Selain Vaksin, Ternyata Ada 4 Cara Lain untuk Mengatasi Tetanus

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/11/2019
Bagikan sekarang

Banyak orang yang mengira bahwa tetanus tidak perlu diobati ke dokter. Padahal, ketika gejala tetanus semakin berkembang dan menyakitkan, berkonsultasi ke dokter jadi hal yang wajib dilakukan. Agar lebih jelas, ini dia beberapa cara mengobati tetanus yang biasanya dilakukan sesuai standar prosedur dari rumah sakit. 

Berbagai cara mengobati tetanus

Menurut CDC, tetanus termasuk penyakit yang membutuhkan perhatian medis dengan segera.

Jika Anda mengalami gejala yang menandakan tetanus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum racun bakteri Clostridium tetani menyebar. 

Ini dia beberapa cara mengobati tetanus agar racunnya tidak cepat menyebar. 

1. Merawat luka dengan baik

cara merawat luka operasi dengan baik

Tetanus merupakan penyakit pada sistem saraf akibat adanya serangan bakteri yang berasal dari luka goresan atau tusukan benda yang sudah terkontaminasi. 

Maka dari itu, ketika Anda terluka, merawat luka dengan baik menjadi salah satu cara yang cukup efektif dalam mengobati tetanus.

Hal tersebut bertujuan agar pertumbuhan spora tetanus menjadi terhambat. 

Berikut langkah-langkah panduan untuk membantu Anda merawat luka saat terkena goresan atau tusukan:

  1. Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati luka. Pakai sarung tangan agar lebih steril ketika merawat luka. 
  2. Membersihkan luka dengan air dan gunakan lap yang bersih untuk membersihkan area sekitar luka. 
  3. Mengoleskan krim dan salep antibiotik jika ada. 
  4. Membalutnya dengan perban.  
  5. Melakukan vaksin tetanus jika dalam lima tahun belum pernah menerimanya, terutama ketika lukanya dalam dan kotor.

Membersihkan luka dengan benar menjadi cara pertama untuk mengobati tetanus agar infeksi tak semakin menyebar dan memburuk.

2. Minum obat untuk mengurangi kejang otot

obat alergi

Salah satu gejala dari penyakit tetanus yang cukup mengganggu adalah kejang otot. Untuk mengatasi tetanus, Anda dapat mengonsumsi obat yang dikhususkan untuk mengurangi gejala tersebut. 

Menurut WHO, diazepam diberikan untuk mengontrol kejang otot karena sifatnya yang sedatif, alias menenangkan. 

Selain diazepam, magnesium sulfat juga kerap diberikan supaya tetanus bisa teratasi dengan segera.

3. Rutin minum obat yang diberikan dokter

Obat batuk antibiotik

Selain minum obat pereda kejang otot, cara lain mengobati tetanus yaitu dengan rutin mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. 

Seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, dokter akan memberikan beberapa jenis obat-obatan untuk mencegah penyebaran racun bakteri dari tetanus, seperti:

Antitoksin

Antitoksin yaitu tetanus globulin imun yang dapat menetralkan racun saat belum terikat dengan jaringan saraf. 

Antibiotik

Antibiotik yang diberikan bisa dalam bentuk oral ataupun suntikan. Penicillin atau metronidazole termasuk jenis antibiotik yang dapat melawan serangan bakteri tetanus. 

4. Dirawat di rumah sakit

rawat inap

Apabila infeksi tetanus sudah menyebar dan memperparah kondisi, dokter biasanya menyarankan Anda untuk dirawat secara intensif di rumah sakit. 

Biasanya, pasien tetanus akan dimasukkan ke kamar rawat inap dengan lingkungan sekitar yang lebih tenang. Misalnya, memilih kamar dengan penerangan yang redup, tidak terlalu berisik, dan suhu kamar yang stabil. 

Hal ini bertujuan agar tidak ada rangsangan dari luar yang meningkatkan terjadinya kejang otot. 

Sebenarnya, mengobati tetanus dapat berhasil jika cara-cara di atas dilakukan dan mengikuti saran dari dokter Anda. Jangan lupa rutin berkonsultasi ke dokter untuk melihat perkembangan infeksi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Saya Perlu Suntik Tetanus Setelah Menginjak Paku?

Pernahkah Anda mendengar bahwa saat menginjak paku Anda perlu segera melakukan suntik tetanus. Lantas, apakah sebenarnya perlu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Vaksin Mungkin Jadi Kurang Efektif Kalau Berat Badan Anda Berlebih

Obat vaksin tidak serta merta terjamin melindungi setiap orang. Kalau berat badan Anda berlebih atau bahkan obesitas, ini bisa bikin vaksin tidak efektif.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari

Apakah Aman Kalau Harus Suntik Tetanus Saat Hamil?

Idealnya, suntik tetanus (vaksin TT) didapat sebelum hamil. Lantas, kalau Anda terlambat mendapatkannya, amankah suntik tetanus saat hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Rahang Anda Terasa Kaku? Waspadai Gejala Tetanus

Tetanus telah membunuh puluhan ribu bayi di seluruh dunia. Namun, orang dewasa pun bisa terkena. Apa saja gejala tetanus yang harus diwaspadai?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya

Direkomendasikan untuk Anda

paku berkarat sebabkan tetanus

Benarkah Kita Bisa Kena Tetanus Karena Tertusuk Paku Berkarat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11/10/2019
suntik tetanus

Perlukah Orang Dewasa Dengan Diabetes Suntik Tetanus?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 24/12/2018
penyebab tetanus

Mengenal Penyebab Tetanus dan Cara Penularannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 19/11/2018
gejala awal tetanus

Waspada, 6 Gejala Awal Tetanus yang Bisa Berasal dari Luka Kecil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2018