Exhibitionist, Suka Pamer Alat Kelamin di Depan Umum

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meski namanya mungkin masih asing di telinga Anda, ekshibisionisme adalah perilaku yang mungkin pernah Anda temui. Untuk memberi bayangan seperti apa seorang exhibitionist itu, mari simak ilustrasi berikut ini:

“Saat mereka sedang menunggu angkutan umum, mendadak seorang pengemudi ojek online memberhentikan motornya di depan mereka. Pengemudi ojek itu lalu membuka celananya hingga kelaminnya terlihat….” (Kutipan berita dari Kompas.com)

Pernahkah Anda berada pada kondisi seperti ini? Bayangkan rasa teror yang Anda rasakan, terutama jika Anda adalah seorang wanita. Nah, penyakit mental yang ditampilkan tersebut dikenal dengan nama eksibisionisme.

Apa itu exhibitionist?

Exhibitionist adalah orang yang senang memperlihatkan alat kelamin di depan umum atau orang yang tidak dikenal. Mungkin ini terdengar “sakit” bagi hampir semua orang, tapi untuk beberapa exhibitionist, hal ini adalah cara mereka untuk memberikan kesan kepada orang lain, menurut Stephen Hart, seorang psikolog forensik.

Ekshibisionisme adalah kelainan psikologis jenis parafilia, menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V. Sedangkan parafilia sendiri adalah hasrat seksual yang cenderung eksterem dan tidak biasa. Bagi para exhibitionist, menampilkan alat kelamin mereka di depan publik justru memberikan kenikmatan seksual tersendiri.

BACA JUGA: Mengapa Ada Orang yang Senang Berhubungan Seks dengan Binatang?

Pria, dibandingkan dengan wanita, lebih cenderung memiliki kelainan menampilkan alat kelaminnya. Menurut Match.com, salah satu situs kencan online yang mendunia, setidaknya 45% wanita pernah dikirimkan foto alat kelamin pria, atau yang lebih populer dikenal dengan dick pic, oleh calon teman kencannya. Namun, bukan hanya pria, wanita juga ternyata memiliki kecenderungan mengidap penyakit mental eksibisionisme ini, walaupun angkanya tidak sebanyak pria. Di Amerika Serikat, kecenderungan exhibitionist dalam satu populasi besar adalah 2-4%, lebih sedikit lagi angkanya untuk wanita. Dalam survei yang dilakukan di Swedia dengan jumlah responden sebanyak 2.450 orang, tingkat eksibisionime pada pria dibanding wanita adalah 4,1 untuk pria dan 2,1 untuk wanita.

Apa ciri dan tanda seorang exhibitionist?

Jika seseorang merasakan hasrat seksual yang tinggi untuk memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang yang tidak dikenal selama setidaknya enam bulan, dan hasrat tersebut telah diekspresikan dalam perilaku, hati-hati. Ini adalah kriteria seseorang mengidap eksibisionisme.

BACA JUGA: Apakah Saya Seorang Pedofil?

Sama juga dengan kriteria di atas, bagi orang yang merasakan hasrat seksual yang tinggi dengan memperlihatkan kelaminnya kepada orang yang tidak dikenal, namun tidak pernah memperlihatkan alat kelaminnya, bisa jadi orang tersebut tidak mengidap penyakit eksibisionisme. Semua bergantung lagi kepada penderita, jika penderita merasa cemas, obsesi, malu, atau bersalah, orang tersebut kemungkinan mengidap eksibisionisme. Tapi bagi orang yang tidak merasakan perasaan negatif tersebut, orang tersebut hanya didiagnosis dengan ketertarikan seksual eksibisionisme (maksudnya, orang tersebut tidak menderita penyakit eksibisionisme).

Apa penyebab seseorang jadi exhibitionist?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang bisa dikatakan sebagai exhibitionist. Faktor biologis akibat produksi hormon testosteron yang berlebih dapat membuat seorang pria memiliki tingkah laku seksual yang menyimpang. Selain itu, kekerasan secara emosional pada masa kanak-kanak dan disfungsi peran keluarga juga dapat menyebabkan penyakit mental ini. Anak yang mengalami ADHD pada masa kanak-kanak ternyata memiliki hubungan pada kehidupan dewasa yang menderita eksibisionisme, menurut penelitian dari Harvard University. Selain beberapa faktor di atas, masih banyak lagi faktor lain dan interaksi dari beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi exhibitionist.

BACA JUGA: Mengenal Tanda-Tanda Kekerasan Pada Anak

Bisakah eksibisionisme disembuhkan?

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk berusaha sembuh dari eksibisionisme adalah mencari pertolongan ke psikolog atau psikiater. Terapi psikologis dapat dilakukan untuk mengurangi munculnya perilaku ini. Selain itu, penggunaan obat seperti antidepresan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) dirasa perlu dikombinasikan dengan terapi psikologis ini. Beberapa psikiater mungkin akan menyarankan menggunakan obat antiandrogen, yaitu obat yang dapat menurunkan produksi hormon testosteron yang ada pada pria.

Bagaimana jika saya bertemu dengan exhibitionist yang sedang “beraksi”?

Menurut Stephen Hart, cara terbaik ketika bertemu dengan exhibitionist yang sedang beraksi adalah untuk pergi dari situasi tersebut secepat mungkin tanpa memberikan respon pada wajah. Jika exhibitionist mendekat, segera berlari lebih cepat dan berteriak minta tolong. Tapi jika ternyata Anda berhasil “ditangkap”, Anda dapat melakukan hal-hal yang dapat menghancurkan fantasi dari penderita, seperti kencing di celana, menurut Pamela Kulbarsh, seorang psikiater.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Delusi dan halusinasi sama-sama membuat orang melihat dan merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Tapi, yang mana yang merupakan gangguan mental?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Psikologi 01/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit