat Whiplash syndrome?

Dokter biasanya akan menanyakan sejumlah pertanyaan tertentu terkait dengan cedera Anda, seperti bagaimana cedera terjadi, di bagian mana Anda merasa paling sakit, dan apakah rasa sakitnya tumpul, tajam, atau seperti tertusuk berulang kali.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kisaran gerak leher dan mencari adanya area lebam, misalnya dengan rontgen, untuk dapat memastikan rasa sakit Anda tidak terhubung ke cedera lain atau penyakit degeneratif seperti arthritis. CT scan dan MRI scan akan memungkinkan dokter untuk memeriksa adanya kerusakan atau peradangan jaringan, tulang belakang, atau saraf.

Pengobatan untuk cedera leher seperti ini relatif sederhana. Dokter pada umumnya akan menganjurkan Anda menggunakan obat pereda rasa nyeri non-resep, seperti Tylenol, paracetamol, ibuprofen, atau aspirin. Cedera leher yang lebih serius mungkin membutuhkan obat resep, dan relaksan otot untuk mengurangi kejang otot. Anda mungkin akan diberikan kerah penyangga untuk menjaga leher Anda tetap stabil. Kerah tidak boleh dipakai selama lebih dari tiga jam pada satu waktu, dan hanya boleh digunakan beberapa hari pertama setelah cedera.

Ini kabar baiknya: Whiplash syndrome akan dapat pulih dengan sendirinya seiring waktu. Untuk membantu mempercepat proses pemulihan, Anda bisa mengompresnya dengan es, secepat mungkin setelah mengalami cedera. Es yang digunakan untuk kompres harus terlebih dulu dibungkus oleh handuk atau kain untuk menghindari kontak langsung antara kulit dengan es yang bisa menyebabkan cedera kulit. Anda harus berbaring di tempat tidur dengan menempatkan kepala Anda (yang terlebih dulu disangga oleh bantal) di atas kompres selama 20-30 menit setiap 3-4 sekali dalam 2-3 hari ke depan. Setelahnya, baru Anda bisa terapkan air hangat pada leher Anda — dengan kompres kain atau mandi berendam air hangat.

Anda juga mungkin ingin mencoba pengobatan alternatif untuk cedera leher Anda, misalnya dengan:

  • Akupunktur
  • Pijat: meringankan beberapa ketegangan di otot leher
  • Chiropractic
  • Ultrasound
  • Stimulasi saraf elektronik: Arus listrik lembut ini dapat membantu mengurangi nyeri leher

Berapa lama cedera leher akibat Whiplash syndrome bisa sembuh total?

Waktu pemulihan cedera leher tergantung pada seberapa serius trauma Whiplash Anda. Kebanyakan kasus akan mereda dalam beberapa hari. Yang lainnya dapat menghabiskan waktu berminggu-minggu, bahkan lebih, untuk bisa sembuh. Hal ini dipengaruhi oleh kecepatan pemulihan yang berbeda-beda pada setiap orang.

Setelah gejala akut dari cedera leher menghilang, dokter akan memulai proses rehabilitasi untuk melatih otot-otot leher Anda lebih kuat dan lentur. Rehabilitasi juga dilakukan guna memulihkan cedera dan mengurangi kemungkinan Anda mencederai leher kembali di masa depan.

Pemanasan leher ringan boleh mulai dijalankan di tahap ini, dan Anda bisa tingkatkan intensitasnya seiring dengan waktu penyembuhannya. Tapi, jangan mulai beolahraga tanpa mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter Anda. Dan, jangan terburu-buru.

Jangan mencoba untuk kembali ke rutinitas fisik harian sampai Anda dapat:

  • Menoleh kedua sisi tanpa merasakan sakit atau kaku
  • Menganggukkan kepala dari depan ke belakang, atau sebaliknya, dalam satu gerakan penuh
  • Menggelengkan kepala dari kedua sisi dalam satu gerakan penuh tanpa rasa sakit atau kaku

Jika Anda memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik seperti biasa sebelum cedera leher benar-benar sembuh, Anda bisa merisikokan nyeri leher kronis dan cedera permanen.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

    Pernahkah Anda terbayang seperti apa rasanya koma? Anda juga mungkin penasaran, sebenarnya pasien koma masih sadar tidak? Yuk, cari tahu lebih jauh di sini.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

    Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengenal Racial Trauma, Stres Berat Akibat Menjadi Korban Rasisme

    Racial trauma adalah dampak jangka panjang dari perilaku rasisme. Kondisi ini bisa memicu berbagai gangguan psikologis, dari stres berat hingga depresi.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Psikologi 11 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Tidak Hanya Wanita, Inilah 7 Manfaat Yoga untuk Pria

    Siapa bilang yoga hanya untuk wanita? Banyak gerakan yoga yang bisa membantu pria membentuk otot idaman. Inilah manfaat yoga untuk pria.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Yoga & Pilates, Kebugaran, Hidup Sehat 10 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    cara mengasuh akan membawa pengaruh pada karakter anak

    Mengenal Perbedaan Manfaat Antara Asuransi Jiwa dan Kecelakaan

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    kenakalan remaja

    Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
    pegal di leher

    8 Penyebab Leher Anda Sering Terasa Pegal

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    kepala bayi terbentur

    Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit