6 Bahaya Pada Tubuh Jika Makan Garam Terlalu Banyak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Makan tanpa garam layaknya makan sayur tanpa garam, hambar. Sehingga tidak heran jika banyak orang menyukai garam karena dapat menambah kelezatan makanan yang dimakan. Garam yang mengandung sodium pun ternyata penting bagi kesehatan manusia. Mineral yang terkandung di dalam garam dapat membantu mengatur cairan tubuh, mempertahankan transmisi saraf dan kontraksi otot.

Mengapa banyak orang yang begitu menyukai garam? Sebuah penelitian telah menemukan bahwa otak merespon sodium yang Anda konsumsi serupa dengan zat seperti nikotin, sehingga dapat menimbulkan efek kecanduan. Sayangnya, sesuka apapun Anda dengan garam, Anda tetap perlu membatasi asupan garam setidaknya 5 gram atau satu sendok teh per hari. Karena jika tidak, maka konsumsi garam berlebih dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh Anda.

Apa bahaya garam berlebih pada kesehatan tubuh?

Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat timbul jika Anda mengkonsumsi garam berlebihan.

1. Penurunan fungsi otak

Studi menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi banyak garam dalam makanan berisiko lebih dari sekadar penyakit jantung. Sebuah studi Baycrest bahkan menunjukkan bahwa orang dewasa yang yang mengonsumsi terlalu banyak garam dan tidak berolahraga berisiko lebih besar dalam mengalami penurunan kognitif.

2. Mengganggu fungsi ginjal

Seperti yang Anda ketahui, salah satu fungsi garam adalah menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh, dengan memberikan isyarat kepada ginjal kapan harus menahan air dan kapan harus membuang air. Sayangnya, konsumsi garam berlebih justru dapat mengganggu proses tersebut.

Jika Anda mengonsumsi garam berlebih, ginjal Anda akan mengurangi pengeluaran air ke dalam urin, yang dapat menyebabkan peningkatan volume darah akibat retensi air. Gejala yang akan timbul di antaranya adalah edema, yang ditandai dengan pembengkakan terutama di tangan, lengan, pergelangan kaki, dan kaki, yang disebabkan oleh retensi cairan.

3. Meningkatkan tekanan darah

Garam juga dapat mempengaruhi tekanan darah, karena semakin tinggi kadar natrium dalam darah, maka semakin tinggi volume darah Anda. Kenaikan volume darah tersebut ternyata dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah. Selain itu, konsumsi natrium dalam jangka panjang juga dapat merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi adalah kekuatan darah yang mendorong dinding arteri saat jantung memompa darah yang dapat menyebabkan banyak kondisi serius, seperti stroke dan gagal jantung. Dan meskipun tekanan darah meningkat secara alami seiring bertambahnya usia, menurut American Heart Association, salah satu cara untuk mencegah tekanan darah Anda dari kenaikan terlalu banyak adalah dengan mengurangi asupan garam.

4. Stroke dan demensia vaskular

Asupan garam yang tinggi meningkatkan tekanan darah, meningkatkan risiko stroke dan demensia vaskular. Demensia adalah hilangnya fungsi otak yang mempengaruhi ingatan, pemikiran, bahasa, penilaian, dan perilaku. Demensia vaskular dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat di otak. Sekitar satu dari tiga orang yang mengalami stroke mengalami demensia vaskular.

5. Penipisan tulang

Ekskresi kalsium berlebihan dalam urin dipercaya oleh beberapa ahli dapat meningkatkan risiko penipisan tulang. Beberapa studi bahkan telah menemukan bahwa garam dapur dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga dapat membuat tulang menjadi lebih lemah. Dalam jangka waktu yang lama, kehilangan kalsium yang berlebihan tersebut dapat berkaitan dengan risiko terjadinya osteoporosis, terutama pada wanita pascamenopause.

6. Kanker perut

Dalam medicaldaily.com disebutkan bahwa studi tahun 1996 yang dipublikasikan di International Journal of Epidemiology menemukan bahwa kematian akibat kanker perut pada pria dan wanita berkaitan erat dengan konsumsi garam berlebih. Selain itu, asupan garam yang tinggi juga dapat berkaitan dengan sakit maag.

Meskipun belum ada alasan kuat akan kaitan tersebut, namun dikutip melalui livestrong.com, garam mungkin memiliki efek buruk pada lapisan mukosa lambung dan menyebabkan jaringan lambung menjadi tidak normal dan tidak sehat.

Baca Juga: