Morning-After Pill, Kontrasepsi Darurat Pencegah Kehamilan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kontrasepsi darurat adalah cara untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seks yang tidak menggunakan pengaman. Sering disebut sebagai morning-after pill, pil ini mengandung hormon yang dapat dikonsumsi wanita setelah melakukan hubungan seks. Apa saja yang perlu diketahui tentang kontrasepsi darurat dan bagaimana cara kerjanya?

Mengenal morning-after pill sebagai kontrasepsi darurat

efek samping kontrasepsi darurat

Morning-after pill adalah kontrasepsi darurat (kondar) yang dibutuhkan wanita untuk mencegah kehamilan. Ini adalah bentuk alat kontrasepsi yang digunakan setelah melakukan hubungan seks.

Anda bisa menggunakan kontrasepsi darurat karena lupa menggunakan kondom saat berhubungan seks, kondom rusak saat berhubungan seks, Anda lupa untuk menggunakan metode KB biasa, atau Anda dipaksa melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Ada dua jenis morning-after pill yang paling sering digunakan sebagai kontrasepsi darurat, yaitu levonelle dan EllaOne. Morning-after pill tidak sama dengan obat aborsi dan tidak akan mengakhiri kehamilan yang sudah terjadi. Pil ini hanya dapat mengurangi risiko kehamilan setelah berhubungan seks.

Bagaimana cara kerja kontrasepsi darurat?

Hormon seperti Levonorgestrel progesterone diberikan dalam dosis tinggi untuk mencegah kehamilan. Cara kerja kontrasepsi ini adalah dengan menunda ovulasi (pelepasan sel telur wanita selama siklus bulanan). Pil ini juga dapat mengganggu proses pembuahan dapat mencegah perlekatan telur yang sudah dibuahi ke dinding rahim.

Tak hanya itu, alat kontrasepsi jenis ini juga dapat mengentalkan lendir serviks, sehingga sperma yang masuk ke dalam vagina akan terperangkap dan tidak bisa bertemu dengan sel telur.

Jenis kontrasepsi ini paling efektif ketika dikonsumsi secepat mungkin setelah berhubungan. Pil ini berfungsi paling baik jika diminum maksimal 72 jam pertama setelah hubungan seks tanpa menggunakan pengaman.

Seberapa efektifkah obat kontrasepsi darurat?

Efektivitas Morning-after pill sebagai kontrasepsi darurat dalam mencegah kehamilan, tergantung pada jenis mana yang digunakan.

Tingkat keberhasilannya ketika pil dikonsumsi 72 jam setelah berhubungan seksual adalah 89% dan ketika dikonsumsi dalam 24 jam setelah berhubungan seksual adalah 95%.

Ditemukan hanya 1 atau 2 dari 100 wanita yang akan mengalami kehamilan setelah mengonsumsi pil jenis ini dalam kurun waktu 72 jam. Efektivitas ini tetap berlaku meski Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

Keampuhannya akan menurun seiring berjalannya waktu. Namun, Anda perlu memahami bahwa efektivitas pil ini tidak sepadan dengan pil KB yang rutin diminum. Untuk itu, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan ini. Hanya gunakan di saat darurat saja ketika terpaksa.

Hanya saja, kontrasepsi darurat tidak mencegah semua kehamilan, seorang wanita harus berkonsultasi dengan dokternya jika ia tidak mendapat haid setelah meminum pil ini.

Sementara itu, pil EllaOne mengandung ulipristal asetat, 85 persen efektif ketika diminum kurang dari lima hari setelah hubungan seksual tanpa kondom dan efektifitasnya tetap sama selama jangka waktu tersebut. Jika Anda meminum kurang dari 3 hari akan lebih efektif dibandingkan pil levonelle.

Oleh karena itu, semakin cepat Anda minum pil ini, maka penggunaannya semakin efektif. Namun, Anda harus ingat bahwa efektivitas dari alat kontrasepsi darurat ini hanya baik saat memang digunakan di waktu darurat. Sementara, dibandingkan pil KB biasa, efektivitasnya masih belum sepadan.

Jadi, jika Anda ingin menggunakannya untuk jangka panjang, mungkin pil KB biasa adalah alternatif yang lebih baik.

Jenis-jenis pil kontrasepsi darurat

Ada beberapa jenis pil yang umumnya dikonsumsi, yaitu:

1. Pil kombinasi dosis tinggi

Pil kontrasepsi darurat ini mengandung 0.05 miligram (mg) etinil-estradiol dan 0.25 miligram levo-norgestrel. Jika Anda ingin menggunakan pil kombinasi ini, minum dengan dosis 2 tablet minimum sebanyak dua kali dalam sehari.

Waktu penggunaan kontrasepsi ini adalah tiga hari setelah berhubungan seks. Jarak antara penggunaan obat ini dengan dosis berikutnya adalah 12 jam.

2. Pil kombinasi dosis rendah

Ada juga jenis morning-after pill yang bisa Anda konsumsi yaitu pil dengan komposisi 0.03 miligram etinil-estradiol dan 0.15 miligram levo-norgestrel.

Untuk penggunaannya, Anda bisa menggunakan dosis 2×4 tablet. Artinya, minum 4 tablet dalam satu kali minum dan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Konsumsi obat ini dalam waktu tiga hari setelah melakukan hubungan intim. Beri jarak 12 jam antara dosis pertama dan dosis kedua setiap harinya.

3. Progestin

Obat lain yang juga bisa menjadi kontrasepsi darurat adalah 1.5 miligram levo-norgestrel. Obat ini dapat Anda minum sebanyak satu tablet dan diminum sebanyak dua kali dalam sehari.

Sama halnya dengan obat kontrasepsi lain, obat ini digunakan dalam waktu tiga hari setelah berhubungan seksual. Jangan lupa untuk memberi jarak antara dosis pertama dan dosis kedua selama 12 jam.

Efek samping pil kontrasepsi darurat

Banyak wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi darurat mengalami efek samping seperti mual, muntah, nyeri payudara, pusing, kepala berputar, dan kelelahan.

Beberapa efek samping biasanya jarang terjadi, dan kebanyakan bertahan dalam 1 hingga 2 hari. Siklus menstruasi seorang wanita mungkin dapat menjadi tidak teratur setelah mengonsumsi kontrasepsi darurat.

Pil kontrasepsi darurat sebaiknya digunakan saat diperlukan

KB darurat morning after pill
Sumber: SELF

Kontrasepsi darurat tidak disarankan sebagai dikonsumsi secara rutin. Pil ini sebaiknya digunakan hanya untuk tujuan darurat.

Jika ada pasangan yang melakukan hubungan seks dan kondom yang digunakan kemudian rusak atau terlepas, atau jika seorang wanita lupa mengonsumsi pil KB-nya selama 2 hari berturut-turut, ia dapat mempertimbangkan untuk menggunakan pil jenis ini.

Pil ini juga tersedia untuk wanita yang dipaksa untuk melakukan hubungan seks yang tidak terproteksi (pemerkosaan). Namun, tidak disarankan untuk wanita yang mengetahui bahwa dirinya hamil.

Perlu diingat, pil jenis ini tidak efektif dalam mencegah kehamilan, jika diminum sebelum melakukan hubungan seks. Pil kontrasepsi ini bekerja dengan menunda ovulasi (pelepasan telur).

Jika pembuahan dan implantasi telah terjadi, levonorgestrel tidak akan mencegah kehamilan. Sementara, ulipristal asetat bekerja dengan menunda ovulasi dan dapat membantu mencegah implantasi.

Selain itu, efektivitas pil ini tidak sama dengan pil KB yang rutin diminum. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan pil ini. Gunakan pada saat darurat atau terpaksa saja.

Juga, Anda perlu konsultasi dengan dokter jika tidak mengalami haid setelah minum pil kontrasepsi darurat. Hal ini disebabkan, pil ini tidak mencegah semua kehamilan. Selain itu, pil ini juga tidak dapat mencegah penyakit menular seksual, sehingga Anda tetap memerlukan kondom jika takut tertular penyakit menular seksual.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 5, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca