Apa Itu Gula Fruktosa? Benarkah Berbahaya Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Fruktosa adalah salah satu jenis gula yang merupakan komponen utama dari gula tambahan. Beberapa peneliti kesehatan percaya bahwa gula fruktosa berbahaya bagi kesehatan. Benarkah? Sebenarnya apa itu fruktosa? Simak penjelasannya di sini.

Apa itu fruktosa?

Fruktosa adalah jenis karbohidrat sederhana (gula) yang terdapat di dalam gula meja. Selain fruktosa, gula meja yang Anda gunakan sehari-hari mengandung glukosa, yang merupakan sumber energi dalam tubuh.

Selain terdapat di dalam gula meja yang kita pakai sehari-hari, sebenarnya fruktosa juga terkandung di dalam buah-buahan. Ya, gula fruktosa adalah gula alami dari buah yang jumlahnya tak terlalu banyak, sehingga aman bagi kesehatan.

Fruktosa juga dapat ditemukan di berbagai pemanis seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan sirup agave. Jika suatu produk mencantumkan tambahan gula sebagai salah satu bahan utamanya, biasanya produk tersebut mengandung fruktosa yang tinggi.

Sebagian orang tidak menyerap semua fruktosa yang dimakan. Kondisi ini dikenal sebagai malabsorbsi fruktosa, yang ditandai dengan gas yang berlebihan dan gangguan pencernaan.

Tidak seperti glukosa, fruktosa menyebabkan rendahnya kadar gula darah. Oleh karena itu, beberapa ahli kesehatan merekomendasikan fruktosa sebagai pemanis yang bisa dikatakan aman untuk pasien diabetes tipe 2.

Namun, banyak orang khawatir bahwa asupan fruktosa berlebihan dapat meningkatkan risiko beberapa gangguan metabolisme. Apakah benar?

Mengapa gula fruktosa berbahaya untuk kesehatan ?

Glukosa dan fruktosa dicerna dan diserap dengan cara yang sangat berbeda oleh tubuh. Sementara setiap sel dalam tubuh dapat menggunakan glukosa, sementara hal ini tak berlaku untuk fruktosa.

Saat Anda mengonsumsi gula meja atau makanan manis lainnya, maka dengan mudah tubuh akan mencerna glukosa yang terkandung di dalamnya untuk dijadikan bahan energi. Sementara, fruktosa yang juga ada di dalam makanan manis tersebut hanya bisa dipecah dan dicerna oleh organ hati. Hasil akhir dari proses pencernaan tersebut adalah trigliserida, asam urat, dan beberapa zat radikal bebas.

Jika gula fruktosa yang dikonsumsi terlalu banyak, maka trigliserida akan menumpuk di hati dan akhirnya merusak fungsi organ tersebut. Selain itu, trigliserida juga bisa memicu timbulnya plak di pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Zat radikal bebas yang dihasilkan dari pemecahan fruktosa juga dapat merusak struktur sel, enzim, dan bahkan gen. Asam urat dapat mematikan produksi nitrit oksida, suatu zat yang membantu melindungi dinding arteri dari kerusakan. Efek lain dari asupan fruktosa tinggi adalah resistensi insulin, prekursor diabetes.

Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia. Peneliti masih memperdebatkan sejauh mana fruktosa dapat memengaruhi beberapa masalah kesehatan tersebut.

Kelebihan gula fruktosa berbahaya bagi kesehatan

Mengonsumsi fruktosa yang berlebihan tentu tidak sehat bagi kesehatan Anda, meski efeknya masih sering diperdebatkan.

Beberapa efek yang mungkin terjadi jika kelebihan mengonsumsi fruktosa antara lain:

  • Menghancurkan komposisi lipid darah Anda. Fruktosa dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), menyebabkan akumulasi lemak di sekitar organ dan berpotensi penyakit jantung.
  • Meningkatkan kadar asam urat dalam darah, yang menyebabkan asam urat dan tekanan darah tinggi.
  • Penyebab pengendapan lemak di hati, berpotensi menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol.
  • Menyebabkan resistensi insulin, yang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2.
  • Fruktosa tidak menekan nafsu makan seperti halnya glukosa. Sehingga mungkin dapat meningkatkan nafsu makan yang berlebihan.
  • Konsumsi fruktosa berlebih dapat menyebabkan resistensi leptin, mengganggu regulasi lemak tubuh dan meningkatkan risiko obesitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Makanan Sehat untuk Anda yang Ngidam Makanan Manis

Tidak semua yang manis-manis berbahaya, loh! Ini dia berbagai minuman dan makanan manis yang sehat untuk Anda konsumsi sebagai camilan harian.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Resep Sehat, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Mengenal “Nama Samaran” Gula yang Sering Ditulis di Label Kemasan Makanan

Meski di label makanan tidak tertulis gula sebagai salah satu bahannya, bisa jadi sebenarnya produsen makanan menggunakan nama lain gula. Simak daftarnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 11 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Kita Tidak Makan Gula Sama Sekali?

Manisnya rasa gula sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak makan gula sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 7 November 2018 . Waktu baca 10 menit

Hati-hati, Ini 4 Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul Akibat Gula Rafinasi

Ada beragam jenis gula, salah satunya gula rafinasi yang memiliki tekstur lebih lembut. Namun hati-hati, ada bahayanya jika konsumsinya di luar batas.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Diabetes, Health Centers 4 November 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan indeks glikemik tinggi insomnia

Makanan dengan Kadar Indeks Glikemik Tinggi Bisa Picu Insomnia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
anak makan buah

Walaupun Sehat, Seberapa Banyak Anak Boleh Makan Buah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
sirup jagung glukosa fruktosa

Apa Bedanya Sirup Jagung, Sirup Glukosa, dan Sirup Fruktosa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 1 November 2019 . Waktu baca 4 menit
efek pemanis buatan

4 Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit