home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Konseling Pernikahan untuk Mengatasi Masalah Rumah Tangga Anda

Manfaat Konseling Pernikahan untuk Mengatasi Masalah Rumah Tangga Anda

Tidak selamanya pernikahan berjalan mulus. Ada kalanya, Anda akan menemui berbagai rintangan yang mungkin dapat menggoyahkan hubungan Anda dengan pasangan. Saat hubungan ini goyah, Anda mungkin akan mencari berbagai cara untuk menyelamatkan pernikahan Anda. Adapun salah satu cara yang bisa dipilih, yaitu konsultasi mengenai psikologi rumah tangga ke ahlinya atau disebut konseling pernikahan.

Lantas, apa sih sebenernya konseling pernikahan itu? Apakah cara ini benar-benar efektif untuk mengatasi permasalahan rumah tangga Anda? Simak informasi lengkapnya di sini.

Apa itu konseling pernikahan?

Konseling pernikahan atau perkawinan, sering juga disebut dengan terapi pasangan, adalah jenis psikoterapi khusus untuk pasangan yang sudah menikah. Jenis terapi ini dapat membantu pasangan suami istri dalam mengenali dan menyelesaikan konflik rumah tangga mereka.

Biasanya, konseling ini dilakukan oleh pasangan yang sedang mempertimbangkan perceraian atau yang mencari cara untuk meningkatkan keintiman. Dengan melakukan konseling ini, Anda dan pasangan dapat membuat keputusan yang bijak untuk membangun atau memperkuat kembali pernikahan Anda.

Sebagaimana psikoterapi pada umumnya, konseling perkawinan diberikan oleh terapis berlisensi, seperti psikolog atau psikiater. Namun, terapis yang dipilih biasanya yang sudah terlatih khusus menangani permasalahan rumah tangga dan keluarga, atau disebut juga dengan konselor pernikahan.

Meski demikian, tak seperti psikoterapi pada umumnya, konseling masalah suami istri seringkali bersifat jangka pendek. Mayo Clinic menyebut, konsultasi ini bisa dilakukan oleh kedua pasangan, tetapi bisa juga dilakukan sendirian. Adapun rencana perawatannya tergantung pada masalah dan kondisi dari masing-masing pasangan.

Kondisi yang memerlukan konseling pernikahan

infertilitas

Umumnya, setiap pasangan suami istri, baik yang baru maupun sudah lama, yang memiliki masalah apapun dalam rumah tangga dapat melakukan konseling perkawinan. Namun, beberapa masalah spesifik yang umumnya sering dibantu dengan konseling pernikahan adalah:

  • Terdapat masalah komunikasi atau komunikasi yang buruk.
  • Ketidakpuasan seksual.
  • Masalah keuangan rumah tangga.
  • Masalah kepercayaan, termasuk ketidaksetiaan atau adanya tanda pasangan selingkuh.
  • Tidak sependapat tentang cara pengasuhan anak.
  • Konflik dengan keluarga besar, termasuk mertua atau ipar.
  • Penyalahgunaan zat.
  • Masalah kemarahan.
  • Sering terjadi konflik atau tingkat stres dalam pernikahan yang tinggi.
  • Perubahan besar dalam hidup yang memengaruhi pernikahan, seperti kematian orang yang dicintai, pindah rumah, pekerjaan baru, atau pensiun.
  • Perebutan kekuasan.

Beberapa konseling pernikahan pun terkadang memiliki premarital counseling atau konseling pranikah untuk pasangan yang sudah bertunangan atau akan menikah. Adapun manfaat konseling pranikah ini untuk membantu memahami satu sama lain atau mengatasi perbedaan yang dimiliki sebelum menikah.

Tak hanya itu, hubungan yang abusive atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga mungkin bisa dibantu dengan konsultasi pernikahan. Hanya saja, kondisi ini terkadang tidak cukup diselesaikan dengan konseling, tetapi juga butuh penanganan dari kepolisian.

Apa yang terjadi selama konseling pernikahan berlangsung?

Konseling untuk masalah suami istri biasanya dilakukan seminggu sekali. Umumnya, konsultasi ini bersifat jangka pendek. Namun, proses penyembuhan hubungannya bisa membutuhkan lebih banyak waktu. Terapinya pun bisa saja berlanjut selama pasangan berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan hingga benar-benar mencapai jalan keluar.

Pada konseling pertemuan pertama, konselor pernikahan akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasangan secara bersama-sama atau masing-masing untuk menemukan dan memahami permasalahannya. Konselor pun akan mengutarakan pendapatnya mengenai permasalahan tersebut.

Kemudian, ia pun akan memberikan rencana dan tujuan perawatan yang akan dijalani oleh pasangan ini ke depannya. Adapun lamanya terapi serta hasil yang akan diperoleh tergantung pada motivasi dan dedikasi pasangan terhadap proses konseling ini.

Selama menjalani sesi-sesi konseling berikutnya, terapis akan membantu pasangan untuk mempelajari beberapa keterampilan yang dapat membantu memperkuat hubungan Anda. Ini termasuk:

  • Komunikasi secara terbuka dengan pasangan.
  • Kemampuan untuk menyelesaikan masalah.
  • Pembahasan perbedaan secara rasional.

Hal-hal ini dibutuhkan untuk dapat bersama-sama mengidentifikasi sumber konflik tanpa saling menyalahkan, serta mencari jalan keluar untuk dapat memperbaikinya.

Selama proses mencari jalan keluar tersebut, terapis pun mungkin akan memberikan “pekerjaan rumah” untuk Anda dan pasangan. Ini biasanya berupa latihan komunikasi di rumah untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari selama sesi berlangsung. Sebagai contoh, berbicara sambil bertatap muka dengan pasangan mengenai hal-hal yang tidak membuat stres tanpa ada gangguan apapun.

Pada kondisi khusus, seperti salah satu dari Anda memiliki gangguan mental, penyalahgunaan zat atau kecanduan, atau kondisi serius lainnya, terapis mungkin akan menyarankan jenis psikoterapi tambahan. Adapun jenis terapi tambahan ini akan disesuaikan dengan masalah yang terjadi.

7 Tips Agar Pernikahan Tetap Romantis Meski Sudah Lama Menikah

Hasil atau manfaat yang akan diperoleh dengan konseling pernikahan

Dengan melakukan konsultasi masalah rumah tangga kepada ahlinya, Anda dan pasangan akan memperoleh sejumlah hasil yang bermanfaat. Berikut adalah hasil dan beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari konseling pernikahan:

  • Membantu pasangan menyelesaikan masalah mereka serta mencari jalan keluar dengan perspektif baru.
  • Memperoleh cara-cara baru untuk mengenali dan menyelesaikan konflik rumah tangga ke depannya.
  • Meningkatkan komunikasi dengan pasangan sehingga lebih merasa didengar, dipahami, dan terhubung.
  • Memperkuat ikatan emosional pasangan.
  • Meningkatkan kerjasama pasangan dalam menjalani pernikahan.
  • Mencapai tujuan rumah tangga yang ideal yang diharapkan.
  • Meredakan stres yang kerap timbul di pernikahan.
  • Membuat komitmen baru atau memperjelas alasan mengapa mereka harus mengakhiri pernikahan, termasuk menemukan cara yang tepat untuk mengakhiri hubungan.

Apakah konseling pernikahan efektif?

Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan

Konseling pernikahan diyakini efektif untuk membantu permasalahan rumah tangga. Menurut American Association of Marriage and Family Therapist, terapi ini menunjukkan tingkat kepuasaan yang tinggi. Lebih dari 98% pasangan yang berpartisipasi pada konseling pernikahan melaporkan bahwa mereka sangat puas dengan pengalaman konseling ini.

Hal serupa juga ditunjukkan pada sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Marital and Family Therapy. Penelitian tersebut melaporkan bahwa, konseling pernikahan berhasil membantu tujuh dari sepuluh pasangan dalam menemukan kembali keutuhan rumah tangganya.

Meski tingkat efektivitasnya tinggi, tidak semua pasangan akan mendapat efek yang sama dari konseling pernikahan. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat keberhasilan konseling ini pada pasangan suami istri yang menjalaninya. Salah satunya adalah pasangan sudah secara mental dan emosional telah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan.

Selain itu, beberapa faktor lainnya yang bisa memengaruhi tingkat efektivitas konseling pernikahan adalah:

  • Dedikasi serta motivasi dari Anda dan pasangan untuk berubah dan mencapai tujuan. Terapi akan kurang efektif bila salah satu dari Anda menolak untuk berpartisipasi atau berubah.
  • Sejauh mana Anda dan pasangan mengadaptasi pola atau perspektif baru yang diajarkan selama konseling, seperti interaksi atau menjaga komunikasi dengan pasangan.
  • Gangguan mental atau atau penyalahgunaan zat. Jika masalah ini tidak diobati, maka sulit untuk mencapai keberhasilan dalam konseling.
  • Kekerasan rumah tangga yang mungkin menghalangi kesuksesan konseling.

https://wp.hellosehat.com/cek-kesehatan/kalkulator-masa-subur-2/

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Marriage counseling – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 26 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/marriage-counseling/about/pac-20385249.

Stepko, B. (2021). 7 Reasons You May Need Marriage Counseling. AARP. Retrieved 26 January 2021, from https://www.aarp.org/home-family/friends-family/info-2020/marriage-counseling.html.

Find a Marriage Counselor and Learn About Marriage Counseling. Goodtherapy.org. (2021). Retrieved 26 January 2021, from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/modes/marriage-counseling.

Careersinpsychology.org. (2021). Retrieved 26 January 2021, from https://careersinpsychology.org/marriage-counseling/.

5 Signs You May Need Marriage Counseling. Health Essentials from Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 26 January 2021, from https://health.clevelandclinic.org/5-signs-you-may-need-marriage-counseling/.

Lebow, J.L., Chambers, A.L., Christensen, A. and Johnson, S.M. (2012), Research on the Treatment of Couple Distress. Journal of Marital and Family Therapy, 38: 145-168. https://doi.org/10.1111/j.1752-0606.2011.00249.x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 23/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri