Mulai dari masalah di tempat kerja, bertengkar dengan teman, atau masalah rumah tangga, semua orang kadang merasa stres. Tapi, ada beberapa cara murah meriah — dan sedikit unik — yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan stres sebelum ia menggerogoti Anda.

Anda bisa menghilangkan stres dengan…

1. Pasang senyum palsu

Walau terkesan sedikit memaksa, saran ini mungkin cukup baik sebagai cara kilat menghilangkan stres dan telah dibuktikan oleh sebuah penelitian di Psychological Science tahun 2012, dilansir dari Everyday Health. Memasang senyum di wajah Anda — jenis senyum penuh yang melibatkan otot-otot wajah sekitar mata — bahkan jika Anda berpura-pura, benar-benar dapat meningkatkan mood dan mengurangi stres ketika situasi sekitar membuat Anda merasa kewalahan. Tersenyum lebar menghasilkan perubahan dalam aktivitas otak yang berhubungan dengan suasana hati yang lebih bahagia.

Dan, ada manfaat lain dari senyuman, sekalipun itu palsu: jika Anda melakukannya di depan umum, mood orang-orang di sekitar juga akan ikut jadi baik. Ini karena otak manusia terhubung untuk sosialisasi. Sekali dayung, dua tiga pulau terlewati, bukan?

2. Elus-elus kucing atau anjing

Salah satu alasan untuk efek terapi hewan adalah bahwa anjing dan kucing memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk menyentuh. Membelai, memeluk, atau menyentuh hewan yang penuh kasih dapat dengan cepat meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang membantu untuk menenangkan dan membuat kita rileks ketika sedang stres atau merasa cemas.

Ditemani hewan peliharaan, atau bahkan yang liar, juga dapat meringankan kesepian, dan sebagian besar anjing adalah stimulus hebat untuk mulai olahraga sehat, yang secara dramatis dapat meningkatkan mood Anda, menekan depresi, serta menurunkan tekanan darah. Selain itu, anjing sebagai sahabat manusia telah berevolusi menjadi sangat selaras dengan manusia serta perilaku dan emosi kita. Seekor anjing mampu memahami banyak kata-kata yang kita gunakan, tapi mereka jauh lebih baik di menafsirkan nada suara serta bahasa dan gerak tubuh. Anjing juga mampu melihat jauh ke dalam isi hati Anda untuk mengukur keadaan emosi Anda dan mencoba untuk memahami apa yang Anda pikirkan dan rasakan.

3. Cuci tangan

Ketika Anda berada di bawah tekanan, Anda lebih rentan terhadap virus flu dan kuman lainnya karena sistem kekebalan tubuh cenderung menurun. Mencuci tangan adalah pertahanan terbaik Anda. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat selama 10-20 detik, atau waktu yang dibutuhkan untuk menyanyikan lagu “Happy Birthday”.

4. Berenang — atau berendam air hangat di bak mandi

Dilansir dari Shape, Sebuah studi asal Swedia yang dipublikasikan dalam International Journal of Management Stress menemukan bahwa mengambang di air memicu respons relaksasi tubuh, yang membantu menekan tingkat hormon pemicu stres. Penelitian tersebut membuktikan hampir 80 persen dari subyek menunjukkan perbaikan dalam stresnya, seperti merasa kurang tegang dan tertekan.

Jika tak ada waktu untuk pergi ke kolam renang, berendamlah dalam bak kamar mandi, ditemani dengan lilin aromaterapi dan alunan musik lembut. Atau, cukup rendam kaki dalam air hangat yang dibubuhi minyak rempah atau aromaterapi. Studi menunjukkan aromaterapi dapat menjadi cara yang baik untuk menghilangkan stres. Aroma tertentu (seperti lavender) telah secara konsisten terbukti mengurangi tingkat stres

5. Menari

Di hari-hari yang terasa berat, mengistirahatkan mental dan fisik dengan menari spontan dapat menjadi penyelamat mood buruk Anda. Mainkan lagu favorit Anda dan coba beberapa gerakan dansa konyol di kamar tidur atau bilik kamar mandi kantor (psstt.. pastikan pintu tertutup rapat agar tak ada yang memergoki Anda!). Menggerakkan tubuh, jejingkrakan, dan bernyanyi mengikuti irama adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres dari semua tumpukan tekanan.

6. Mencorat-coret

Gambar apapun, tulis apapun, corat-coret, curahkan isi hati Anda pada secarik kertas — tak peduli seberapa berseninya hasil “lukisan” Anda. Doodling alias menggambar dan corat-coret di atas kertas diyakini sebagai cara yang efektif untuk menenangkan pikiran yang semrawut saat berada di bawah tekanan dan melenyapkan kegugupan. Yang Anda butuhkan benar-benar hanya sebuah pulpen dan secarik kertas; lakukan di saat bosan terperangkap dalam rapat mingguan, sedang berbicara di telepon, atau saat Anda sedang menggemeratakkan gigi akibat dilanda cemas. Mencorat-coret mempromosikan relaksasi dan mengurangi ketegangan batik. Selain itu, doodling juga membantu meningkatkan fokus dan kreativitas.

7. Minum jus jeruk dingin

Tidak hanya jus jeruk lezat dan bergizi, tapi minuman menyegarkan ini benar-benar dapat membuat Anda lebih tenang dan kembali fokus. Makanan dan minuman tinggi vitamin C, seperti jus jeruk, mampu secara fisiologis mengurangi stres dengan menurunkan kadar hormon stres, termasuk kortisol. Dua gelas jus jeruk setiap hari ampuh mengelola stres dan kecemasan Anda.

8. Kunyah permen karet

Keuntungan dari permen karet yang tak ada habisnya. Tidak hanya menyegarkan napas dan mengurangi ngemil, permen karet juga dapat mengurangi kecemasan dan depresi. Dalam sebuah penelitian tahun 2008 yang dilakukan oleh Andrew Scholey, Ph.D., dilansir dari She Knows, peserta yang secara teratur mengunyah permen karet menunjukkan penurunan tingkat kecemasan, meningkatkan kewaspadaan, mengurangi stres, dan menampilkan kemajuan multi-tasking.

9. Tertawa

Pasang serial sitkom favorit Anda, bermain dengan anak kecil tetangga sebelah rumah, cari lelucon lucu di internet, atau tonton video-video lucu, apa saja yang bisa membuat Anda tertawa dengan mudah!

Tertawa bukan hanya menunjukkan bahwa Anda sedang menikmati momen, tapi juga mengubah sistem dalah tubuh yang dapat mengurangi stres dalam jangka panjang. Tertawa mengurangi kadar hormon stres dalam tubuh, kortisol, dan sebagai gantinya melepaskan hormon bahagia, yaitu endorfin sehingga dapat mengubah cara pandang Anda terhadap hal-hal yang tadinya membuat Anda stres. Efek ini ternyata cukup tahan lama, lho! Perubahan mood akibat tertawa dapat berlangsung bahkan berjam-jam setelah apa yang menjadi bahan tertawaan Anda menghilang dari pandangan.

10. Seks

Menurut psikoloh Simon Rego, seks dapat membantu menghilangkan stres. Rego menjelaskan, seks adalah kombinasi sempurna dari banyak faktor, termasuk pelepasan endorfin dan membentuk hubungan positif, yang membantu menghilangkan stres dan kecemasan. Meskipun mungkin seks tak bisa sepenuhnya menghapus stres dalam benak Anda, tapi bercinta dengan pasangan mampu menekan hormon pemicu stres dan memberikan cara pandang baru terhadap masalah yang menyelimuti Anda. Selain itu, penelitian juga telah menunjukkan seks benar-benar dapat mengurangi gejala fisik dari stres, seperti menurunkan tekanan darah.

11. Pijat

Para ahli belum tahu pasti mengapa pijat membawa keajaiban bagi tubuh, tapi mereka tahu bahwa itu bisa terjadi. Studi menunjukkan pijat dapat mempercepat fungsi paru-paru pada penderita asma dan meningkatkan kekebalan tubuh pada pria dengan HIV. Studi juga menunjukkan pijat mungkin juga bermanfaat untuk menghilangkan stres. Pijat juga dapat membantu meningkatkan citra tubuh positif.

12. Menarik napas dalam-dalam

Mengambil napas dalam-dalam telah terbukti menurunkan kadar kortisol, yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Untuk memulai, duduk tenang di tempat yang sepi dan nyaman. Tutup mata Anda dan ambil napas melalui hidung. Kemudian, hirup dalam-dalam untuk dua hitungan. Tahan napas dalam satu hitungan, lalu buang napas perlahan, dalam empat hitungan. Selesaikan satu ronde dengan menahan nafas untuk hitungan satu.

Jaga pernapasan Anda tetap datar dan halus. Jika hitungan 2-4 terasa terlalu cepat panjangkan hitungan bernapas dalam 4 hitungan tarikan napas dan 6 hembusan keluar, atau 6 tarikan napas dalam dan 8 hitungan hela napas, dan sebagainya. Tetapi jika napas panjang justru semakin memicu kecemasan, jangan memaksa diri sendiri. Yang paling penting, lebih panjangkan hembusan napas keluar dari tarikan napas Anda, bukan panjang mutlak nafas. Atur timer dan bernapas dengan cara ini setidaknya selama lima menit agar Anda dapat melihat perbedaan dalam suasana hati Anda.

13. Ibadah

Dr Roberta Lee, penulis The SuperStress Solution, dilansir dari Huffington Post, menulis: “Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih banyak menggunakan agama atau spiritualitas mereka untuk menghadapi beratnya kehidupan. Mereka lebih mampu mengatasi stres, lebih cepat sembuh dari sakit, dan mereka mengalami peningkatan manfaat kesehatan dan kesejahteraan pribadi mereka. Pada tingkat intelektual, spiritualitas menghubungkan Anda ke dunia, yang pada gilirannya memungkinkan Anda untuk berhenti berusaha untuk mengontrol segala hal dengan tangan Anda sendiri. Ketika Anda merasa menjadi bagian dari satu kesatuan yang yang lebih besar, akan mudah untuk memahami bahwa Anda tidak bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. “

Agama dan iman memberikan dukungan sosial, elemen konsisten kebahagiaan dan kesehatan yang baik. gereja biasa tidak hanya mendapatkan dukungan dari masyarakat mereka, tetapi mereka juga memberi dukungan kepada orang lain, dan aktivitas altruistik (mendahulukan orang lain tanpa ego) mempromosikan kesehatan yang lebih baik. Kedua, agama memperkuat sistem kepercayaan. Orang-orang merasa terikat dan bersatu ketika mereka berbagi pendapat dan keyakinan umum, bahkan saat bergosip sekalipun. Ketiga, agama dan spiritualitas memberikan apa yang orang tua atau atasan di tempat kerja tidak mampu: memberikan 10 aturan untuk dipatuhi.

Dan, meskipun Anda mungkin tidak menyukai peraturan yang ditetapkan pada Anda dan mencoba untuk melanggar beberapa, Anda senang aturan ini ada, karena, untuk sebagian besar, hidup Anda berjalan lebih lancar ketika Anda mengikuti aturan. Terakhir, iman memberikan makna pada peristiwa; memberikan orang harapan, peredam stres utama. Harapan, ungkap para dokter, adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk tubuh Anda. Harapan bekerja lebih baik daripada plasebo.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca