5 Hal yang Menandakan Anda Terjebak Dalam Toxic Relationship

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tidak semua hubungan asmara berlangsung bahagia. Namun, tidak semua orang yang terlibat juga menyadari kalau hubungan tersebut tidak bahagia. Cukup banyak orang yang tidak menyadari mereka telah terjerat dan sulit keluar dari toxic relationship. Sesuai dengan namanya, toxic relationship “meracuni” kesejahteraan fisik dan mental Anda diam-diam. Anda perlu mengenali tanda apa saja yang muncul dari toxic relationship agar bisa segera melepaskan diri.

Tanda Anda terjebak dalam toxic relationship

pasangan mengancam putus

Menurut Lilian Glass, seorang ahli komunikasi dan psikologi di California, hubungan asmara dikatakan toxic ketika kedua pihak tidak saling mendukung, tidak saling menghormati, dan juga tidak memiliki kebersamaan.

Ketika ada konflik, salah satu pasangan justru berusaha untuk merusak atau merendahkan pasangannya. Hubungan ini sangat beracun karena bisa menguras tenaga dan pikiran, terutama yang menjadi korbannya.

Ketika seseorang berada dalam toxic relationship, ada berbagai tanda yang biasanya muncul dan bisa dikenali seperti:

1. Merasa gagal jadi diri sendiri

Tanda pertama yang bisa dikenali ketika seseorang berada dalam toxic relationship adalah tidak menjadi diri sendiri. Anda sulit menjadi dan menerima diri sendiri akibat terus-terusan dibombardir kritikan pedas oleh pasangan yang merusak kepercayaan dan harga diri.

Anda bahkan tidak merasa bisa untuk berbicara atau terbuka padanya. Anda yang dulu bahagia dan penuh energi sekarang justru lebih banyak diam dan cepat pasrah.

Jika saat ini Anda sedang mengalami hal ini, coba telaah kembali. Hubungan yang sehat adalah yang saling mendukung, membahagiakan, dan tentu saja membuat Anda bebas menjadi diri sendiri.

2. Tidak pernah bisa berkomunikasi dengan baik

Setiap konflik dan perdebatan yang ada dalam hubungan idealnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Sekarang coba ingat-ingat, apakah Anda dan pasangan melakukan hal itu? Jika pasangan justru tak ingin membahasnya hingga melakukan kekerasan emosional, Anda perlu hati-hati.

Apabila untuk hal sepele dan remeh pasangan meluapkannya dengan cara yang kasar, sebaiknya pikirkan kembali kualitas hubungan Anda. Pasalnya, komunikasi dan negosiasi menjadi aspek penting dalam sebuah hubungan.

3. Selalu dikendalikan oleh pasangan

Salah satu tanda utama dari toxic relationship yaitu ketika salah satu pasangan sangat mengendalikan atau suka mengatur.

Anda bahkan tak bisa lagi leluasa bergaul dengan teman, keluarga, dan siapa pun orang yang ditemui selain pasangan. Bahkan, pasangan bisa sampai membuat daftar hal apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan.

Meski terlihat jelas, sayangnya banyak yang tak sadar bahwa dirinya telah dikendalikan dan masuk dalam jeratan toxic relationship.

Banyak yang menganggap bahwa pasangannya melakukan hal ini karena terlalu cinta. Padahal, tidak ada cinta yang diwujudkan dengan cara mengendalikan Anda secara tidak sehat.

4. Sulit untuk berkembang

Sudah menjadi hak setiap orang untuk tumbuh dan belajar setiap hari. Dalam hubungan yang sehat, pasangan biasanya akan mendukung dan mendorong Anda untuk menunjukkan sisi terbaik dalam diri.

Sayangnya dalam toxic relationship, tanda yang muncul justru sebaliknya. Menurut seorang psikolog asal Amerika Serikat, Gregory Kushnick, perkembangan diri Anda dan keinginan untuk belajar justru dipandang sebagai ancaman.

Sebagai contoh, ketika Anda mengutarakan keinginan untuk les masak pasangan justru meremehkan. Misalnya dengan mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah bisa meski belajar bertahun-tahun.

Padahal pasangan yang baik adalah yang menyemangati dan mendukung selama hal itu baik untuk Anda ke depannya.

5. Orangtua dan teman tidak menyetujui hubungan Anda

Ketika seseorang dimabuk asmara sering kali logikanya tertutup oleh perasaan. Perasaan yang begitu besar membuat seseorang selalu memaklumi semua kesalahan yang dilakukan pasangannya tanpa perlu diperbaiki.

Ketika Anda tidak bisa melihat hal ini sebagai hal yang kurang sehat, orangtua dan teman terdekat biasanya mampu melihatnya. Orang-orang di luar hubungan Anda biasanya dapat melihat dan menilai tanda toxic relationship yang tidak disadari.

Jika orangtua atau teman terdekat pernah mengkritik hubungan Anda hingga tak merestuinya, coba pikirkan baik-baik. Jangan justru bersikap defensif atau menolak mentah-mentah apa yang mereka katakan.

Mereka melakukan hal itu karena menyadari tanda bahayanya dan menyayangi Anda. Setelah “dibangunkan” oleh orang sekitar, kini saatnya Anda mendengarkan kata hati untuk menilai apakah hubungan ini layak diteruskan atau tidak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca