9 Penyebab Kencing Berdarah yang Harus Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pernahkah Anda mengalami kencing berdarah? Kencing berdarah tidak bisa Anda sepelekan, lho. Kencing berdarah bisa menjadi pertanda adanya masalah pada saluran kencing, ginjal, atau prostat Anda. Anda perlu mengetahui apa penyebabnya agar mengetahui cara pengobatan yang tepat.

Hematuria atau biasa disebut orang Indonesia sebagai kencing berdarah adalah kondisi ketika urine mengandung sel darah merah. Urine menjadi berwarna pink, merah, atau merah gelap yang agak kecokelatan. Urine normal tidak akan mengandung sel darah sama sekali. Biasanya Anda tidak merasakan sakit, namun pada beberapa kasus, keluarnya kencing Anda bisa sangat sakit.

Seperti yang telah Anda ketahui, warna urine memang bisa berubah-ubah. Makanan tertentu yang warnanya pekat, kecukupan air putih, dan olahraga bisa merubah warna urine untuk sementara. Biasanya ini akan hilang dalam beberapa hari.

Selain itu, perubahan warna urin biasa disebabkan oleh obat-obatan seperti pencahar dan beberapa antibiotik seperti nitrofurantoin dan rifampicin.

Sering kali kencing berdarah akan muncul secara tiba-tiba tanpa ada tanda atau gejala lain sebelumnya. Bahkan, darah pada urine Anda bisa jadi tidak akan terlihat dengan mata telanjang. Sel darah baru akan terlihat dengan tes di laboratorium. Ini yang disebut dengan hematuria mikroskopik.

Kapan saya harus segera memeriksakan kencing berdarah ke dokter?

Anda perlu menemui dokter segera setelah Anda menyadari ada darah pada urine Anda. Apalagi jika Anda ingat bahwa Anda tidak menyantap makanan atau menggunakan obat-obatan yang merubah warna urine yang telah disebutkan di atas. Bisa jadi ada yang bermasalah dengan jaringan atau organ di sekitar salurah urin Anda.

Penyebab kencing berdarah yang perlu anda ketahui

Ada beberapa penyebab kencing berdarah. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

1. Infeksi kantung kemih

Cystitis akut atau yang biasa disebut dengan infeksi kantung kemih akan membuat penderitanya sakit ketika sedang mengeluarkan urin. Ini terjadi pada usia dewasa. Namun pada bayi atau anak-anak, infeksi ini bisa saja terjadi. Basanya bayi atau anak-anak akan mendapatkan demam, rasa sakit ketia sedang pipis dan terkadang rasa sakit pada perut bagian bawah

2. Infeksi ginjal

Pyelonephritis atau infeksi ginjal memiliki gejala demam dan menggigil. Terkadang Anda akan merasakan sakit pada punggung bagian bawah karena di sanalah letak ginjal Anda.

3. Peradangan pada saluran kemih

Urethritis atau peradangan pada saluran kemih (uretra) biasa disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti klamidia. Saluran ini menjadi jalan keluarnya urine dari kantung kemih. Penyakit ini bisa diikuti dengan rasa sakit ketika buang air kecil dan bau urine yang sangat menyengat.

4. Batu ginjal

Batu ginjal juga dapat menyebabkan kencing berdarah. Ketika batu ginjal keluar karena terdorong urine, bisa jadi Anda tidak akan merasa apa-apa. Anda tidak akan sadar sampai batu menghambat keluarnya urine.

Namun, keluarnya batu ginjal juga bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa di sekitar perut bagian bawah dan panggul. Ini bisa menyebabkan keluarnya darah yang terlihat ataupun darah yang jumlahnya sedikit dan tidak dapat dilihat kasat mata.

5. Glumerulonefritis

Glumerulonefritis atau pendarahan pada glomerulus bisa menyebabkan kencing Anda keluar darah. Glomerulus merupakan jaringan kapiler penyususun ginjal yang berfungsi sebagai penyaring pertama dalam proses pembuatan urine.

6. Pembengkakan kelenjar prostat

Pembengkakan kelenjar prostat biasa terjadi pada laki-laki yang telah berusia lanjut. Gejala yang biasa mengikuti adalah keinginan sering buang air kecil namun kesulitan ketika akan membuangnya dan mengosongkan kandung kemih.

7. Kelainan karena penyakit

Beberapa kelainan pada darah seperti anemia sel sabit dan kelainan genetik seperti Alport syndrome yang menyerang membran penyaring di dalam kumpulan ujung saraf juga bisa menyebabkan kencing Anda keluar darahnya.

8. Kecelakaan dan olahraga yang terlalu keras

Kecelakaan atau olahraga yang teralu keras bisa menyebabkan cedera pada ginjal. Ketika ginjal terluka, darahnya bisa juga terbawa keluar lewat urin.

9. Konsumsi obat-obatan

Obat anti kanker seperti cyclophosphamide dan penicilin juga bisa menyebabkan urin berdarah. Darah yang kelihatan dari urin bisa terjadi jika Anda minum obat aspirin atau heparin yang bisa menyebabkan penggumpalan atau pengentalan darah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca