home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Manfaat Daun Bawang untuk Tubuh, Termasuk Menjaga Jantung Sehat

8 Manfaat Daun Bawang untuk Tubuh, Termasuk Menjaga Jantung Sehat

Bagi Anda yang gemar makan martabak telur, pasti sudah tidak asing dengan salah satu bahan adonannya, yaitu daun bawang. Tak hanya itu saja, daun bawang juga sering kali menjadi salah satu bahan yang penting untuk berbagai masakan karena dapat menambah cita rasa. Nah, ternyata daun bawang memiliki segudang nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Simak yuk apa saja kandungan dan manfaat kesehatan dari daun bawang di bawah ini!

Kandungan gizi pada daun bawang

Berikut ini adalah kandungan nutrisi yang bisa ditemukan dalam 100 gram daun bawang:

  • Air: 89.83 gram (g)
  • Protein: 1.83 g
  • Lemak total: 0.19 g
  • Karbohidrat: 7.34 g
  • Serat: 2.6 g
  • Kalsium: 72 miligram (mg)
  • Zat besi: 1.48 mg
  • Magnesium: 20 mg
  • Fosfor: 37 mg
  • Kalium: 276 mg
  • Natrium: 16 mg
  • Seng: 0.39 mg
  • Tembaga: 0.083 mg
  • Mangan: 0.16 mg
  • Asam askorbat (Vitamin C): 18.8 mg
  • Thiamin (Vitamin B1): 0.055 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0.08 mg
  • Niasin (Vitamin B3): 0.525 mg
  • Asam pantotenat (Vitamin B5): 0.075 mg
  • Vitamin B6: 0.061 mg
  • Vitamin A: 50 µg

Manfaat kesehatan dari daun bawang

Dari berbagai kandungan gizi tersebut, ada banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi daun bawang, seperti berikut:

1. Menurunkan kadar kolesterol

Daun bawang memiliki kandungan serat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Hal ini juga terbukti dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 lalu.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa kadar kolesterol LDL bisa turun jika Anda rutin mengonsumsi makanan berserat, salah satunya adalah daun bawang.

Bahkan, tak hanya itu, penggunaan daun bawang juga bisa membantu Anda mengurangi dosis penggunaan obat-obatan statin beserta efek samping penggunaannya.

2. Menjaga kesehatan jantung

Daun bawang memiliki kandungan mineral yang ternyata memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan jantung. Ya, kandungan kalium, magnesium, dan kalsium dalam daun bawang ternyata dapat menjaga tekanan darah yang dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.

Tak hanya itu, kadar kalium yang memadai pada tubuh juga penting dalam membantu perpindahan sinyal listrik pada sistem saraf dan jantung.

Tak heran jika rutin mengonsumsi makanan tinggi kalium seperti daun bawang dapat melindungi Anda dari masalah detak jantung yang tidak beraturan.

3. Mengontrol kadar gula darah

Daun bawang memiliki kandungan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan memiliki manfaat dalam mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Bila terjadi terus menerus, gula darah tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya stres oksidatif.

Stres oksidatif adalah kondisi saat tubuh tidak mampu melawan zat beracun, seperti radikal bebas, yang dapat mendorong perkembangan dari penyakit diabetes itu sendiri.

Oleh sebab itu, mengonsumsi daun bawang yang kaya akan antioksidan dapat membantu Anda mencegah radikal bebas sekaligus mengontrol kadar gula dalam darah atau diabetes.

4. Mencegah kanker

Kandungan quercetin dan flavonoid yang terdapat pada daun bawang memiliki manfaat untuk mencegah kanker. Dukungan terhadap pernyataan ini juga melalui sebuah penelitan Curtin University pada tahun 2017.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa quercetin dan flavonoid yang terdapat pada daun bawang memiliki sifat anti-inflamasi, antimikroba, dan antikanker sehingga dapat membantu tubuh melawan pembentukan sel kanker.

Dalam prakteknya, penggunaan ekstrak daun bawang dianggap memiliki efektivitas yang lebih tinggi, jika Anda ingin menggunakannya sebagai salah satu upaya pencegahan kanker.

5. Mencegah peradangan

Selain membantu melawan kanker, ternyata kandungan quercetin yang terdapat pada daun bawang juga memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya peradangan atau inflamasi.

Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 menyatakan bahwa quercetin memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Di samping itu, kandungan vitamin C yang juga terdapat di dalam daun bawang memberikan manfaat sebagai antioksidan yang berperan aktif dalam memerangi peradangan.

6. Meningkatkan kepadatan tulang

Percaya atau tidak, kandungan antioksidan yang terdapat pada daun bawang memberikan manfaat dalam meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, flavonoid yang terdapat dalam daun bawang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tulang secara menyeluruh.

Hal tersebut juga dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition in Gerontology and Geriatrics yang dilakukan pada tahun 2014 lalu.

Bahkan, penelitian tersebut menyatakan bahwa flavonoid memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesehatan tulang, jika dibandingkan dengan vitamin D dan kalsium.

7. Menjaga kesehatan mata

Daun bawang juga mengandung vitamin A yang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan mata. Menurut American Optometric Association, vitamin A dapat membantu memperlambat progres perkembangan penyakit miopi atau rabun jauh, khususnya pada remaja dan anak muda.

Selain itu, kandungan lain dalam daun bawang, yaitu vitamin C, juga memberikan manfaat untuk mencegah kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan katarak. Oleh sebab itu, mengonsumsi daun bawang secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan mata.

6 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Mata, Selain Wortel

8. Mencegah gangguan pencernaan

Salah satu gangguan pencernaan yang mungkin Anda alami adalah sembelit atau konstipasi. Nah, serat merupakan salah satu nutrisi yang dapat membantu Anda melancarkan pencernaan kembali.

Daun bawang memiliki kandungan serat yang melimpah, sehingga mengonsumsinya dapat memberikan manfaat dalam mencegah gangguan pencernaan, salah satunya sembelit.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Onions, spring or scallions, (include tops and bulbs), raw. Retrieved 11 February 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170005/nutrients

Soliman G. A. (2019). Dietary Fiber, Atherosclerosis, and Cardiovascular Disease. Nutrients, 11(5), 1155. https://doi.org/10.3390/nu11051155

Aslam, Z. and Akhtar, S. and Imran, M. and Nadeem, M. and Gilani, S. and Elnashar, M. and Ahmed, E. 2017. Antioxidant Activity, Anti-Inflammatory Activities, Anti-Cancer and Chemical Composition of Spring Onion (Allium Fistolisum) Extracts. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. 8 (2): pp. 1880-1890. http://hdl.handle.net/20.500.11937/60596

Constipation, Retrieved 11 February 2021, from https://www.ucsfhealth.org/education/constipation

Spring onions. Retrieved 11 February 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ingredientsprofiles/Spring-onions

Bajaj, S., & Khan, A. (2012). Antioxidants and diabetes. Indian journal of endocrinology and metabolism, 16(Suppl 2), S267–S271. https://doi.org/10.4103/2230-8210.104057

Key mineral to help control blood pressure. Retrieved 11 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/key-minerals-to-help-control-blood-pressure

Chen, S., Jiang, H., Wu, X., & Fang, J. (2016). Therapeutic Effects of Quercetin on Inflammation, Obesity, and Type 2 Diabetes. Mediators of inflammation, 2016, 9340637. https://doi.org/10.1155/2016/9340637

Salehi, B., Machin, L., Monzote, L., Sharifi-Rad, J., Ezzat, S. M., Salem, M. A., Merghany, R. M., El Mahdy, N. M., Kılıç, C. S., Sytar, O., Sharifi-Rad, M., Sharopov, F., Martins, N., Martorell, M., & Cho, W. C. (2020). Therapeutic Potential of Quercetin: New Insights and Perspectives for Human Health. ACS omega, 5(20), 11849–11872. https://doi.org/10.1021/acsomega.0c01818

Weaver, C. M., Alekel, D. L., Ward, W. E., & Ronis, M. J. (2012). Flavonoid intake and bone health. Journal of nutrition in gerontology and geriatrics, 31(3), 239–253. https://doi.org/10.1080/21551197.2012.698220

Law, Y. Y., Chiu, H. F., Lee, H. H., Shen, Y. C., Venkatakrishnan, K., & Wang, C. K. (2016). Consumption of onion juice modulates oxidative stress and attenuates the risk of bone disorders in middle-aged and post-menopausal healthy subjects. Food & function, 7(2), 902–912. https://doi.org/10.1039/c5fo01251a

Vitamin A beneficial for eyes, just not for preventing myopia. Retrieved 11 February 2021, from https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/health-and-wellness/vitamin-a-good-for-the-eyes?sso=y

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 10/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x