6 Efek Perceraian yang Tak Disangka Merugikan Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/07/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Perceraian bukan hanya memberikan efek terhadap keharmonisan keluarga, tapi juga kesehatan fisik dan mental masing-masing orang yang terlibat. Apa saja efek perceraian yang mungkin terjadi pada kesehatan?

Berbagai efek perceraian pada kesehatan yang paling umum

1. Perubahan berat badan drastis

Perceraian membuat stres, bahkan bisa depresi. Kedua kondisi ini dapat menjadi faktor penyebab berat badan bertambah tanpa disadari. Setiap orang memiliki respon stres yang berbeda, tapi pada umumnya makan berlebihan adalah pelampiasan emosi yang paling umum.

Bagi yang lain, rasa sedih, tak bergairah atau bad mood selama masa ini justru memberikan efek sebaliknya. Stres bisa membuat selera makan beberapa orang hilang. Perceraian membuat orang merasa putus asa sehingga membuat orang tidak bergairah, termasuk soal selera makan.

2. Risiko sindrom metabolik

Dilansir dalam laman Prevention, menjalani proses perceraian dapat meningkatkan risiko terhadap sindrom metabolik. Lagi-lagi, semua ini bersumber dari stres yang Anda alami.

Kadar hormon stres yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga meningkatkan cadangan lemak perut yang berbahaya.

Kondisi-kondisi itulah yang mengakibatkan seseorang memiliki risiko yang tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan diabetes melitus.

Sebuah penelitian dalam Archives of Internal Medicines menemukan bahwa wanita yang bercerai lebih mungkin mengalami sindrom metabolik daripada wanita yang pernikahannya baik-baik saja.

3. Gelisah

Stres perceraian bisa membuat seseorang mudah gelisah. Bukan hanya karena kewalahan mengurus proses dan segala birokrasinya, tapi juga karena Anda akan kehilangan partner dalam hidup juga menghadapi masa depan baru yang sama sekali tidak terduga.

Ditambah lagi, ada banyak ketidakpastian yang dirasakan yang membuat orang tersebut merasa tidak aman. Beberapa orang mungkin harus menghadapi situasi baru, seperti pindah rumah, mencari pekerjaan baru, bertahan hidup dengan kondisi ekonomi yang lebih sulit daripada sebelum bercerai.

Perubahan besar dalam hidup inilah yang kemudian memengaruhi kondisi psikologis seseorang menjadi lebih gelisah dan mudah cemas.

4. Depresi

Banyak orang yang mengaitkan perceraian dengan kegagalan dalam hidup. Berbagai emosi negatif yang Anda alami ini dapat bertahan hingga beberapa minggu, bulan, bahkan tahunan setelah bercerai yang mungkin bisa mengakibatkan depresi.

5. Insomnia

Pada beberapa kasus, perceraian juga bisa disertai dengan “efek samping” sulit tidur. Hal ini bisa memperparah stres, atau bahkan diperparah oleh stres, yang kemudian meningkatkan risiko depresi. Perceraian juga sering membuat orang-orang mengalami mimpi buruk.

6. Penyakit kardiovaskular

Journal of Marriage and Family melaporkan bahwa pria dan wanita paruh baya yang telah bercerai memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang masih menikah di usia yang sama.

Dalam kasus ini wanita lebih mudah mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan laki-laki, sebab ditemukan tingkat peradangan lebih banyak dialami wanita dibandingkan pria. Peradangan memiliki hubungan erat dengan kondisi stres.

Penelitian dalam jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes juga menemukan bahwa wanita yang mengalami perceraian memiliki risiko serangan jantung 24% lebih tinggi. Sementara itu, wanita yang pernah bercerai lebih dari satu kali mengalami peningkatan risiko serangan jantung hingga 77 persen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Sukses Co-Parenting, Merawat Anak Bersama Mantan Setelah Bercerai

Merawat anak setelah bercerai dengan mantan pasangan memang tidak mudah. Tapi, bukan berarti tidak mungkin, apalagi dengan adanya co-parenting.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 23/08/2019 . Waktu baca 8 menit

5 Kesalahan Dalam Pernikahan yang Menjadi Penyebab Perceraian

Konflik adalah hal yang wajar dalam pernikahan. Namun, ada beberapa kesalahan sepele yang bisa menjadi penyebab perceraian.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lebih Banyak Wanita yang Mengajukan Gugatan Cerai Daripada Pria?

membangun rumah tangga itu tidak mudah. Lantas, apa yang membuat wanita lebih dominan menuntut gugatan cerai ketimbang pria?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/01/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Kiat Jitu Menjaga Hubungan Baik dengan Mantan Suami Atau Istri

Meski sulit, Anda dan mantan istri harus tetap berusaha menjalin hubungan baik setelah bercerai. Apalagi jika memiliki buah hati usianya yang masih kecil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertimbangan sebelum memutuskan bercerai

4 Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan Sebelum Bercerai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit
waktu yang tepat untuk bercerai

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Bercerai dengan Pasangan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 11/01/2020 . Waktu baca 5 menit
memulai hubungan

Saatnya Move On! Ini 6 Tips Kembali Menjalin Asmara Setelah Bercerai

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/12/2019 . Waktu baca 4 menit
alasan takut menikah

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26/09/2019 . Waktu baca 4 menit