Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Manfaat Garam Epsom, Bahan Berendam Favorit Banyak Orang

6 Manfaat Garam Epsom, Bahan Berendam Favorit Banyak Orang

Anda yang hobi berendam dengan air hangat atau bath bomb mungkin sudah tak asing lagi dengan garam Epsom. Selain membuat tubuh menjadi rileks usai berendam, garam Epsom juga dipercaya memiliki segudang manfaat lain bagi kesehatan.

Apa itu garam Epsom dan apa saja khasiatnya bagi tubuh Anda? Simak jawabannya berikut ini.

Apa itu garam Epsom?

khasiat garam epsom

Garam Epsom adalah garam yang terbentuk dari mineral magnesium, sulfur (belerang), serta oksigen hingga menghasilkan magnesium sulfat.

Garam Epsom dinamai demikian karena produk ini berasal dari kota Epsom di Surrey, Inggris.

Meskipun disebut “garam”, garam Epsom jauh berbeda dengan garam dapur yang Anda gunakan dalam masakan sehari-hari. Mineral alami ini disebut garam karena memiliki struktur kimia magnesium sulfat (MgSO4).

Banyak orang menggunakan garam Epsom karena percaya akan khasiatnya untuk mengatasi sembelit, nyeri otot, insomnia, dan gangguan kesehatan lainnya.

Manfaat tersebut diduga berasal dari mineral magnesium yang terkadung dalam garam Epsom.

Produk ini biasanya digunakan sebagai larutan untuk berendam. Akan tetapi, tak sedikit pula yang mencampurkannya ke dalam air untuk dikonsumsi langsung meski rasanya tak enak.

Manfaat garam Epsom bagi kesehatan

Berikut berbagai potensi khasiat yang bisa Anda dapatkan dari garam Epsom.

1. Meningkatkan performa olahraga

Atlet terkadang mengonsumsi suplemen magnesium sebelum berolahraga. Tujuannya untuk mengurangi pembentukan asam laktat pada otot yang menyebabkan kelelahan.

Anda mungkin bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan garam Epsom karena memiliki kandungan magnesium.

Menurut sebuah studi dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition (2015), konsumsi suplemen magnesium berkaitan dengan meningkatnya performa atlet saat melakukan bench-press.

Selain itu, suplemen magnesium juga berpotensi membantu pemulihan setelah olahraga.

2. Mengurangi stres

Garam Epsom ternyata memiliki manfaat tersendiri dalam mengatasi stres.

Kandungan magnesium dalam garam ini membantu produksi zat-zat kimia dalam otak, termasuk yang berperan dalam mengatur mood, stres, dan kualitas tidur.

Menurut studi dalam jurnal Nutrients, kadar magnesium yang rendah dapat mengurangi kemampuan Anda dalam menghadapi stres.

Berendam dengan garam Epsom mungkin membantu penyerapan magnesium melalui kulit sehingga tubuh menjadi rileks.

3. Mengurangi nyeri otot

cara mengatasi nyeri otot

Tubuh Anda memerlukan magnesium agar bisa menjalankan fungsi otot dengan baik. Ketika Anda kekurangan magnesium, otot tidak dapat berkontraksi dan berelaksasi dengan benar sehingga terjadilah nyeri atau kram otot.

Berendam dengan garam Epsom tampaknya juga memiliki manfaat untuk mereka yang sering mengalami masalah otot.

Hanya saja, penelitian mengenai khasiat ini masih terbatas dan perlu dikaji lebih lanjut.

4. Membantu mengatasi sembelit

Bukan tanpa alasan, banyak obat pencahar mengandung magnesium karena mineral ini membantu mengatasi sembelit dengan cara menarik air ke dalam feses.

Alhasil, tekstur feses pun menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Anda bisa mengonsumsi garam Epsom sebagai obat pencahar alami dengan mencampurkan 10–30 gram garam ini ke dalam 250 mL air.

Akan tetapi, patut diketahui bahwa belum ada bukti ilmiah bahwa garam Epsom berkhasiat bila dikonsumsi secara langsung.

5. Membantu Anda tidur nyenyak

tips tidur nyenyak

Siapa sangka, garam Epsom juga punya manfaat untuk mengatasi insomnia. Ini karena magnesium dalam garam ini berperan dalam produksi zat kimia otak dan hormon melatonin.

Keseimbangan zat kimia otak dan kadar hormon melatonin membantu Anda mendapatkan tidur yang nyenyak.

Sebaliknya, level magnesium yang rendah dalam tubuh bisa menurunkan kualitas tidur Anda.

Jadi, jika Anda sedang susah tidur, cobalah berendam dengan air hangat dan garam Epsom agar badan dan pikiran menjadi lebih rileks.

6. Menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala

Magnesium merupakan salah satu mineral yang penting untuk kesehatan kulit kepala dan rambut. Kandungan magnesium sulfat dalam jenis garam ini juga dapat memberikan efek serupa.

Keramas dengan campuran sampo dan garam Epsom dapat meningkatkan sirkulasi darah di kepalan sehingga melembapkan kulit kepala dan rambut.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan manfaat garam Epsom yang satu ini.

Cara menggunakan garam Epsom

berendam garam epsom

Garam Epsom tergolong aman untuk kebanyakan orang. Meski demikian, orang yang memiliki masalah kulit tertentu harus berkonsultasi kepada dokter sebelum berendam menggunakan garam ini.

Jika tidak ada masalah pada kulit Anda, Anda dapat membuat larutan garam Epsom untuk berendam dengan cara berikut.

  1. Siapkan air hangat dalam satu bak besar atau bathtub ukuran standard.
  2. Larutkan 300 gram garam Epsom ke dalam air hangat.
  3. Berendamlah dalam larutan tersebut selama 15–30 menit.

Efek samping garam Epsom

gambar laki-laki garuk-garuk iritasi pada kulit

Mengutip Cleveland Clinic, garam Epsom tidak menimbulkan efek samping bila Anda menggunakannya untuk berendam.

Namun, larutan garam Epsom dapat memperparah masalah kulit seperti luka bakar, peradangan, dan infeksi.

Garam mineral ini juga bisa menimbulkan efek samping pada sistem pencernaan bila Anda meminum larutannya.

Mengingat manfaat konsumsi garam Epsom sendiri belum terbukti kebenarannya, Anda sebaiknya tidak mengonsumsinya secara langsung.

Garam Epsom merupakan garam dari mineral alami yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Sejauh ini, cara mendapatkan khasiat garam Epsom yang telah terbukti secara ilmiah adalah dengan menjadikannya larutan untuk berendam.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Epsom Salt: Potential Benefits and How to Use It. (2018). Retrieved 18 January 2022, from https://health.clevelandclinic.org/7-things-you-probably-didnt-know-about-epsom-salt/

Magnesium sulfate (epsom salt) | Michigan Medicine. (2022). Retrieved 18 January 2022, from https://www.uofmhealth.org/health-library/d00468a1

Kass, L., & Poeira, F. (2015). The effect of acute vs chronic magnesium supplementation on exercise and recovery on resistance exercise, blood pressure and total peripheral resistance on normotensive adults. Journal Of The International Society Of Sports Nutrition, 12(1). https://doi.org/10.1186/s12970-015-0081-z

Gröber, U., Werner, T., Vormann, J., & Kisters, K. (2017). Myth or Reality—Transdermal Magnesium?. Nutrients, 9(8), 813. https://doi.org/10.3390/nu9080813

Engen, D., McAllister, S., Whipple, M., Cha, S., Dion, L., & Vincent, A. et al. (2015). Effects of transdermal magnesium chloride on quality of life for patients with fibromyalgia: a feasibility study. Journal Of Integrative Medicine, 13(5), 306-313. https://doi.org/10.1016/s2095-4964(15)60195-9

Portalatin, M., & Winstead, N. (2012). Medical Management of Constipation. Clinics In Colon And Rectal Surgery, 25(01), 012-019. https://doi.org/10.1055/s-0032-1301754

Peuhkuri, K., Sihvola, N., & Korpela, R. (2012). Dietary factors and fluctuating levels of melatonin. Food & Nutrition Research, 56(1), 17252. https://doi.org/10.3402/fnr.v56i0.17252

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Feb 15
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan