Wanita Gemuk Mungkin Alami Efek Samping KB Darurat (Morning After Pill) yang Berbeda Dengan Wanita Kurus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pil KB darurat, sering disebut morning after pill, adalah pil hormon yang dapat diminum wanita untuk mencegah kehamilan. Pil ini berfungsi paling baik jika diminum maksimal 72 jam pertama setelah berhubungan seks tanpa kondom. Efek samping morning after pill sebetulnya tak jauh berbeda dengan pil KB biasa, tapi ternyata ada beberapa perbedaan yang mungkin muncul pada wanita gemuk dan kurus.

Ketahui dulu efek samping morning after pill yang umum

Efek samping morning after pill yang paling umum dapat meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Nyeri payudara
  • Sakit perut
  • Kelelahan

Baik yang gemuk dan kurus sama-sama bisa mengalami efek samping morning after pill. Namun memang, efek samping yang umum seperti di atas lebih banyak dialami oleh wanita dengan berat badan normal atau yang kurus.

Apa bedanya pada wanita gemuk dan wanita kurus?

Jika digali lebih dalam lagi, yang sebenarnya membedakan antara wanita gemuk dan wanita kurus adalah efek keampuhan obatnya. Pil KB darurat dilaporkan cenderung kurang manjur mencegah kehamilan pada wanita gemuk, terutama yang nilai skor BMI-nya mencapai sekitar 26 atau bahkan lebih (artinya kecenderungan obesitas).

Laporan tersebut disimpulkan oleh sebuah penelitian terbitan jurnal Contraception, seperti dikutip dari NHS Inggris.

kontrasepsi darurat, morning-after pill

Kenapa begitu?

Morning-after pill mengandung levonorgestrel, bentuk sintetis dari progesteron alami wanita. Levonorgestrel juga terkandung dalam pil KB mini atau progestin-only pill.

Pada wanita yang berat badannya normal atau kurus, levonorgestrel bekerja efektif menghambat pelepasan hormon LH untuk mencegah ovulasi. Namun, para ahli menemukan bahwa kandungan levonorgestrel ini justru lebih cepat larut dalam aliran darah wanita yang bertubuh gemuk. Ini mengakibatkan kadar levonorgestrel hanya tersisa sekitar 50 persen dalam darah.

Menurut Tara Jatlaoui, M.D yang merupakan dokter spesialis kesehatan reproduksi wanita, hal ini membuat efek pil KB darurat jadi kurang efektif sehingga meningkatkan risiko kehamilan. Karena itulah banyak wanita gemuk yang memilih untuk minum melebihi dosis. Mereka biasanya akan minum dua pil sekaligus agar bisa efektif mencegah kehamilan.

Yang perlu dipahami, semakin tinggi dosis yang diterima tubuh daripada semestinya, risiko intensitas kemunculan efek samping obat bisa lebih kuat. Jadi mungkin saja, wanita gemuk yang minum KB darurat lebih dari 1 pil dapat mengalami efek mual-muntah hingga kelelahan yang lebih parah daripada wanita kurus.

Bukan cuma itu, lho!

Kebanyakan minum pil KB berisiko overdosis

Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi dosis obat dari yang seharusnya (jenis apa pun itu, termasuk juga pil KB) dalam satu waktu sekaligus, Anda bisa mengalami tanda-tanda overdosis yang meliputi muntah, mual, hingga perdarahan vagina yang tidak wajar.

Namun memang, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menemukan efek samping morning-after pill yang lebih konkret pada wanita gemuk. Jika Anda berpikir bahwa Anda mungkin mengalami overdosis obat, segera cari pertolongan medis.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan untuk mencari kontrasepsi yang lebih tepat dan aman jika Anda cenderung bertubuh gemuk, guna menghindari risiko overdosis. Cara lainnya, Anda dapat memasang IUD berlapis tembaga lima hari setelah berhubungan seks tanpa kondom guna mencegah kehamilan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit