Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang KB Suntik 3 Bulan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 9, 2020
Bagikan sekarang

Suntik KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang banyak diminati. Ada beberapa jenis suntik KB yang biasanya  dibedakan berdasarkan waktu suntiknya. Saat ini tersedia KB suntik 3 bulan dan KB suntik 1 bulan. Pemilihan KB suntik 3 bulan umumnya dipilih karena dianggap praktis, karena tidak perlu bolak-balik setiap bulan untuk memperoleh suntik KB. Simak penjelasannya lebih lanjut dalam artikel berikut ini.

Cara kerja KB suntik 3 bulan mencegah kehamilan

Salah satu merek KB suntik 3 bulan yang paling banyak dikenal adalah Depo Provera. Setiap suntikan dari KB suntik ini mengeluarkan hormon progestin, medroxyprogesterone, dan hormon tersebut bertahan selama 12 minggu.

Jika Anda ingin menggunakan metode ini sebagai metode kontrasepsi, Anda harus melakukan suntik KB setiap 3 bulan sekali. KB ini bekerja dengan cara mengentalkan lendir serviks sehingga sel sperma sulit berenang di dalam rahim. Dengan begitu, sel sperma tidak bisa membuahi sel telur dan menghentikan ovulasi.

KB suntik ini tergolong sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Bahkan, Depo Provera, salah satu merek KB suntik ini telah disetujui oleh Food and Drugs Administration atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Namun, Anda harus memahami bahwa penggunaan KB suntik tidak bisa melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Artinya, jika Anda ingin terhindar dari penularan penyakit kelamin saat berhubungan seksual, Anda tetap harus menggunakan kondom.

Cara tepat menggunakan KB suntik 3 bulan

Sesuai dengan namanya, suntik KB 3 bulan hanya bisa bekerja secara efektif hanya jika digunakan setiap 12 minggu sekali. Dengan begitu, setidaknya Anda harus mendapatkan suntik KB empat kali dalam setahun.

Anda boleh memulai penggunaan KB suntik ini kapan pun yang Anda inginkan. Anda akan langsung mendapatkan perlindungan dari kehamilan jika mendapatkan suntik KB pertama saat:

  • tujuh hari pertama setelah menstruasi berhenti.
  • tujuh hari pertama setelah keguguran atau aborsi.
  • tiga minggu pertama setelah melahirkan.

Jika Anda tidak mendapatkan suntik KB ini tidak pada saat-saat yang telah disebutkan di atas, Anda harus menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan di minggu pertama penggunaan. Selama Anda mendapatkan suntikan berikutnya tepat waktu, Anda tidak membutuhkan alat kontrasepsi cadangan lagi setelahnya.

Apa yang harus dilakukan jika lupa KB suntik tepat waktu?

Sama halnya dengan penggunaan KB suntik lainnya, Anda juga bisa lupa mendapatkan suntik KB 3 bulan ini. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan? Hal ini tentu bergantung pada seberapa lama Anda melupakannya. Pasalnya, seberapa Anda lupa menunjukkan seberapa terlambatnya Anda mendapatkan suntikan ini.

Anda masih bisa mendapatkan suntik KB ini jika jangka waktu terlambat Anda masih dalam kurun waktu 10 minggu dari waktu terakhir Anda suntik. Namun, jika Anda sudah terlambat lebih dari 15 minggu dari waktu tersebut, Anda mungkin membutuhkan kontrasepsi cadangan. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan kondom. Khususnya pada minggu pertama setelah Anda mendapatkan suntik yang baru.

Maka itu, jika Anda melakukan penetrasi dengan pasangan tanpa menggunakan kondom setelah terlambat suntik KB lebih dari 15 minggu, Anda mungkin perlu menggunakan kontrasepsi darurat setelah bercinta. Anda juga disarankan melakukan tes kehamilan di rumah sebelum mendapatkan suntik KB yang berikutnya.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda mengingat-ingat jadwal suntik Anda agar tidak lupa dan terlambat mendapatkan suntikan KB ini.

Manfaat menggunakan KB suntik 3 bulan

Ada beberapa manfaat dari menggunakan KB suntik ini yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

1. Efektif

Menurut Planned Parenthood, KB suntik 3 bulan adalah metode kontrasepsi yang tergolong efektif mencegah kehamilan. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, KB suntik ini hanya akan efektif selama 3 bulan, dan Anda harus mendapatkan suntikan berikutnya tepat waktu.

2. Mudah dan cepat

KB suntik ini tentu tergolong cepat dan mudah. Pasalnya, Anda hanya perlu mengingat untuk menggunakannya sebanyak empat kali dalam setahun. Di samping itu, jika Anda menggunakan KB suntik ini, Anda tidak perlu repot minum pil KB setiap hari, atau memakainya saat berhubungan seks.

Bahkan, jika dokter mengizinkan, Anda bisa melakukan suntik KB ini secara mandiri di rumah. Tentu sangat mudah, bukan?

3. Tidak bersifat permanen

Berbeda dengan metode sterilisasi, suntik KB tidak bersifat permanen. Maka itu, penggunaannya yang hanya sementara ini tidak membuat Anda tidak bisa memiliki anak untuk selamanya. Anda pun bisa mengatur kapan waktu yang tepat bagi Anda untuk punya anak.

Artinya, jika setelah sekian lama menggunakan KB suntik lalu tiba-tiba berubah pikiran, Anda bisa berhenti menggunakannya dan memulai program hamil bersama pasangan.

4. Dapat mengurangi rasa nyeri karena menstruasi

KB suntik yang berlaku hingga 3 bulan juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri karena menstruasi. Bukan hanya itu, penggunaan KB ini juga bisa membantu perdarahan menjadi lebih ringan. Bahkan pada beberapa wanita, menstruasi akan berhenti selama menggunakan metode kontrasepsi yang efektif ini.

Namun, bukan berarti Anda tidak akan menstruasi selamanya. Jika Anda berhenti menggunakan KB suntik, menstruasi Anda akan berlangsung kembali seperti semula.

Risiko menggunakan suntik KB 3 bulan

Selain manfaat, penggunaan suntik KB ini juga memiliki risiko tertentu yang mungkin Anda alami. Oleh karenanya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah suntik KB ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin Anda alami jika menggunakan suntik KB ini.

1. Butuh waktu agar subur kembali

Kesuburan Anda mungkin akan kembali lagi seperti sedia kala jika berhenti menggunakan suntik KB ini. Sayangnya, kesuburan itu tidak seketika kembali. Artinya, butuh beberapa lama hingga akhirnya kesuburan itu kembali seperti semula.

Biasanya, Anda harus menunggu hingga 10 bulan bahkan lebih hingga Anda kembali berovulasi dan menstruasi lagi setelah berhenti menggunakan suntik KB ini. Jika kamu ingin segera hamil setelah lepas KB, maka suntik KB jenis ini mungkin bukan metode kontrasepsi yang tepat untuk Anda.

2. Tidak mampu mencegah penyakit menular seksual

Suntik KB 3 bulan ini tidak bisa melindungi Anda dari penularan penyakit kelamin. Bahkan, ada kemungkinan penggunaan KB ini justru meningkatkan risiko Anda mengalami HIV atau klamidia. Namun, belum dapat ditemukan kebenaran sekaligus penyebab dari risiko tersebut.

Jika Anda ingin terhindar dari penyakit menular seksual, lebih baik Anda menggunakan kondom atau dental dam saat sedang berhubungan seks dengan pasangan Anda.

3. Kemungkinan tingkatkan risiko osteoporosis

Salah satu risiko lain yang juga mungkin akan Anda hadapi adalah osteoporosis. Kondisi ini paling mungkin terjadi pada remaja yang belum mencapai massa tulang ideal. Apalagi, masih belum diketahui dengan pasti apakah kondisi ini bisa kembali seperti semula saat Anda berhenti menggunakannya.

Maka itu, disarankan bagi Anda untuk kembali memikirkan dengan matang apakah penggunaan KB suntik 3 bulan ini sesuai dengan keinginan dan kondisi Anda. Di samping itu, Anda disarankan untuk tidak menggunakan KB suntik ini lebih dari dua tahun penggunaan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pertimbangan Penting Saat Berniat Ganti Alat Kontrasepsi

Berencana ganti alat kontrasepsi dengan jenis lain? Tunggu dulu. Coba pertimbangkan beberapa hal ini agar KB yang digunakan tetap sama efektifnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Kontrasepsi, Kehamilan Februari 28, 2019

Telat Suntik KB, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Sama seperti pil kb, suntik kb juga tidak luput dari telat dan kelupaan. Jika Anda telat suntik kb, apa yang harus dilakukan? Baca ulasannya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Kontrasepsi, Hidup Sehat Februari 21, 2019

5 Metode Kontrasepsi yang Paling Umum Digunakan

Lima jenis metode kontrasepsi ini umum digunakan bagi yang ingin mencegah atau menunda kehamilan. Apa saja? Temukan penjelasan lengkapnya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari

Kenapa Setelah KB Suntik Perut Jadi Kembung dan Mual?

Meski KB suntik efektif untuk mencegah kehamilan, tetap ada efek samping yang biasa dirasakan. Efek KB suntik yang paling umum yaitu mual dan kembung.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat Desember 4, 2018

Direkomendasikan untuk Anda

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 19, 2020
KB Suntik 1 Bulan, Apa Bedanya dengan KB Suntik Biasa?

KB Suntik 1 Bulan, Apa Bedanya dengan KB Suntik Biasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal tayang Maret 9, 2020
Belum Pernah Hamil, Amankah Bila Pakai KB Suntik?

Belum Pernah Hamil, Amankah Bila Pakai KB Suntik?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Januari 6, 2020
Berbagai Efek Samping KB Suntik yang Mungkin Terjadi

Berbagai Efek Samping KB Suntik yang Mungkin Terjadi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal tayang April 1, 2019